googleb2757ebb443295f5 Masa Depan Cerah: Pedoman Ketika Mendengar Suara Tuhan Tentang Jodoh

Senin, 05 Desember 2011

Pedoman Ketika Mendengar Suara Tuhan Tentang Jodoh

Banyak hubungan asmara di antara umat Kristen yang bersangkutan dengan nubuatan Tuhan mengenai pasangan hidup ataupun hal-hal seperti mendengar si A akan jadi pasangannya, mendengar Tuhan berkata di suatu tempat tertentu yang disebutkan, di sanalah ada jodoh kita. Atau mungkin kita mengalami suatu kejadian yang seolah-olah itu perkataan Tuhan. Namun, tidak semua nubuatan itu benar adanya. Untuk itu, berikut ini ada beberapa pedoman yang bisa dipakai untuk mengetahui benarkah itu suara Tuhan atau bukan. 

Ujilah ‘suara Tuhan’ tersebut

Bagaimanapun bentuknya nubuatan itu, nubuatan atau suara Tuhan itu perlu kita uji, sebab Alkitab mengingatkan kita untuk ‘janganlah percaya pada setiap roh, tetapi ujilah’ (1 Yoh 4:1). Lalu bagaimana cara mengujinya? Menurut Ps. Bobby yang menjadi gembala di GBI Rahmat Emmanuel, jika jodoh itu berasal dari Tuhan, maka akan ada konfirmasi yang sama dari Tuhan pada kedua belah pihak. Cara-Nya berbicara tentu saja melalui berbagai macam jalan. Bisa dengan pewahyuan, suara Tuhan langsung, penglihatan, mimpi, nubuatan hamba Tuhan maupun dari firman Tuhan.

Ketertarikan yang alami harus ada

“Allah membangun dalam diri pria dan wanita keinginan dan potensi untuk mencintai, berpacaran, dan menikah. Rancangan Allah yang alami adalah pria dan wanita akan saling tertarik.” katanya. Ada damai sejahtera yang juga dirasakan. “Sebab tidak mungkin suatu perkawinan akan berlangsung langgeng bila tidak ada cinta. Allah adalah sumber kasih. Allah pasti akan memberikan rasa yang sama yang dirasakan kedua belah pihak, apabila nubuat yang diterima memang benar berasal dari Allah.” tambahnya lagi.

Panggilan rohani kedua belah pihak

“Namun, sebagai orang percaya, kita tahu bahwa perjodohan bukan hanya berbicara tentang ketertarikan fisik dan kecocokan pribadi, namun juga menyangkut aspek iman, yaitu saling memahami akan panggilan rohani dan pelayanan sampai akhir hidup nanti.” kata pendeta itu di dalam blognya. Karena itu, jika kedua belah pihak sudah mendapatkan konfirmasi yang sama, ada pertimbangan lain yang harus diperhatikan yaitu pelayanan dan panggilan rohani kedua belah pihak.

Ada konfirmasi dari pihak ketiga yang kredibel

Indikator lainnya adalah adanya konfirmasi atau peneguhan dari hamba-hamba Tuhan, orang-orang yang peka dengan Tuhan, ataupun mungkin rhema yang diterima oleh masing-masing pihak yang sudah teruji.

Jika tidak mendengar suara Tuhan

Menurut seorang penulis Kristen, Roh Kudus jarang memakai nubuat untuk mengaktifkan jodoh dan mengarahkan seperti dengan siapa seseorang akan menikah. Namun, setiap orang Kristen yang mempertimbangkan pernikahan memerlukan suatu rhema pribadi dari Tuhan untuk mendatangkan keyakinan dan damai sejahtera mengenai pasangannya.

Faktor nubuat ataupun suara Tuhan tidak boleh dijadikan satu-satunya tolak ukur dalam mencari jodoh. Namun, ketika Anda merasa bahwa Tuhan memberikan nubuat mengenai jodoh kepada Anda, maka harus segera diuji. Tapi ingat, jangan memaksa Allah melakukannya melalui suatu cara tertentu seperti yang Anda inginkan. Tidak bisa juga memaksakan-Nya untuk memberikan nubuatan tentang jodoh. Dia bertindak sesuai kehendak dan rencana-Nya yang sempurna atas setiap pribadi.

Sumber: Jawaban.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan menuliskan komentar Anda. Kami akan segera menanggapinya. Terimakasih, Tuhan memberkati.