googleb2757ebb443295f5 Masa Depan Cerah: Memilih Pendamping Hidup

Rabu, 15 Februari 2012

Memilih Pendamping Hidup

Tidak ada seorangpun yang hendak menikah ingin sengsara, atau menjalani kehidupan yang malang dalam pernikahan, akan tetapi banyak yang gagal mencegahnya. Kalau langkah-langkah menuju pernikahan diambil dengan tidak bijaksana, tidak ada pertimbangan yang tekun dan sungguh-sungguh, maka pernikahan akan menjadi salah satu alat setan yang efektif untuk meruntuhkan daya guna pemuda dan pemudi. Hidup itu akan menjadi suatu beban, menjadi satu kutuk. Tidak ada seorang yang dapat merusak kebahagiaan dan kegunaan seorang wanita dengan sangat menyedihkan serta membuat kehidupannya penuh beban yang meremukkan hati, selain dari suaminya sendiri; dan tidak ada seorang pun yang dapat melakukan seperseratus bahagian buat menghancurkan segala pengharapan dan cita-cita seorang suami serta merusak pengaruh dan karirnya selain daripada seorang istri. Sejak dari pernikahan itulah banyak pria dan wanita menentukan keberhasilannya dalam kehidupan yang akan datang.

1. Meminta Allah Yang Memilihkan.
Pernikahan merupakan sesuatu yang sangat mempengaruhi kehidupan di dalam dunia ini dan dalam dunia yang akan datang. Seorang Kristen yang tulus hati tidak akan meneruskan rencananya ke arah ini tanpa mengetahui bahwa Allah menyetujui jalannya. Ia tidak akan mau memilih bagi dirinya sendiri, melainkan akan merasa bahwa Allahlah yang harus memilihkan baginya. Jangan hendaknya kita menyenangkan diri sendiri, karena Kristus tidak menyenangkan Diri-Nya Sendiri. Bukannya maksud saya bahwa seseorang harus menikah dengan seseorang yang tidak dikasihinya. Hal ini dosa adanya. Tetapi khayalan dan perasaan emosional jangan dibiarkan menjadi penuntun kepada kehancuran. “Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya...” Mazmur 127:1

2. Mengerti Dengan Benar Arti Berumah Tangga.
Mereka yang sedang berniat hendak menikah harus mempertimbangkan bagaimana kelak sifat dan pengaruh rumah tangga yang sedang mereka dirikan. Bila mereka menjadi orang tua, suatu tanggung jawab yang suci diamanatkan kepada mereka. Kesejahteraan anak-anak mereka di dunia ini, serta kebahagiaan mereka di dunia yang akan datang banyak sekali bergantung kepada mereka. Kebanyakan pria dan wanita yang telah bertindak memasuki hubungan pernikahan, tampaknya yang menjadi pertanyaan kepada mereka ialah, adakah mereka mencintai satu dengan yang lain atau tidak? Tetapi haruslah mereka menyadari bahwa tugas yang dipercayakan kepada mereka dalam pernikahan masih lebih jauh daripada itu. Mereka harus mempertimbangkan apakah keturunan mereka akan memiliki kesehatan jasmani, pikiran dan mempunyai moral yang kuat. Mereka yang menentukan sebagian besar kwalitas jasmani maupun akhlak yang diperoleh anak-anak kecil ini. Dan pada sifat rumah tanggalah bergantung keadaan masyarakat; kuatnya pengaruh setiap keluarga dapat dilihat pada naik turunnya neraca moral masyarakat. Kwalitas suatu masyarakat bergantung pada kwalitas suatu rumah tangga.

3. Selektif Dalam Bersahabat.
Orang-orang muda Kristen harus sangat berhati-hati dalam pembentukan persahabatan dan dalam pemilihan sahabat-sahabat. Berhati-hatilah, jangan-jangan apa yang engkau kira emas tulen terbukti hanyalah logam yang rendah mutunya. Pergaulan duniawi cenderung menjadi penghambat pada jalan pelayananmu kepada Allah, dan banyak jiwa dirusakkan oleh penyatuan yang tidak berbahagia, baik dalam perusahaan atau dalam perkawinan, dengan mereka yang sekali-kali tidak dapat mengangkat atau meninggikan derajat akhlak. Dari persahabatanlah ceritanya dimulai.

4. Perhatikan Perkembangan Tabiatnya.
Pertimbangkanlah setiap perasaan, dan perhatikanlah setiap perkembangan tabiat pada seorang yang akan engkau hubungkan dengan nasib kehidupanmu. Langkah yang sudah hampir engkau ambil itu paling penting dalam kehidupanmu, dan jangan hendaknya engkau ambil terburu-buru. Meskipun engkau mencintai, jangan hendaknya engkau mencintai secara buta.

5. Lihat Perubahan Pada Dirimu Ketika Dekat Dengan Dia.
Periksalah dengan saksama untuk melihat apakah kehidupanmu setelah berumah tangga akan berbahagia atau tidak serasi dan malang. Tanyakanlah sama dirimu, apakah penyatuan dalam hal nikah ini akan menolong membawa saya ke surga? Apakah hal itu akan menambah kasih saya bagi Allah? Dan apakah hal itu akan memperluas ruang lingkup pelayanan serta menambah dayaguna saya dalam kehidupan ini? Kalau segala pertimbangan ini tidak menunjukkan adanya penghambat, maka didalam takut akan Tuhan, maju terus!

6.Pastikan Kesehatan Jasmani, Pikiran, Dan Rohaninya.
Pemilihan seorang taman hidup harus diadakan sebaik-baiknya seperti, memastikan kesejahteraan jasmani, pikiran dan rohani guna orang tua dan anak-anak untuk mendatangkan berkat kepada sesama manusia dan menghormati Khalik mereka.

7.Jangan Takut Untuk Memulai Lagi Dengan Awal Yang Benar.
Adalah lebih baik memutuskan pertunangan yang tidak bijaksana dari pada berpikir nanti akan memperbaikinya dalam pernikahan. Janganlah berpendapat bahwa pertunangan itu memastikan perlunya bagimu untuk menikah serta mengikatkan diri seumur hidup kepada seorang, yang tidak dapat kamu kasihi dan hormati. Berhati-hatilah bagaimana mengadakan persyaratan pertunangan itu; tetapi, lebih baik memutuskan hubungan pertunangan itu sebelum menikah dan pisahkan diri, jika engkau mengerti bahwa hal itu harus dilakukan. Engkau boleh berkata: "Tetapi saya telah berjanji, apakah saya akan tarik janji itu kembali?" Aku menjawab, Kalau engkau telah berjanji berlawanan dengan Alkitab, dengan segala resiko tariklah janji itu kembali sebelum terlamhat, kemudian dengan rendah hati di hadapan Allah bertobatlah dari mabuk cinta yang telah membuat perjanjian tanpa pikir lebih mendalam. Jauh lebih baik membatalkan perjanjian yang demikian dengan takut kepada Allah, daripada meneruskannya, dengan menghina Khalikmu.

Biarlah tiap-tiap langkah yang menuju kepada persekutuan pernikahan ditandai dengan kejujuran, kesederhanaan, ketulusan dan dengan maksud yang tekun, berkenan dan menghormati Allah. Pernikahan mempengaruhi kehidupan di kemudian hari baik dalam dunia ini maupun dalam dunia yang akan datang. Orang Kristen yang tulus hati tidak pernah mengadakan rencana yang tidak berkenaan kepada Allah.

Sumber: akhirzaman.org

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan menuliskan komentar Anda. Kami akan segera menanggapinya. Terimakasih, Tuhan memberkati.