googleb2757ebb443295f5 Masa Depan Cerah: Kimiawi Darah #1: Prawadana

Selasa, 20 Maret 2012

Kimiawi Darah #1: Prawadana

PRAWADANA
Ada banyak orang, termasuk orang Kristen sendiri sulit untuk memahami mengapa Allah menjadi manusia di dalam diri Tuhan Yesus, dan mengapa Allah harus menyerahkan Anak-Nya yang tunggal itu mati dan mengucurkan darah-Nya demi keselamatan manusia. Mengapa harus darah yang dikucurkan untuk menyelamatkan manusia? Adakah hubungan antara nyawa dengan darah? Berkenaan dengan penerbitan pesan-pesan berikut di dalam aspek sains dari Injil Anugerah Allah, maka dibuatlah buku ini yang berisi pernyataan yang bersifat menjelaskan. Buku saku (small booklet) ini diterjemahkan ke dalam bahasa Indanesia dari satu buku yang berjudul Chemistry of Blood yang selain Kimiawi Darah di dalamnya juga terdapat Kimiawi Air Mata, Kimiawi Manusia, Kimiawi Hati Nurani, Kimiawi Doa (sudah terbit), Kimiawi Termig dan Kimiawi Kalvari. Kesemua judul-judul kecil ini akan kami terbitkan dalam Edisi bahasa Indonesia.

Sebagai seorang dokter dan juga ahli bedah selama bertahun-tahun, dan sekarang sebagai seorang tabib bagi banyak jiwa, dia telah mencari tahu obat yang paling ampuh bagi manusia yang sakit di dalam dosa. M.R. DeHaan, M.D. adalah seorang penulis di dalam Our Daily Bread (Edisi Indanesia dengan judul Renungan harian).

Menyingkapkan kepada kita kebenaran Firman. Biarlah Allah, Tabib Yang Ajaib itu sendiri menyingkapkan Firman-Nya melalui Roh-Nya Yang Kudus.

Penyunting

[26]"Demikian juga janganlah kamu memakan darah apapun di segala tempat kediamanmu, baik darah burung-burung ataupun darah hewan. [27]Setiap orang yang memakan darah apapun, nyawa orang itu haruslah dilenyapkan dari antara bangsanya." Imamat 7:26-27

Alkitab adalah sebuah Kitab tentang darah dan sebuah Kitab berdarah. Ketika kita dituduh memberitakan Injil tentang darah, dengan bangga kita menyangkal tuduhan itu, karena satu-satunya yang memberi nyawa bagi pengajaran kita dan kuasa kepada Firman Allah adalah fakta bahwa darah merupakan nyawa dan kuasa dari Injil. Alkitab sendiri menyatakan dirinya sebagai sebuah Kitab 'kehidupan,' yakni satu-satunya Kitab kehidupan yang ada di dalam dunia; dan Alkitab mampu memberikan hidup kepada setiap orang yang percaya dengan hatinya terhadap semua yang diajarkan di dalamnya. Di dalam Ibrani 4 kita membaca kalimat berikut :

KIMIAWI DARAH

[21]Sebab Firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam daripada pedang bermata dua mana pun [The word of God ia quick, and powerful, and sharper than any twoedged sword].
Ibrani 4:12


Kata 'quick' pada ayat ini di dalam bahasa Inggrisnya diterjemahkan 'HIDUP'. Firman Allah adalah Firman yang hidup, sungguh jelas berbeda dari buku-buku lain-nya karena satu alasan, bahwa Firman Allah mengandung darah yang mengalir ke dalam seluruh halaman dan juga mengalir di dalam setiap ayat. Dari kitab Kejadian hingga kitab Wahyu kita melihat aliran darah yang menjelaskan bahwa Kitab ini sungguh merupakan Firman Allah yang hidup. Tanpa darah, Alkitab tidak ada bedanya dengan kitab-kitab lainnya yang tidak ada nilainya lagi, karena Alkitab secara terang-terangan mengajarkan bahwa nyawa itu ada di dalam darah. Karena itu, ketika kita mulai menyampaikan pesan tentang darah ini, kita harus memulainya dengan satu prinsip fundamental yang terdapat di dalam Alkitab. Prinsip fundamental ini terdapat di dalam Imamat 17, yaitu :

[17]Karena nyawa makhluk ada di dalam darahnya dan Aku telah memberikan darah itu kepadamu di atas mezbah untuk mengadakan pendamaian bagi nyawamu, karena darah mengadakan pendamaian dengan perantaraan nyawa. Imamat 17:11

Prinsip yang sama diulangi lagi di dalam ayat empat belas, yaitu
[14]Karena darah itulah nyawa segala makhluk..." Imamat 17:14

Nyawa -- sesuatu yang begitu misterius sehingga para ilmuwan sampai saat ini belum bisa memahami atau mendefinisikannya -- dikatakan oleh Allah ada di dalam darah suatu makhluk, jadi tidak akan ada nyawa tanpa darah. Walaupun dikatakan segala makhluk, kita akan lebih memperhatikan tentang darah manusia dan khusus-nya darah Yesus Kristus karena di dalam darah-Nya tidak hanya terdapat hidup seperti yang kita kenal secara jasmani, tetapi juga hidup yang kekal.

Klik disini untuk membaca selanjutnya Kimiawi Darah #2: Fisiologi tentang darah

Sumber:
Buku saku “KIMIAWI DARAH” oleh M.R. DeHaan, M. D.
penuai.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan menuliskan komentar Anda. Kami akan segera menanggapinya. Terimakasih, Tuhan memberkati.