googleb2757ebb443295f5 Masa Depan Cerah: #3: WHEN ARE WE ? ( Kita Sekarang berada di jaman apa ? )

Sabtu, 17 Maret 2012

#3: WHEN ARE WE ? ( Kita Sekarang berada di jaman apa ? )

Tetapi jawab Yesus: “ Pada petang hari Karena langit merah, kamu berkata : hari akan cerah Dan pada pagi hari, karena langit merah dan redup, Kamu berkata: Hari Buruk. Rupa langit kamu tahu Membedakannya tetapi tanda-tanda zaman tidak.”
Matius 16:2-3

Allah dalam Alkitab melihat ciptaan dari suatu titik pandang kekekalan. Jika kita ingin memahami nubuatan-nubuatan-Nya, kita perlu untuk memandang hal tersebut dari perspektif kekekalan-Nya tersebut. Jika kita dapat berdiri pada suatu gunung yang sangat besar dan memandang catatan sejarah selama 6.000 tahun semuanya satu kali seperti yang Tuhan lakukan, kita akan melihat suatu permadani lengkap yang luas. Pada permadani tersebut akan ada setiap kejadian yang pernah terjadi atau akan terjadi. Waktu dan tempat adalah ciptaan dari Tuhan dan Dia berdiri diluar mereka semua :

Yesaya 45 : 12 “Akulah yang menjadikan bumi dan yang menciptakan manusia diatasnya; tangan-Kulah yang membentangkan langit, dan akulah yang memberi perintah kepada seluruh tentaranya.“

Manusia, bagaimanapun juga dibatasi oleh waktu dan tempat. Kita secara phisik ditempatkan dalan dunia materi dan seperti sejarah telah mencatat, kita sekarang berada di dekade pertama dari millennium ke tiga setelah masehi. Tuhan memberitahukan kepada kita mengenai semua ini dalan Alkitab dan Dia membagi perjanjian-Nya dengan manusia dalam tiga kerangka waktu yang terpisah ( tiga jaman atau masa dalam Alkitab yang berbeda ), yang setiap masa berjarak kira-kira 2000 tahun.

1. Era atau jaman sebelum banjir,
2. Era atau jaman diantara banjir dan penyaliban Yesus.
3. Era atau Jaman Kekristenan kita.


Dalam setiap era atau jaman tersebut, Tuhan menyatakan diri-Nya kepada manusia dengan cara yang berbeda. Pada Bab ini, kita akan memusatkan perhatian kita pada era Kekristenan, waktu dimana bangsa-bangsa lain ( asing ) menguasai Yerusalem, yang disebut dalam Firman sebagai “Waktu dari Bangsa- bangsa lain”.

Era kita sebenarnya dimulai pada saat penyaliban, tahun 32-34 AD dan tepat sebelum Dia pergi ke kayu salib, Tuhan Yesus memberitahukan kepada murid- murid-Nya akan seperti apa jaman ini. Dikenal oleh kita sebagai “Percakapan Pohon Ara, “ bab ini secara panjang sebenarnya membicarakan suatu nubuatan mengenai kejadian-kejadian utama yang akan terjadi diantara penyaliban-Nya dan akhir jaman. Percakapan ini dicatat dalam tiga kitab pertama dalam Injil. Walaupun semua ketiganya setuju, setiap injil memberikan kepada kita beberapa data penting yang tidak masuk pada kedua yang lain :

[1] Matius 24:31 - Matius menuliskan bahwa pengumpulan orang pilihan dengan suara sangkakala
                             yang dasyat
[2] Markus 13:14 - Markus mendeklarasikan bahwa pembinasa keji dalam kata ganti “it” bukan “him”
[3] Lukas 21:24   - Lukas mendefinisikan “jaman bangsa-bangsa lain ( asing )”

Orang-orang Kristen mendengan banyak tentang kerangka jaman spiritual khusus seperti “hukum” dan “anugerah”, tetapi dalam Lukas 21:24, Yesus mendefinisikan era kita sendiri dalam sebuah cara sangat berbeda, sebagai “ jaman bangsa-bangsa Lain “

Lukas 21:21-24 ( kutipan ) “ Pada waktu itu orang-orang [ bangsa Yahudi ] yang berada di Yudea harus melarikan diri…..dan mereka [ bangsa Yahudi ] akan tewas oleh mata pedang, dan dibawa sebagai tawanan ke segala bangsa, dan Yerusalem akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, sampai genaplah jaman bangsa-bangsa itu”

Catatan Penerbit : Kata-kata atau kalimat yang ada dalam [ ] dan ditulis miring dimasukkan dalam kutipan ayat-ayat firman adalah penjelasan atau keterangan penulis atas suatu kata atau kutipan ayat Alkitab yang biasanya berbeda dari konteks. Kata atau kalimat dalam [ ] dan ditulis miring adalah bukan teks asli Aliktab. Beberapa kata mungkin ditulis dalam huruf tebal agar dapat lebih diperhatikan, sementara teks asli Alkitab tidak ditebalkan.

Jadi kapan dan apa yang dimaksud dengan “Jaman Bangsa-bangsa lain- lain ( asing ) “ atau “ Jaman Bangsa-Bangsa yang tidak mengenal Allah” ? Yang dimaksud oleh hal itu adalah total waktu dimana Yerusalem di bawah kekuasan pemerintan bangsa-bangsa lain. Saat Yesus berbicara dalam ayat tersebut dalam tahun 32-34 M, Yerusalem telah berada dibawah kekuasaan berbagai macam pemerintahan bangsa asing untuk jangka waktu sekitar 638 tahun. ( Roma adalah pemerintahan asing yang menguasai Tanah Suci selama Yesus tinggal di bumi, tetapi penguasaan bangsa asing atas Yerusalem dimulai ketika Nebukadnezar dari Babilon menguasai dan merusak kota tersebut pada tahun 606-605 SM. Bangsa-bangsa asing memerintah dilanjutkan dibawah Media-Persia dan Yunani. Yerusalem tidak berada di bawah pengawasan Roma sampai tahun 65 SM. Orang-orang Yahudi sendiri memiliki periode yang singkat untuk memerintah sendiri dibawah Makabe yang dimulai dalam tahun 167 SM. Bagaimanapun, periode Makabe tidak mucul menjadi nubuatan-nubuatan yang penting. Monakri Daud tidak dibangun kembali, dan orang-orang Yahudi kembali terlibat konflik dengan Yunani Siria. Konflik ini terus berlanjut sampau Roma menaklukkan Kota Suci di tahun 65 M ). Tetapi orang-orang Yahudi selalu membawa masalah bagi pemerintahan asing mereka dengan revolusi yang diikuti oleh revolusi lain, sehingga pada tahun 70 M, Titus dari Roma menghancurkan Yerusalem dan membakar habis Bait Suci ke-2 sampai ke tanah. Yesus meramalkan penghancuran yang akan datang atas kota dan diikuti dengan waktu dari bangsa-bangsa asing menguasai kota Yerusalem. Perhatikan kalimat atau kata” akan ( shall be ) “ yang merupakan bentuk future atau masa depan ketika Yesus berbicara.

Sesudah Titus menghancurkan kota, orang-orang Yahudi kehilangan kekuasaan atas tanah air mereka dan terserak diantara bangsa-bangsa. Mereka tetap tersebar di seluruh dunia sampai tahun 1948 M. Sesuai dengan apa yang dicatat dalam sejarah, bangsa-bangsa asing menguasai mulai dari abad ke-1, ke-2, ke-3, ke-4, ke-5, ke-6, ke-7, ke-8, ke-9 dan ke-10. Pada abad ke-11 dan ke-12, pasukan perang salib yang juga digolongkan sebagai bangsa asing menguasai Yerusalem. Kemudian bangsa-bangsa asing terus menguasai Yerusalem dari abad ke-13, ke-14, ke-15, ke-16, ke-17, ke-18, ke-19 dan ke-20 terus sampai dengan tahun 1967 M. Melalui Seluruh Era Kristen, bangsa-bangsa asing memerintah di Yerusalem. “ Dan Yerusalem akan di injak-injak bangsa- bangsa lain yang tidak mengenal Allah…..sampai” Seperti yang juga dicatat dalam realitas sejarah, kota Yerusalem tidak lagi berada dibawah kekuasaan Yahudi sampai Perang enam hari pada tanggal 6 Juni 1967, “ sampai genaplah jaman bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah.” Hanya orang-orang Yahudi yang dianggap bukan bangsa-bangsa asing yang tidak mengenal Allah dan pada tanggal 6 Juni 1967, Orang-orang Yahudi kembali memerintah Yerusalem, untuk pertama kalinya dalam 2.573 tahun. Beberapa orang menolak untuk menerima ini, tetapi hal tersebut adalah realitas dan nyata !

Diatas Tanah Suci ada sebuah Negara yang disebut Israel. Yang dipenuhi oleh orang-orang yang disebut Yahudi, yang mana banyak diantara mereka sedang menunggu juruselamat mereka. Orang-orang Yahudi kembali menguasai tanah mereka tepat seperti yang dicatat dalam nubuatan Lukas 21:24 !

Sebelum Perang Enam Hari, kita mungkin selalu berdebat mengenai apa yang dimaksud Tuhan Yesus dengan “Jaman bangsa-bangsa lain”, tetapi tidak lagi. Dari titik sejarah yang sesuai dengan kita, kita dapat melihat bangsa Yahudi menguasai Yerusalem tepat didepan mata kita sendiri. Sebagai akibatnya, hal ini menjelaskan bahwa Yesus menamakan total masa waktu bangsa –bangsa lain menguasai Kota Suci sebagai, “ Jaman bangsa-bangsa lain “. Apakah kita memahami dampak yang sangat dari nubuatan ini ? Masa dominasi bangsa- bangsa lain atas Yerusalem yang tidak mengenal Allah telah selesai. Telah Selesai ! Bangsa-bangsa asing tidak akan lagi pernah memerintah Yerusalem dan Mata Tuhan diarahkan kepada keturunan langsung dari Abraham, Ishak dan Yakub, kembali ke tanah perjanjian, dalam menguasai Kota Suci mereka.

Lalu, jika “ Jaman bangsa-bangsa lain” yang tidak mengenal Allah telah selesai, kita sekarang ini berada di jaman apa ? Harus ada jaman yang lain karena orang-orang masih tinggal di atas bumi. Meneliti Alkitab dari awal sampai akhir, yang muncul hanya satu jaman yang lain setelah jaman bangsa-bangsa asing :

Dan 12:4 “ Tetapi engkau Daniel, sembunyikanlah segala firman itu, dan materaikanlah kitab itu sampai pada akhir jaman…”
Dan 12:9 “ Tetapi ia menjawab:”Pergilah, Daniel, sebab firman ini akan tinggal tersembunyi dan termeterai sampai akhir jaman..”


Sejak kita tidak lagi berada di dalam jaman bangsa-bangsa lain yang tidak mengenal Allah ( dan kita harus berada pada jaman lain ), kemudian kita mungkin berada dalam jaman yang disebut Daniel, “ Akhir Jaman “ atau “Jaman Akhir “ seperti yang diterjemahkan NAS sebagai berikut:

Kita mungkin sekarang ini adalah generasi terakhir di bumi
yang akan dilihat dan akhir dari segala sesuatu ada dalam genggaman



BIJAKSANA DALAM KESALAHAN LOGIKA

Dalam Dan 12;9, Allah dengan kekuasaan-Nya yang tinggi menyatakan bahwa kitab Daniel akan dimateraikan sampai dengan akhir jaman. Dimateraikan, maksudnya tidak ada seorangpun yang dapat memahaminya sampai dengan akhir jaman. Hal itu kedengarannya seperti penghancuran-bumi bukan ? Bagaimanakah hal ini menjadi penting jika seorang nabi Perjanjian Lama yang relatif tidak terkenal menubuatkan sesuatu yang terkunci sampai dengan akhir jaman ? Di sini hal tersebut menjadi penting :

Jika “ Akhir Jaman” dimulai tahun 1967, dan nubuatan Daniel termaterai sampai “Akhir Jaman,” maka semua teori-teori pandangan profetis terhadap Nubuatan Daniel sebelum tahun 1967 dapat disimpulkan, yang terbaik adalah tidak lengkap, dan yang terburuk adalah secara keseluruhan adalah salah.

Ini maksudnya : Hampir semua pandangan yang populer mengenai akhir jaman pada hari ini yang dihasilkan dari mempelajari kitab Daniel dilakukan beberapa ratus tahun yang lalu. Tetapi jika semua nubuatan dari Daniel dimateraikan hingga “akhir jaman” dan “akhir jaman” tidak dimulai sampai dengan tahun 1967, mestinya juga semua pandangan akhir jaman tersebut yang dihasilkan sebelum tahun tersebut seharusnya tidak lengkap atau keliru. Dan oleh karena itu, kita tidak dapat mendasari keputusan-keputusan terakhir yang akan kita buat di planet ini pada teori-teori yang tidak akan pernah terjadi. Jadi, bukankah lebih bijaksana kalau kita merevisi nubuatan-nubuatan dari Daniel dari pandangan-pandangan populer mengenai scenario akhir jaman dari yang sebelumnya ?


Kita kemungkinan adalah generasi terakhir dari bumi yang sekarang

Akan melihat dan akhir dari segala sesuatu dalam tangan





Daftar lengkap Ebook Islam di akhir zaman (Klik untuk membaca):

Catatan Penerjemah
Dedikasi
#1: CRIME SCENE (Adegan Kejahatan)
#2: THE DETECTIVE ( Sang Detektif )
#3: WHEN ARE WE ? ( Kita Sekarang berada di jaman apa ? )
#4: 69 WEEKS ( 69 Masa )
#5: 1290 DAYS ( 1290 Hari )
#6: WRONG ROCK ( Batu yang Keliru )
#7: TWO WITNESSES ( Dua Saksi )
#8: TIME, TIMES & A HALF (Satu Masa, Dua Masa dan Setengah Masa)
#9: MOUNTING EVIDENCE ( Bukti Yang Segunung )
#10: LEOPARD – BEAR – LION ( Macan Tutul – Beruang – Singa )
#11: TWO-HORNS ( Dua-Tanduk )
#12: MARK OF THE BEAST ( Tanda dari Binatang )
#13: SCARLET BEAST ( Binatang Merah ungu )
#14: HOUR, DAY, MONTH & YEAR ( Jam, Hari, Bulan & Tahun )
#15: A LITTLE ABOUT RIVETS ( Sedikit Cerita Tentang Paku-Paku )

Atau Klik disini untuk mengunduh versi Ebook/Pdf-nya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan menuliskan komentar Anda. Kami akan segera menanggapinya. Terimakasih, Tuhan memberkati.