googleb2757ebb443295f5 Masa Depan Cerah: Tuhan tidak adil !?

Kamis, 22 Maret 2012

Tuhan tidak adil !?

Gambar Ilustrasi
Bagaimana bisa dikatakan Tuhan adil, jika seseorang mendapatkan segalanya, sedangkan yang lain hanya mendapatkan hidup yang buruk?? Angelo, seorang gelandangan yang bau, sedang berjalan lalu dia melihat seekor kucing menutupi jalannya, dia hampir menendang kucing itu, tapi tiba-tiba berpikir kasihan dan hanya menyenggolnya dengan ujung sepatunya.

Di suatu dunia yang lain, ada seorang Kristen yang berapi-api, dia mengabarkan Injil, memimpin pujian, mengutip ayat suci terus di mana-mana, dan sering menolong orang miskin. Tentu kita semua mengira bahwa orang Kristen ini jauh lebih berkenan kepada Tuhan daripada Angelo.
SALAH. Meskipun Tuhan senang dengan tingkah laku si Kristen ini, tapi keputusan Angelo jauh lebih menggerakkan hati Tuhan.

Si Kristen ini hidup di keluarga yang bercekupupan, tidak kaya tidak miskin. Selalu mempunyai makanan yang cukup. Mempunyai ayah dan ibu yang membesarkan dia. Belajar Alkitab di sekolah Teologia bagus. Datang ke gereja besar dengan pengajar-pengajar yang Alkitabiah. Dia menerima banyak sekali bentuk kasih sayang dalam hidupnya, namun dia hanya menggunakan 75% dari kasih sayangnya itu kepada yang lain.

Angelo dilahirkan tuli. Dia tidak dikasihi orang tuanya dan sering dikurung sampai saat dia diselamatkan aparat pada umur 8 tahun. Lalu dia dibuang dari satu panti asuhan ke yang lainnya sampai saat dia dewasa dia terlantar di jalanan. Dia mendapatkan banyak sekali penolakan dalam hidupnya hingga dia harus menahan amarahnya sedemikian rupa, menggunakan 100% dari sedikit sekali kasih yang dia terima dalam hidupnya untuk tidak menendang kucing itu.

Karena Angelo menggunakan kasih itu dengan sepenuhnya, Tuhan memberkatinya dengan kasih lebih banyak lagi. Dia belajar membaca. Dan tidak, Angelo, tidak menjadi kaya lalu mendirikan gereja. Dia tetap jadi gelandangan, namun dia berusaha mati-matian untuk tidak merugikan orang dengan mencuri. Dia mengumpulkan botol-botol bekas dan dijualnya untuk beli makanan. Tuhan senang dan dia mengirim seorang hamba Tuhan untuk menginjilinya. Dia menerima Tuhan Yesus oleh karena berkat Tuhan. Dan Tuhan memberi dia kasih yang lebih banyak lagi.

Dia menggunakan kasih itu untuk menggunakan separuh dari sedikit uang yang dia terima untuk membeli petuah-petuah Alkitab untuk dibagikan pada gelandangan lain. Banyak gereja menolaknya, dan akhirnya dia hanya berhasil mengajak 1 orang lain untuk menjadi Kristen. Dia mati memeluk seorang gelandangan lain untuk menghangatkannya.

Setelah mati Angelo berada di surga dan dia ditinggikan Tuhan, memerintah dari tempat yang bagus, Tuhan menghargai dia jauh di atas Kristen-kristen lain.

Apakah cerita ini hanya fantasi? Rick Joyner, seorang pengarang buku Kristen, mendapatkan penglihatan ini lewat sebuah visi yang dia terima. Yang penting adalah bukan Rick Joyner, tapi isi dari visi ini.

* Apakah setiap orang Kristen akan diberi rewards yang sama?
* Apakah seorang bodoh dapat dihargai lebih dari seorang teolog?
* Apakah mungkin, bahwa ketidak nyamanan hidup, ke susahan hidup kita sekarang akan digunakan sebagai pertimbangan, hingga hasil akhirnya nanti adalah ADIL?



Sebelum kita mulai, mari kita uji penglihatan ini lewat Alkitab. Untuk memastikan bahwa ini benar.

Paulus dalam 1 Korintus 3:10–15 jelas menyiratkan bahwa ada upah yang berbeda di Surga.

"Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya. Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus. Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami, sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu. Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah. Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api."

Di sini jelas tersirat bahwa ada upah atas pekerjaan kita di dunia ini. Dan upah ini tidak menentukan keselamatan, karena keselamatan adalah lewat Tuhan Yesus. Namun jika pekerjaan kita rapuh dan tidak tahan uji maka pekerjaan itu akan terbakar.

Dalam perumpamaan tentang mina (Lukas 19:12–27), Tuhan Yesus mengilustrasikan bahwa ada 10 orang hamba yang diberi jumlah yang berbeda. Ada mengusahakan dan mendapatkan uang 10x lipat dan diberi kuasa atas 10 kota.

Ada pula yang mendapatkan 5x lipat dan diberi kuasa 5 kota. Namun ada 1 orang yang tidak menghasilkan apa-apa. Dan hanya menyisakan hidupnya serta mina yang dia bungkus di sapu tangannya. Mina itu diambil. Namun bagi musuh si bangsawan ini, mereka semua kehilangan nyawanya.

1 Korintus 9:24 Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya!

Keselamatan diberikan pada semua yang percaya, namun hadiah Tuhan hanya diberikan kepada mereka yang berlari.

? ? ? ? ? ??? ? ? ? ? ?


Pendapat Kontra

Sebelum kita lanjutkan, mari kita bahas dulu beberapa ayat yang kelihatannya mengkontradiksi ayat-ayat di atas ini.

Matius 20:1–16

Di sini Tuhan Yesus memberikan perumpamaan kebun anggur, di mana ada pekerja yang bekerja dari pagi, dan ada yang dari sore namun mereka semua menerima upah yang sama. Perumpamaan ini kelihatannya mengkontradiksi tulisan di atas namun jika kita baca lebih detail lagi, di sini kita melihat bahwa orang yang masuk jam 5 sore adalah bukan orang malas, namun orang yang tidak mempunyai kesempatan!

Matius 20:6-7... Kira-kira pukul lima petang ia keluar lagi dan mendapati orang-orang lain pula, lalu katanya kepada mereka: Mengapa kamu menganggur saja di sini sepanjang hari? Kata mereka kepadanya: Karena tidak ada orang mengupah kami. Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku.

Di sini kita melihat bahwa perumpamaan ini ditujukan untuk para orang yang tidak mempunyai kesempatan untuk bekerja hingga senja usianya. Di sini tidak disebutkan bagaimana dengan mereka yang dengan sengaja menolak pekerjaan ini, atau bagi mereka yang menerima kerja tapi bermalas-malasan saja, atau bagi mereka yang hanya ingin menerima upah.

Perumpamaan ini tidak mengkontradiksi point sebelumnya, namun menjelaskan tentang hal yang berbeda.

Ingatlah bahwa semua Kristen mendapatkan anugerah keselamatan dengan cuma-cuma, cukup dengan percaya Tuhan Yesus maka kita dapat diselamatkan. Ini adalah hadiah cuma-cuma dari Tuhan. Bahayanya, semakin lama kita menjadi Kristen, sering kita berpikir bahwa, berkat Tuhan didapat dari kerja keras kita juga.

Banyak yang beramal, atau melakukan kebajikan lain dengan harapan untuk mendapatkan berkat Tuhan. Ingatlah bahwa, kesucian, doa yang di jawab, dan berkat di dunia ini adalah semua murni karunia Tuhan.

Tidak ada satupun yang dapat kita lakukan untuk dapat meng-klaim hal-hal ini kepada Tuhan. Kita tidak dapat mengatakan, "Tuhan saya minta janjimu untuk memberkati pekerjaan saya, karena saya sudah banyak sekali memberi amal dan melayani Tuhan di gereja."

Lukas 17:7–10 menjelaskan tentang hal ini. Kita hanyalah hamba yang tak berguna di hadapan Tuhan. Tuhan tidak butuh uang kita, atau pekerjaan kita. Namun kita harus memposisikan diri kita sebagai hamba Tuhan yang tidak berguna.

Kita baru berada di permulaan eksplorasi keadilan Tuhan. Semakin dalam kita masuk, semakin kita akan mengerti. Apakah tidak mungkin, rewards di Surga adalah sistem Tuhan untuk mempertahankan keadilanNya? Apakah rencana Tuhan untuk menyeimbangkan lapangan permainan? Sehingga orang yang beruntung, maupun tidak beruntung, dapat dinilai berdasarkan standar keadilan Tuhan yang penuh kebijaksanaan. Tuhan itu adil.

? ? ? ? ? ??? ? ? ? ? ?


Perspektif Tuhan yang BERBEDA

Kerumunan orang sedang memberikan persembahan, seorang pedagang berbaju bagus datang, mengeluarkan kantungan uang yang besar dan berat sekali. Mata anda bergerak keluar, jumlahnya pasti banyak sekali.

Lalu ada seorang janda tua, di tangannya ada dua keping uang 5 sen. Anda berpikir, buat apa 5 sen? Kenapa dia mau susah-susah memberi dan berjalan hanya demi jumlah 5 sen.

Tiba-tiba mata Tuhan Yesus bersinar, dengan bersemangat dia mengumpulkan muridnya lalu berkata bahwa janda ini sudah memberi lebih banyak dari yang lain. Karena dia memberi dalam kekurangannya, sedangkan yang lain memberi dalam kelebihannya.

Markus 12:43-44...Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya."

Tuhan Yesus memperlihatkan sekilas cara Tuhan dalam menilai. Bukan berapa banyak kontribusi kita, tapi berapa dalam kita harus berkorban dan menggali untuk memberi.

Ini bukan hanya masalah uang. Prinsip ini berlaku di setiap sendi kehidupan kita. Seseorang yang dalam hidupnya hampir tidak mengenal kasih, sering dikhianati, sering disakiti, namun masih menggunakan sedikit iman yang tersisa untuk terus percaya dan berharap pada Tuhan, dinilai lebih berarti daripada seorang hamba Tuhan yang hanya menggunakan sedikit imannya.

Semua yang kita miliki atau tidak miliki adalah atas dasar kehendak Tuhan. Jika kita dinilai dengan standar orang lain yang mungkin lebih beruntung atau lebih menderita dari kita, maka Tuhan tidak adil.

Tapi Tuhan tidak seperti itu, Tuhan adalah adil. Dia mengetahui seberapa jauh kita mendorong potensi kita. Hanya Tuhan yang tahu, seberapa dalam kita sudah menggali untuk memberikan persembahan kita yang terbaik, dari basis inilah, seorang Kristen akan dinilai.

Hidup ini penuh ketidak-adilan. Namun ketidak-adilan yang paling tidak adil di dunia ini adalah ketika Yesus, Anak Allah, seorang yang tidak berdosa harus menanggung hukuman dan kutuk akibat semua dosa dan kesalahan yang kita lakukan. Dia melakukan ini agar dapat menebus dosa kita, agar kita selamat. Jeda waktu sebelum kedatangan Dia yang kedua kali adalah untuk memberikan kesempatan bagi kita agar bertobat. 

KedatanganNya yang kedua nanti adalah masalah keadilan. Mereka yang menjawab panggilanNya akan menghabiskan keabadian mengagumi keadilanNya, mereka yang tidak - akan menghabiskan keabadian untuk merasakan keadilanNya.

Otak kita berasal dari Tuhan. Dia tentunya jauh lebih pintar dari kita. Jika kita disuruh menjadi hakim yang adil, tentunya kita tidak akan bisa. Otak kita dipenuhi bias dan tendensi yang menuju ketidak-adilan. Pada waktunya nanti, hanya DIA yang bisa menghakimi dengan adil.

Alkitab mengatakan bahwa Tuhan menginginkan setiap orang untuk bergabung ke dalam keluarga-Nya. Ini artinya, tanpa kecuali, bahwa Tuhan secara bebas dan sukacita memaafkan dan mengadopsi setiap orang yang menerimaNya, terlepas dari fakta bahwa tidak ada dari kita yang layak mendapatkan ini, ataupun bahwa kelihatannya ada orang yang lebih pantas dari kita.

Yohanes 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.


Ini adalah keadilan yang sejati.

Terlepas dari hal ini, kita tidak akan merasakan kasih yang sepenuhnya jika sifat dan rasa individualitas kita ditiadakan. Kebutuhan, keadaan, kemampuan, cita-cita kita adalah berbeda satu dengan yang lain. Jika seorang ayah mencintai 3 orang anaknya secara sama rata, dia diwajibkan untuk memperlakukan ketiganya dengan adil SESUAI dengan kebutuhan masing-masing. 

Seorang anak wanita dengan rasa minat yang rendah di olahraga namun sangat bersemangat di seni, membutuhkan training dan pengalaman yang berbeda dengan anak laki-laki yang ingin menjadi atlit. Anak ketiga yang sedang sakit juga membutuhkan perlakukan yang berbeda.

Perlakuan berbeda ini dapat disalah artikan si anak bahwa sang ayah tidak memperlakukan mereka dengan adil. Namun seorang orang tua haruslah siap menerima risiko dituduh dan di kata-katai tidak adil oleh anak-anaknya asalkan mereka tetap dapat menerima apa yang mereka butuhkan. Dari perspektif si anak, orang tua ini tidak adil karena tidak memberikan hal yang sama pada mereka, dari perspektif orang tua, dia ingin memberikan yang terbaik pada anaknya, yang mereka butuhkan.

Dalam Galatia 2:6, Paulus menulis: 

Dan mengenai mereka yang dianggap terpandang itu--bagaimana kedudukan mereka dahulu, itu tidak penting bagiku, sebab Allah tidak memandang muka--bagaimanapun juga, mereka yang terpandang itu tidak memaksakan sesuatu yang lain kepadaku.

Atau dalam versi New King James Version :

Galatians 2:6 . . . those who seem to be something – whatever they were, it makes no difference to me; God shows personal favoritism to no man

Dalam hal ini, Paulus menulis tentang cikal bakal pendiri gereja, (Baca ayat 9). Roh kudus menginspirasi dia untuk mengatakan bahwa Tuhan tidak mengenal favoritisme. Paulus sendiri menulis bahwa dirinya adalah hamba Tuhan (2 korintus 4:5; 1 Korintus 3:4-7). Suatu sikap yang menandakan bahwa Tuhan tidak mengenal favoritisme.

? ? ? ? ? ??? ? ? ? ? ?


Apakah kita mengasihani orang yang salah?

Jika Tuhan tidak adil maka haruslah ada orang yang mendapatkan semuanya dengan Cuma-Cuma. Adakah orang seperti itu? Jika kita melihat dibalik tirai kematian maka perspektif kita akan berubah. Selama bertahun-tahun orang melihat bahwa Lazarus, yang mengais makanan dari gerbang rumah orang kaya, adalah orang yang patut dikasihani. Tapi dibalik tirai kematian, si orang kaya menghabiskan waktu untuk memohon setetes air dari Lazarus (Lukas 16:19-31).

Walaupun kita semua layak mendapatkan hukuman di neraka, tapi Lazarus tidak layak mendapatkan kemiskinan sama dengan si orang kaya juga tidak layak miskin. Jadi sekarang situasinya dibalik. Namun si orang kaya memiliki kesempatan untuk menjadi orang yang murah hati, tapi dia memilih untuk menghabiskan uangnya pada dirinya sendiri. Dalam perspektif yang benar, si orang kaya ini jauh lebih kasihan dari Lazarus.

Hanya orang konyol yang berani mengkritik rencana Tuhan di dunia ini, karena kita tidak melihat endingnya. Kita yang di dunia ini tidak bisa melihat endingnya. Ketika kesempurnaan rencana Tuhan sudah ditunjukkan maka semua mulut pengkritik akan diam.

Alkitab adalah pembuka mata kita yang paling besar. Alkitab mengejutkan kita dengan memaparkan bahwa realita sebenarnya sangat berbeda dengan apa yang kita pikirkan.

Kesulitan dan kesakitan, ujian dan cobaan, menurut Alkitab adalah saat yang tepat untuk bergembira bukan bersedih. Saya dulu berpikir bahwa Alkitab mengatakan “Bahagialah, walau cobaan ini adalah tragedi bagimu”. Kini saya sudah mengerti konteksnya dan menemukan bahwa sebenarnya Alkitab memiliki maksud yang berbeda.

Alkitab tidak berkata “Bahagialah, terlepas dari apapun tragedi yang kamu alami”, tapi “Berbahagialah karena ujian”. Mari bergembira ketika ada ujian, karena itu seperti mendapatkan promosi di tempat kerja. Ini akan meningkatkan status spiritual kita, jika kita melewatinya dengan benar. Dengan membentuk karakter yang benar, ujian dan cobaan akan membentuk kita agar dapat lebih memahami dan mendapatkan bagian lebih di kerajaan Surga.

Ilusi terbesar dalam sejarah adalah bahwa orang Kristen yang menderita kelihatannya seperti dihukum Tuhan. Kenyataan yang sebenarnya adalah, orang-orang yang menderita ini mendapatkan bonus yang luar biasa. Namun umumnya kita terlalu berfokus pada kehidupan dunia ini sehingga kita tak pernah bisa memahami ini. Bisakah kita memahami berkat rohaniah atau kita hanya bisa melihat berkat jasmaniah?

? ? ? ? ? ??? ? ? ? ? ?

Diberkati????

Fitur utama dari ajaran Yesus adalah bahwa ketidak-adilan dunia ini akan di buat adil pada kehidupan berikutnya. Seperti dalam injil Lukas ayat 6:20-26

Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya dan berkata: "Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah. Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini lapar, karena kamu akan dipuaskan. Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini menangis, karena kamu akan tertawa. Berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu, dan jika mereka mengucilkan kamu, dan mencela kamu serta menolak namamu sebagai sesuatu yang jahat. Bersukacitalah pada waktu itu dan bergembiralah, sebab sesungguhnya, upahmu besar di sorga; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan para nabi. Tetapi celakalah kamu, hai kamu yang kaya, karena dalam kekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburanmu. Celakalah kamu, yang sekarang ini kenyang, karena kamu akan lapar. Celakalah kamu, yang sekarang ini tertawa, karena kamu akan berdukacita dan menangis. Celakalah kamu, jika semua orang memuji kamu; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan nabi-nabi palsu."

Sebuah keadilan yang adil! Betapa kita selama ini melihat orang-orang yang menderita di jalan sebagai orang yang sangat patut dikasihani, dan kita melihat orang kaya yang kita iri, sebagai orang yang sangat diberkati. Namun kenyataannya, mereka yang sekarang menderita mempunyai bonus start yang banyak dalam meraih kekayaan spiritual. Sedangkan mereka yang sekarang bahagia, memiliki handicap dalam meraih kekayaan spiritual.

Hal ini mengingatkan saya pada 1 Korintus pasal 12:22-25:

"Malahan justru anggota-anggota tubuh yang nampaknya paling lemah, yang paling dibutuhkan. Dan kepada anggota-anggota tubuh yang menurut pemandangan kita kurang terhormat, kita berikan penghormatan khusus. Dan terhadap anggota-anggota kita yang tidak elok, kita berikan perhatian khusus. Hal itu tidak dibutuhkan oleh anggota-anggota kita yang elok. Allah telah menyusun tubuh kita begitu rupa, sehingga kepada anggota-anggota yang tidak mulia diberikan penghormatan khusus, supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan." 

? ? ? ? ? ??? ? ? ? ? ?


Mereka yang dilupakan dunia ini, di kenal Tuhan

Jika dunia ini melihat kamu sebagai orang yang tidak penting, itu hanya membuat Tuhan makin ingin meninggikan kamu.

Ingatlah kelahiran Mesias, sang raja pun tak diberitahu, para ahli ilmu tak diberitahu, Surga memilih memberitakan kabar ini kepada para Gembala, Hana dan tiga orang bijak dari timur.
Tuhan Yesus sendiri sadar dan mengetahui mereka yang dilupakan orang. (Lukas 19:2-9; 8:43-48; 7:11-15; 21:1-4, 8:27 ff; Yohanes 5:2 ff)

Pemungut cukai, wanita kotor, orang gila, orang miskin, orang terkena lepra, orang cacat, orang bisu, Tuhan Yesus sadar akan kehadiran mereka. Ketika dia lapar dan haus, dia berteman dengan wanita orang Samaria, member wanita itu harapan ketika dia diperlakukan rendah oleh orang lain. 

Tuhan Yesus gembira dengan tingkah laku yang baik. Seorang janda yang memberikan uang sedikit, ikan dan roti kepunyaan anak kecil, dan seorang yang membasuh kakinya. Semua ini cukup untuk memberikat pujian dari hatinya (Lukas 10: 39 – 42).

Yesus mengejutkan orang-orang lagi dengan memperhatikan orang-orang yang tidak dikenal. Ingat ketika ada orang buta, para ahli Taurat mempergunakan ini untuk bahan debat. Siapakah yang berdosa? Bolehkah menyembuhkan di hari Sabat? Ketika orang menjauhkan hidungnya, Yesus menurunkan hatinya. Orang melihat seorang pelacur, Yesus melihatnya sebagai seorang yang akan layak masuk surga. Orang-orang yang manusia hindari, itu adalah orang-orang yang paling ingin dia temani.
Tuhan Yesus menunjukkan bahwa meskipun dunia ini (termasuk kaum religious) pada jaman sekarang masih mencari dan menjilat nama besar. Tapi dia mencari dan menyayangi mereka yang tak dikenal.

? ? ? ? ? ??? ? ? ? ? ?


Yang Rendah Ditinggikan

Lukas 1:52 Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah

Yehezkiel 17:24 Maka segala pohon di ladang akan mengetahui, bahwa Aku, TUHAN, merendahkan pohon yang tinggi dan meninggikan pohon yang rendah, membuat pohon yang tumbuh menjadi layu kering dan membuat pohon yang layu kering bertaruk kembali. Aku, TUHAN, yang mengatakannya dan akan membuatnya."

Yehezkiel 21:26 beginilah firman Tuhan ALLAH: Jauhkanlah serbanmu dan buangkanlah mahkotamu! Tiada yang tetap seperti keadaannya sekarang. Yang rendah harus ditinggikan, yang tinggi harus direndahkan.


Bahkan Alkitab berkali-kali menekankan bahwa yang rendah di dunia ini akan ditinggikan nanti.

? ? ? ? ? ??? ? ? ? ? ?


Mereka yang hidup enak, apakah benar-benar enak?

Mereka yang hidup enak dan kaya kita pandang sebagai orang yang memiliki start yang bagus, berkat yang tidak adil. Ternyata justru orang-orang ini yang memiliki handicap atau ketinggalan start. Meskipun kelihatannya hidup mereka enak, namun orang kaya susah masuk ke kerajaan Surga. Namun orang kaya memiliki kesempatan untuk meninggalkan kekayaan mereka sehingga mereka dapat berdiri sama tinggi dengan orang-orang miskin.

Jadi mana yang lebih baik? Dilahirkan miskin atau kaya? Mereka yang rendah hati, mereka yang di bawah akan ditinggikan di surga.

Mereka yang dilahirkan di keluarga pendeta, sepertinya memiliki advantage yang bagus. Namun justru Tuhan Yesus mengatakan bahwa lebih mudah pelacur masuk ke kerajaan surga dari mereka. (Matius 21:31b)

Sebagian orang Kristen mengalami rasa sakit yang luar biasa, rasa depresi yang luar biasa hingga mereka akan mendapatkan hadiah yang luar biasa hanya dengan bertahan hidup dan tidak bunuh diri. Sebaliknya, orang Kristen yang hidup seenaknya harus melakukan sesuatu yang luar biasa agar dapat mendapatkan hadiah yang sama dengan mereka yang sakit.

Jika kita melihat bayi, kita tidak akan tahu. Bayi yang jelek dapat jadi orang yang tampan. Bayi dengan muka idiot dapat jadi orang yang pintar. Sama dengan itu, apa yang kita lihat sekarang tidak bisa menjelaskan apa yang akan kita dapat nantinya. 

Kita tidak tahu siapa yang harus kita kasihani sebenarnya.

Paradigma Hidup

Tom, Dick dan Harry boleh menghabiskan hidupnya bekerja sepuas hati mereka. Masing-masing dibayar dengan gaji yang sama setiap jamnya dan masing-masing boleh menabung gajinya di dana pensiun dengan bunga 10%. Setelah 5 tahun, mereka harus hidup dari dana pensiun itu dan tidak bisa mendapatkan gaji lagi.

Tom menghabiskan 5 tahun itu dengan bermalas-malasan, bekerja hanya untuk mengumpulkan uang secukupnya, lalu bersantai. Dick, bekerja dengan giat tapi menghabiskan uangnya untuk kemewahan. Harry, bekerja lebih lama dari Dick dan hidup lebih hemat dari Tom, tapi dia menabung semua uangnya di dana pensiun.

Manusia melihat Harry sebagai orang yang patut dikasihani. Dia bekerja lebih lama, hidup lebih miskin. Tapi ketika dia pensiun dia dapat hidup dengan layak sedangkan Dick dan Tom akan menghadapi masa pensiun yang susah.

Setiap momen hidup kita adalah kesempatan untuk menabung di dana pensiun Surga. Bunganya sangat tinggi sehingga tidak bisa ditulis dalam angka. Terlepas dari apa yang dilihat dunia, mereka yang hidup enak dan bersantai di dunia ini dan hanya memberikan kontribusi sedikit pada kerajaan Tuhan, berada dalam situasi yang mengerikan. Sedangkan mereka yang mau bekerja, berkorban demi Tuhan sedang menabung dana pensiun Surga, menuju kelebihan.

Alkitab mengatakan bahwa dalam perlombaan lari, semuanya tahu bahwa hasil akhirnya adalah yang terpenting. Banyak yang mempunyai start yang bagus namun gagal. Banyak yang dinilai dunia memiliki finish yang bagus, namun di-diskualifikasi.

Jika kita sering melihat bahwa Tuhan tidak adil, bahwa banyak orang memiliki uang lebih dan keadaan yang baik daripada yang dimiliki orang lain. Itu artinya kita hanya bisa melihat dalam pandangan yang sempit.

Lihatlah perlombaan lari dalam sirkuit atletik yang melingkar. Dalam start, mereka yang lari di lingkaran terluar selalu start lebih maju dari mereka yang lari di lingkaran dalam. Jika kita tidak melihat sirkuit yang melingkar, maka kita akan berseru tidak adil! Namun karena sirkuit ini melingkar, maka pelari di lingkaran luar harus berlari lebih jauh dari yang di dalam. Ternyata ini adil.

Perlombaan lari di dunia ini jauh lebih kompleks. Bayangkan lomba lari dengan seorang atlet, seorang yang sakit parah, seorang yang cacat, seorang yang harus lari di lintasan penuh dengan salju, seorang yang harus lari sambil memotong rumput di hutan, seorang yang harus mendaki gunung, dan seorang yang lari di jalan mulus.

Hidup ini sedemikian kompleks hingga kita tak bisa menilai perlombaan ini. Bagi kita ini terasa tidak adil. Namun tidak bagi Tuhan. Tuhan telah menghitung semua variable, sama seperti kita merancang perlombaan lari atletik di sirkuit lingkaran. Setiap peserta lomba dinilai Tuhan seberapa jauh kemampuannya, sehingga hasil akhirnya adalah adil.

Kecuali anda didiskualifikasi dengan tidak mempercayai dan menyerahkan hidup kepada Tuhan Yesus, semua peserta lari akan memenangkan hadiah utama yaitu hidup abadi dalam kemuliaan Tuhan. Hadiah tambahan akan diberikan berdasarkan kesetiaan, dan banyak faktor lain. Dan di sinilah banyak yang akan tidak mendapat.

Seperti Tom, Dick dan Harry yang semuanya akan pensiun, namun hanya satu orang yang akan hidup enak dalam masa pensiun.

Lukas 12:48 "Tetapi barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan. Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut."

Markus 10:31 "Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu."


Meskipun Paulus sudah melakukan banyak hal dia harus menulis dalam 1 Korintus 9:26-27:
Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul. Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.

Dalam Yeheskiel 33:12-20 di sini ditekankan bahwa finish nya adalah yang terpenting. Mereka yang sudah memimpin di awal tetap mempunyai kesempatan yang sama untuk finish dengan baik. Semakin lama seorang hidup, semakin banyak karakternya yang ditunjukkan pada Tuhan. Orang yang dekat dengan Tuhan namun menjadi tawar hati layak untuk diperlakukan dengan lebih kejam karena dia sudah memalingkan muka dari berkat, hikmat dan dengan pengetahuan yang jauh melebihi orang non Kristen.

Semakin banyak yang dipunya, semakin banyak yang diminta. Dalam penghakiman terakhir, kita akan melihat indahnya rencana Tuhan dalam keadilan. Kecuali mereka yang hidup mudah dan enak mau mencari dan meninggalkan keenakannya demi Tuhan, mereka tidak akan diberi hadiah seindah orang yang sudah dengan menang menahan sakit, siksaan, hinaan yang diberikan kepada mereka.

? ? ? ? ? ??? ? ? ? ? ?


Apa yang dapat membuat rasa sakit ini impas?

Tapi apa yang membuat rasa sakit ini impas? Apa imbalannya? Kita tahu bahwa Rasul Paulus disiksa dan hidup sengsara dalam penjara. Dia dipukuli dengan kejam dengan batu sehingga disempat dikira mati. Jika Anda takut terbang tolong pikirkan Rasul Paulus. Dia sudah tiga kali terkena bencana kapal karam . Pada jaman itu tidak ada jaket keselamatan, dia pernah menghabiskan waktu 24 jam terapung di air (2 korintus 11:23-29).

Lihatlah imbalan yang diberikan pada Rasul Paulus atas kecintaannya dalam mengabarkan Injil. Lihatlah imbalannya di dunia ini. Namun dalam penderitaannya dia secara mengejutkan mengatakan bahwa ini tidak ada apa-apanya dibanding harta di surga nanti. (2 Korintus 4:17, Roma 8:18, tambahan: Matius 5:11-12).

Paulus seperti orang gila saja. Bagaimana bisa orang berkata seperti itu, dia seperti berasal dari dunia lain. Namun dia memang sudah pernah melihat sedikit surga. Bagaimana dengan kita semua yang tidak pernah melihat surga? Alkitab sering mengutip tentang kelahiran bayi. Dalam kesakitan mengandung anak, banyak wanita yang bersumpah tidak ingin mengandung anak lagi. Namun kegembiraan menjadi ibu membuat rasa sakit mengandung ini tidak ada apa-apanya. Sakit, namun hadiah di akhir jauh lebih dari cukup untuk mengatasi rasa sakit ini.

Oleh: Grantley Morris
www.net-burst.net

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan menuliskan komentar Anda. Kami akan segera menanggapinya. Terimakasih, Tuhan memberkati.