googleb2757ebb443295f5 Masa Depan Cerah: Gereja Seks!

Rabu, 14 Maret 2012

Gereja Seks!

Mark Driscoll 
"Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang" Matius 24:11. Ada sebuah bentuk Kekristenan baru yang sedang menyebar di Amerika. Fokus utamanya adalah: sex. Dewasa ini Kekristenan begitu banyak diselewengkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Mereka menyebut diri mereka sebagai orang 'Kristen' namun di sisi lain mereka sedang meruntuhkan martabat Kristus yang sejati melalui pengajaran-pengajaran mereka yang melenceng. Ada begitu banyak contoh dari bentuk2 penyelewengan yang sudah terbentuk sejauh ini, namun yang satu ini merupakan yang teranyar dan sedang 'naik daun' di Amerika sana.

Ada begitu banyak jumlah guru, pengkhotbah, dan website 'Kristen' sekarang ini yang menitik beratkan fokus mereka kepada sex. Yang terkemuka dari semua kumpulan orang itu adalah Mark Driscoll, 'pendeta' yang mendirikan Gereja Mars Hill di Seattle yang begitu populer dan memiliki jemaat yang luar biasa banyaknya.

"Salah satu pendeta yang khotbahnya paling banyak di download dan dikutip sedunia," ujar biografi resmi dari Driscoll. Dia juga termasuk dalam '25 Pendeta yang Paling Berpengaruh Dalam 25 Tahun Terakhir' menurut majalah Preaching, dan khotbahnya selalu berada di urutan pertama di iTunes setiap minggunya untuk kategori Agama&Kerohanian dan di download lebih dari 10 juta kali setiap tahunnya.

Bagaimanapun juga, mari kita bahas yang paling menonjol dari Mark Driscoll : Ia benar-benar terobsesi dengan sex. Sebagai contohnya, dia menceritakan sebuah kisah tentang seorang anggota jemaat wanitanya yang "membawa suaminya kepada Kristus" dengan cara memberi suaminya sex oral, ia melakukannya atas saran dari Driscoll untuknya.

Dia [si istri] berkata, "Sebelumnya saya tidak pernah melakukan sex oral kepada suami saya, saya menolak untuk melakukannya." Lalu saya [Driscoll] berkata, "Kamu harus pulang ke rumah dan mengatakan pada suamimu bahwa kau bertemu dengan Yesus dan kau telah belajar Alkitab, dan kau telah diyakinkan akan dosa yang besar di dalam hidupmu. Lalu kau harus (maaf) memelorotkan celananya, dan kau harus melayani suamimu. Dan jika ia bertanya kenapa, katakanlah, "Karena aku adalah seorang perempuan yang sudah bertobat. Tuhan telah mengubah hatiku dan aku harus menjadi seorang istri yang Alkitabiah." Lalu wanita ini bertanya, "Benarkah begitu?" Saya berkata, "Ya, 1 Petrus 3 mengatakan jika suamimu adalah seorang yang tidak percaya kau harus melayaninya dengan perbuatan-perbuatan baik." [tawa riuh penonton] Semua pria pasti akan setuju untuk menyebutnya sebagai 'perbuatan baik'. Si suami ini tidak mau traktat. Hal-hal semacam itu tidaklah berhasil menariknya. Kita sedang membicarakan sesuatu yang benar-benar akan berhasil menariknya.

Benarkah ini semua? Inikah yang harus kita lakukan dalam usaha membangun iman Kristen yang memukau agar menjadi lebih menarik bagi seorang yang begitu bingung dan dimabukkan oleh sex? Inikah yang sekarang sedang disuguhkan untuk konseling pastoral dan khotbah mengenai Alkitab? Saya menyebutnya pelecehan dan eksploitasi. Saya bahkan akan menyebutnya sebagai penghujatan ("...mengatakan pada suamimu bahwa kau telah bertemu Yesus...Dan kemudian kau harus (maaf) memelorotkan celananya...")

Bagi Driscoll, Buku Kidung Agung memuat buku panduan sex dengan kadar kepornoan yang rendah, yang menginspirasinya untuk menegur para wanita—yang rindu untuk menjadi "Istri yang Alkitabiah"—untuk membangunkan suami mereka setiap pagi dengan melayani nafsu seksual mereka sama seperti istri yang disebutkan sebelumnya, yang telah "mempertobatkan" suaminya "kepada Kristus" (Sesungguhnya, saya sangsi bahwa istri ini telah mempertobatkan sang suami kepada iman Kristen yang sejati, tapi tidak ragu lagi bahwa si suami ini telah dipertobatkan menjadi seorang anggota gereja Driscoll yang begitu antusias).

Pengajaran lain yang Driscoll bawakan ialah bahwa ia menentang perzinahan, perselingkuhan dan homoseksualitas. Tetapi untuk mereka yang sudah menikah, Driscoll—menilik inspiratsi utamanya, Salomo, yang memiliki 7000 istri—mempromosikan sex toys, permainan peran sex imajiner, cybersex, apa yang disebut sebagai "sodomi" (baik oral maupun anal) dan juga ide bahwa isteri harus menjadi stripper bagi suami mereka.

Akal sehat kita pun tahu bahwa Tuhan tidak menciptakan wanita—termasuk wanita yang sudah menikah—untuk harus melayani nafsu seksual seorang pria yang egois dan gila sex kapan pun dia mau. Dan wanita tidaklah seharusnya dimanipulasi secara psikologis oleh figur yang berkuasa untuk memercayai bahwa mereka tidak mentaati Allah, Yesus dan Alkitab jika mereka tidak mau menjadi istri yang menuruti apa saja kemauan suaminya.

Kesopan-santunan, penyangkalan diri, kerendahan hati, kesabaran, ketahanan—ingat tentang semua hal ini? Itu semua adalah kualitas rohani dari seorang Kristen, yang secara konsisten diagung-agungkan di seluruh Perjanjian Baru. "Karena keinginan daging adalah maut," Paulus memperingatkan, "tetapi keinginan Roh adalah kehidupan dan damai sejahtera." (Roma 8:6). Sang Rasul secara konstan mengingatkan para orang percaya supaya tidak menuruti "nafsu daging".

Teman-teman, salah satu tantangan hidup yang terbesar bagi manusia yang telah jatuh dalam dosa dan rusak seperti kita ini adalah bahwa kita bagaimanapun juga, melalui kasih karunia Tuhan, pada akhirnya akan bangkit mengatasi berbagai macam pencobaan dan menarik diri dari "dunia" dan hidup teguh dalam penurutan akanNya. Dan akan sangat menyenangkan apabila para pendeta dan para petinggi rohani lainnya, yang mengklaim diri mereka sebagai wakil Allah, memberikan teladan dan menuntun kita sepanjang jalanan ini—gantinya memimpin kita ke arah yang berlawanan.

Oleh: David Kupelian

Disadur dari : http://www.wnd.com/2012/03/the-church-of-sex/print/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan menuliskan komentar Anda. Kami akan segera menanggapinya. Terimakasih, Tuhan memberkati.