googleb2757ebb443295f5 Masa Depan Cerah: Jantung Anakku

Kamis, 22 Maret 2012

Jantung Anakku

Usia kandungan Nicole Watson mencapai 20 minggu ketika semua ini mulai terjadi. Dia menjalani rutinitas kontrol kandungan seperti biasa ketika dokternya memberitahunya bahwa ada yang tidak beres dengan jantung bayinya. Setelah berkonsultasi dengan beberapa dokter ahli, termasuk seorang kardiologis, ia mendapati bahwa bayinya mengalami sindrom hypoplastic pada jantung kirinya (dimana jantung sebelah kirinya tidak berkembang dengan semestinya). Sang kardiologis menyarankan Nicole untuk mempertimbangkan aborsi.

Nicole memiliki 2 pilihan lain. Yang pertama adalah terus mempertahankan kehamilannya, membiarkan si bayi mati karena kelainan jantung setelah kelahirannya. Yang kedua adalah melakukan operasi pada si bayi dalam wajtu 72 jam pasca kelahiran. Operasi ini berbahaya bagi bayi yang baru lahir, namun pilihan inilah yang diambil oleh Nicole dan suaminya, Don. Mereka percaya bahwa Tuhan sang Pemberi Kehidupan memiliki rencana yang istimewa bagi bayi mereka, Sam.

Berjalan Melewati Api
Ketika saya mengobrol dengan Nicole, saya merasakan hasrat dan antusiasmenya terhadap TUhan menular pada saya. “12 bulan sebelum saya hamil Sam, Tuhan telah mulai masuk dalam kehidupan kami,” kata Nicole. “Iman kami suam-suam kuku . . . kami menerimaNya dengan konsep kami sendiri, bukan dengan caraNya. Bagaimanapun juga, saat itu, kami tidak terlalu sadar akan hal ini. Kami tidak terlalu aktif untuk mencariNya dalam setiap keputusan yang kami ambil.”

Tuhan terus berusaha menjangkau Nicole, yang mulai lebih sering membaca Alkitab. Merasa yakin akanNya, Nicole memutuskan untuk memberi dirinya dibaptis. Hubungannya dengan Tuhan mulai bertumbuh dan berubah setelahnya.

Walaupun Nicole dan Don tidak menyadari apa yang akan terjadi dalam kehidupan mereka, ia [Nicole] yakin bahwa Tuhan mengetahui semuanya dan telah mempersiapkan mereka untuk itu semua. Nicole memiliki ayat favorit dalam Yeremia 29:11: “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” Dan janjiNya ini sedang menanti untuk digenapi.

Sebelum Sam didiagnosa memiliki penyakit langka ini, Nicole mendapat sebuah mimpi, dan melaluinya, dia yakin bahwa Tuhan ingin menunjukkan padanya bahwa melalui masa-masa sulit yang ada di hadapannya Tuhan akan selalu menyertainya. Mimpi itu melibatkan keluarganya yang berjalan melalui api, yang mana, walaupun sangat menakutkan, memiliki pesan khusus: “Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau.” (Yesaya 43:2).

Beberapa orang berkata bahwa iman akan Tuhan menuntut kepercayaan dan menunggu TUhan untuk bertindak. Namun bagi Nicole, Yakobus 2:14,17, paling tepat menjelaskan arti kata “iman” :” Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia? . . . Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.”
Nicole sangat berhati-hati, ia tidak mau membatasi Tuhan. Selama mengandung, pada awalnya, ia percaya bahwa Tuhan akan menyembuhkan jantung Sam. Kapan dan dimana tepatnya, ia masih tidak tahu, namun ia menindaklanjutinya dengan iman dan selalu berhati-hati untuk selalu berbicara dengan positif mengenai Sam.

Menghujani Surga
Karena rumah sakit anak terdekat yang dapat melakukan operasi itu berjarak 900 mil dari rumah mereka, maka mereka memutuskan untuk pindah rumah selama 5 bulan.

Perpindahan itu menuntut mereka untuk tetap membayar hipotek rumah mereka, di samping pembayaran berlanjut yang dibutuhkan untuk perjalanan dan akomodasi di dekat rumah sakit. Don pun mengambil cuti dari pekerjaannya, lalu mereka berkemas dan berangkat, meninggalkan semua jaringan dukungan keluarga dan teman-teman dan kawasan rumah mereka yang sudah begitu dekat di hati. Dan TUhan menyediakan segalanya, menjawab setiap doa, termasuk pertolongan financial dan pertolongan-pertolongan yang murah hati dari orang lain.

Sam dilahirkan melalui operasi Caesar dan menjalani operasi pertamanya kurang dari 48 jam sesudahnya. Karena ia bahkan tidak cukup kuat untuk minum, dia makan melalui selang selama 4 bulan pertama masa hidupnya. Saat ia berusia 4 bulan, ia menjalani operasi jantung yang ke dua. Dan tak lama setelah operasi itu, keluarga ini kembali ke rumah mereka dengan Sam yang sudah cukup kuat untuk minum dari botol beberapa hari kemudian. Semua perkembangannya berjalan dengan baik.

Lalu pada usia 1 th, Sam mengalami stroke yang disebabkan oleh sebuah gumpalan darah di otaknya, itu menyebabkan tangan kirinya lumpuh. Nicole pun menghujani Surga dengan doa-doa nya. Dalam waktu 3 jam, Sam dapat menggunakan tangan kirinya kembali. Hasil scan tidak menunjukkan adanya gumpalan tersebut, sampai-sampai si dokter pun begitu kagum atas kesembuhan Sam ini.

Nicole berkata, ia dan suaminya memiliki “perasaan damai yang melingkupi mereka” semasa menjalani pengalaman ini. “Kami tidak memiliki apa-apa, selain Tuhan. Ada masanya ketika saya begitu putus asa untuk berdoa, namun ada orang-orang lain yang membantu kami untuk berdoa. Saya menangis—saya mengalami masa-masa yang sulit—saya hanya berpegang erat pada jubahNya.”

Bagi Nicole, kemuliaan Allah bersinar paling terang saat kita berada dalam puncak kelemahan dan mulai hancur. Dia beranggapan bahwa menunjukkan kemanusiawian kita dan emosi kita, termasuk berkata jujur pada Tuhan, bahkan jika itu berarti mengekspresikan kemarahan dan rasa frustrasi kita pada Tuhan bukanlah suatu hal yang memalukan.

“Tuhan dan saya memiliki percakapan yang gamblang dan terbuka,” katanya. “Dan semua percakapan itu selalu berakhir dengan saya menangis dan memintaNya untuk mengambil semua kemarahan itu dan memafkan saya. Allah cukup esa untuk mengambil semua kemarahan dan rasa sakit hati itu.”
Selama masa-masa sulit itu, iman dan kepercayaan Nicole pada Tuhan tidaklah goyah. Sebaliknya, justru iman itu semakin bertumbuh. Segala kepercayaan terhadap dirinya sendiri sudah hancur, dan dan hal-hal yang dulunya menggangu baginya sekarang menjadi tidak terlalu penting lagi untuknya.

Sekarang setelah ia merasakan bagaimana bergantung sepenuhnya pada TUhan, dia tidak mau berbalik lagi. Jadi ia dan Don sepakat untuk berusaha bersama untuk mencari TUhan setiap hari.

Sebuah Janji Keluarga
3 tahun berlalu, kehidupan keluarga Watson telah kembali normal. Sam berumur 3 tahun dan kakak laki-lakinya Jack berumur 5 tahun. Sam terus pergi kontrol ke kardiologisnya setiap 6 bulan sekali dan masih dalam pengobatan. Jantungnya telah berfungsi jauh lebih baik dari sebelumnya, disamping kenyataan bahwa Sam ada di usia yang kemungkinan membutuhkan operasi lebih jauh.

“Membesarkan Sam merupakan sebuah kebahagian yang luar biasa,” Kata Nicole. “Dia memiliki kepribadian yang sangat pendiam namun mandiri. Dia banyak berbicara dan telah mengajarkan begitu banyak hal pada kami. Yesus sangatlah nyata baginya.”

Nicole menyarankan para keluarga lain yang sedang mengalami masa-masa sulit untuk mencari Tuhan dan mempelajari alkitab mereka untuk mencari janji-janji khusus bagi mereka dan keluarga mereka. Dia mendapati bahwa ketika ia memercayai janji-janji Alkitab dan memasukkannya dalam kehidupan keluarganya, ada suatu kedamaian yang datang dan menyediakan jalan bagi Tuhan untuk campur tangan.

Dan ia yakin bahwa iman yang sama akan dapat membawa Anda melalui setiap pencobaan yang diijinkan Tuhan untuk hadir dalam kehidupan Anda.

Sumber: Akhirzaman.org

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan menuliskan komentar Anda. Kami akan segera menanggapinya. Terimakasih, Tuhan memberkati.