googleb2757ebb443295f5 Masa Depan Cerah: Kimiawi Darah #12: Kelahiran Suci dan Ketidakberdosaan Yesus

Kamis, 22 Maret 2012

Kimiawi Darah #12: Kelahiran Suci dan Ketidakberdosaan Yesus

Matius 1:18-20 Wahyu 1:5
[18]Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami istri. [19]Karena Yusuf suaminya, seorang yang tutus hati dan tidak mau mencemarkan nama istrinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. [20]Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: 'Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai istrimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.'


[22]Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: [23] Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel'-- yang berarti: Allah menyertai kita. Matius 1:22-23.

Kedengarannya aneh, namun sebenarnya tidak, sehingga dengan catatan yang sejelas ini tidak seorang pun yang dapat menyangkal bahwa Alkitab mengajarkan tentang Kelahiran Suci. Kita dapat mengerti bagaimana seseorang bisa menolak cerita di dalam Alkitab, tetapi bagaimana seseorang dapat berkata bahwa Alkitab tidak mengajarkan bahwa seorang anak dara telah melahirkan tanpa dibuahi.

Dengan jelas Alkitab mengajarkan bahwa Yesus di-kandung dalam rahim seorang anak dara Yahudi dari Roh Kudus, kudus dan terpisah dari keturunan nenek moyang manusia. Alkitab menunjukkan begitu jelas bahwa tidak ada alasan bagi orang percaya untuk menyangkalnya. catatan ini tidak dapat disalahkan oleh para pelajar Alkitab yang serius dan teliti.

KETIDAK BERDOSAAN YESUS

Alkitab juga mengajarkan bahwa Yesus adalah seorang manusia yang tidak berdosa. Sebaliknya, semua manusia dari Adam sampai hari ini dilahirkan dengan mewarisi sifat keberdosaan Adam, sehingga merupakan subyek bagi kutuk dan kematian kekal. Tetapi Manusia Yesus tidak berdosa dan karena itu Ia tidak bisa mati, sampai saat Ia memikul dosa seluruh manusia di dalam diri-Nya dan mati bagi mereka.

Allah telah menjadikan seluruh umat manusia di bumi ini dari satu orang. Karena itu, walaupun Yesus menjadi manusia, la tetap tidak berdosa selama darah yang mengandung dosa tidak terdapat di dalam tubuh-Nya. Allah telah menyediakan jalan di mana Yesus dapat menjadi manusia yang sempurna namun tidak memiliki darah yang mengandung dosa manusia. Itulah masalah yang diselesaikan melalui kelahiran suci.

Klik disini untuk melanjutkan membaca Kimiawi Darah #13: Asal-usul darah

Sumber:
Buku saku “KIMIAWI DARAH” oleh M.R. DeHaan, M. D.
penuai.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan menuliskan komentar Anda. Kami akan segera menanggapinya. Terimakasih, Tuhan memberkati.