googleb2757ebb443295f5 Masa Depan Cerah: Kimiawi darah #13: Asal-usul darah

Senin, 26 Maret 2012

Kimiawi darah #13: Asal-usul darah

Sekarang ini diketahui dengan pasti bahwa darah yang mengalir di dalam arteri seorang bagi yang masih ada di dalam kandungan tidak berasal dari si ibu, tetapi dihasilkan di dalam tubuh fetus. Namun ini terjadi hanya setelah sel sperma membuahi sel telur dan fetus mulai terbentuk, lalu muncullah darah. Sebagai ilustrasi yang sangat sederhana untuk menjelaskan hal ini, perhatikan telur seekor ayam.

Sebutir telur yang tidak dibuahi ber¬asal dari sel telur yang ukurannya sedikit lebih besar dari sel telur manusia. Saudara mungkin bisa mengerami telur yang tidak dibuahi ini, tetapi ia tidak akan berkembang. Ia akan segera kering, namun tidak akan menghasilkan anak ayam.

Tetapi coba biarkan telur itu dibuahi dengan cara mempertemukannya dengan sel sperma jantan, maka pengeraman akan membawa kepada terbentuknya kehidupan di dalam embrio. Setelah beberapa jam akan tampak perkembangannya. Dalam beberapa waktu lapisan merah akan pecah yang menunjukkan munculnya darah. Dan nyawa ada di dalam darah sesuai dengan apa yang dituliskan di dalam Alkitab, seperti yang difirman¬kan kepada Musa,

[11]Karena nyawa mahluk ada di dalam darahnya. Imamat 17:11
[14]Karena darah itulah nyawa segala makhluk. Imamat 17:14


TIDAK MENGANDUNG DARAH IBU

Tidak ada gunanya setetes darah diberikan untuk mengembangkan embrio di dalam rahim seorang ibu. Demikian pandangan para ahli. Ibu menyediakan bagi fetus (janin bayi yang belum lahir), zat-zat makanan untuk pertumbuhan tubuh fetus itu ada di dalam rahim¬nya, tetapi darah yang ada di dalam tubuh fetus itu di¬hasilkan oleh embrio itu sendiri.

Sejak masa pembuahan sampai lahirnya bayi, tidak setetes darah pun yang dialir-kan dari si ibu kepada bayinya. Plasenta, suatu jaringan yang lebih dikenal dengan Hama 'Uri/Lembuni,' yang membentuk setang antara si ibu dengan bayinya. Plasenta terbentuk dengan begitu sempurna sehingga walaupun semua zat makanan yang dapat larut seperti protein, lemak, karbohidrat, garam, mineral, dan juga antibodi mengalir dengan bebas dari si ibu kepada bayinya dan sampah-sampah yang dihasilkan dari metabolisme si bayi dikeluarkan kembali ke sirkulasi si ibu, tidak terjadi pertukaran darah walau setetes pun, dan ini terjadi secara normal.

Darah si bayi itu dihasilkan di dalam tubuh bayi itu sendiri. Si ibu sama sekali tidak menyumbangkan darahnya.

Klik disini untuk melanjutkan membaca Kimiawi Darah #14: Kesaksian para ahli.

Sumber:
Buku saku “KIMIAWI DARAH” oleh M.R. DeHaan, M. D.
penuai.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan menuliskan komentar Anda. Kami akan segera menanggapinya. Terimakasih, Tuhan memberkati.