googleb2757ebb443295f5 Masa Depan Cerah: Kimiawi Darah #4: Semua dipersatukan dan dihubungkan oleh darah

Selasa, 20 Maret 2012

Kimiawi Darah #4: Semua dipersatukan dan dihubungkan oleh darah

Perhatikan, saudaraku, Allah tidak peduli dengan keberadaan diri kita atau kelompok kita dan la tidak tertarik kepada kebenaran, kelebihan, kepercayaan kita, kita diciptakan dari apa, ataupun organisasi kita. Dia ingin saudara mengenal KESATUAN Tubuh Kristus. Tugas kita bukan mendirikan denominasi dan agama-agama baru dari satu kepercayaan lain melainkan untuk memberitakan kebenaran bahwa kita harus dilahirkan kembali, dan tidak peduli saudara berasal dari gereja mana asalkan saudara telah dibasuh oleh darah Kristus yang kudus.

Perlihatkanlah kepada saya, pria atau wanita yang lebih tertarik untuk membawa orang lain menjadi anggota gerejanya daripada memenangkan mereka bagi Kristus, dan saya akan memperlihatkan kepada saudara seseorang yang masih belum tahu akan kuasa dan darah yang mempersatukan dan menyucikan, yang menjadikan kita semua Satu di dalam-Nya, bukan dalam suatu bentuk atau ritual atau model penyembahan, tetapi ke dalam kesatuan yang sungguh untuk mengagungkan Kepala kita, yaitu Tuhan Yesus, dan kita saling mengasihi satu dengan lainnya. Beberapa orang begitu disibukkan untuk mempertahankan doktrin-doktrin dan pandangan sekte-sekte mereka dan memperbanyak anggota gereja mereka, namun mereka tidak pernah memenangkan jiwa bagi Kristus.

SEMUA DIHUBUNGKAN OLEH DARAH

Semua manusia mengandung darah Adam, darah yang penuh dosa dan tercemar, mati dalam pelanggaran¬-pelanggaran dan dosa. Alkitab mengajarkan bahwa,

[26]Dari satu orang saja la (Allah) telah menjadikan semua bangsa dan umat manusia untuk mendiami seluruh muka bumi. Kisah Para Rasul 17:26.

Semua manusia memiliki satu 'kesamaan' dengan diri Adam. Semua manusia memiliki hubungan darah dengan Adam, entah mereka itu orang kulit putih atau hitam, Yahudi atau bukan Yahudi, penyembah berhala atau orang terpelajar.

Darah mereka membawa hukuman kematian karena dosa Adam, dan karena alasan inilah semua manusia mengalami kematian, tanpa terkecuali. Ingatlah bahwa nyawa itu ada di dalam darah, dan jika manusia mati berarti darahnya sudah mati. Meskipun kita tidak tahu sifat atau keberadaan buah terlarang, pengetahuan yang baik dan yang jahat, kita tahu bahwa dengan memakannya kita mengalami 'pencemaran darah' dan hal itu membawa kepada kematian. Karena Allah telah berkata:

[17] Janganlah kamu makan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.
Kejadian 2:17.


Begitu kuatnya racun itu sehingga setelah enam ribu tahun, semua keturunan Adam yang dilahirkan masih mengandung racun dosa yang dibawa di dalam darah-nya. Pengulangan dari Kisah penciptaan Adam akan memperjelas kebenaran ini. Kita tahu bahwa Allah men¬ciptakan manusia dari debu tanah. Jadi sebenarnya Adam adalah segumpal tanah liat yang tidak bernyawa. Secara materi, ia hanya terdiri dari debu, yang dibentuk menjadi sesosok tubuh manusia, tetapi tidak bernyawa; ia hanya seperti boneka saja, lalu Alkitab menuliskan bahwa:

[7]Tuhan Allah... menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. Kejadian 2:7.

Nafas Allah menghembuskan sesuatu ke dalam tubuh manusia sehingga membuat manusia itu menjadi makhluk yang hidup. Sesuatu yang dihembuskan itu adalah darah. Sudah pasti demikian. Hal ini tidak bisa disangkal lagi; karena kita telah melihat bahwa nyawa segala makhluk ada di dalam darah dan jika nyawa itu ditambahkan dengan nafas Allah, maka Dia memberikan darah kepada gumpalan tanah liat yang berbentuk manusia, dan manusia itu menjadi makhluk yang hidup. Tubuh Adam berasal dari tanah. Darahnya merupakan pemberian yang terpisah yang berasal dari Allah, karena Allah adalah Hidup dan Ia adalah Pencipta semua makhluk.

Klik disini untuk melanjutkan membaca Kimiawi Darah #5: Dosa, Maut & Kelahiran Suci

Sumber:
Buku saku “KIMIAWI DARAH” oleh M.R. DeHaan, M. D.
penuai.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan menuliskan komentar Anda. Kami akan segera menanggapinya. Terimakasih, Tuhan memberkati.