googleb2757ebb443295f5 Masa Depan Cerah: Kimiawi Darah #8: Sel Darah Putih (Leukosit)

Rabu, 21 Maret 2012

Kimiawi Darah #8: Sel Darah Putih (Leukosit)

Sebagai tambahan bagi sel-sel darah merah di dalam plasma darah, kita menyebutnya sel-sel darah putih, yang dalam bahasa ilmiahnya disebut leukosit. Butiran-butiran ini dinamakan 'sel-sel darah putih' karena warnanya yang tampak pucat atau putih, demikian pula sebaliknya dengan sel-sel darah merah. Sel-sel darah putih ini berukuran agak lebih besar dari sel-sel darah merah, namun jumlahnya lebih sedikit.

Biasanya sel-sel darah putih ini terdapat di dalam konsentrasi ukuran yang berkisar antara empat ribu sampai tujuh ribu per milimeter kubik, sebaliknya sel-sel darah merah berjumlah sekitar empat sampai lima juta. Namun demikian, jumlah sel darah putih ini sangat cepat sekali berkembang (membelah) jika berada dalam keadaan darurat. Ketujuh ribu sel darah putih ini sering disebut sebagai 'tentara tetap'-nya aliran darah.

Ketika terjadi infeksi pada bagian tubuh tertentu dan tubuh diserang oleh 'tentara' pasukan kuman-kuman, berita ini akan segera sampai ke 'pusat' tempat sel darah putih dihasilkan dan dengan segera organ ini meningkatkan produksi jumlah sel darah putih dan kemudian mengirimkannya ke tempat terjadinya infeksi. Kita bisa menyebutnya 'wajib militer tentara putih' pada keadaan darurat. Jumlah sel darah putih menjadi dua kali lipat, lalu tujuh kali lipat, karena sel darah putih adalah 'tentara' tubuh.

Sel-sel darah putih ini memiliki kemampuan yang kuat untuk membunuh kuman-kuman dan menelannya. Jadi, kalau saudara menusuk jari saudara dan mengakibatkan infeksi, saudara akan segera merasakan bengkak di sekitar luka tersebut. Ini tidak lain disebabkan oleh darah yang sedang bekerja di daerah itu dengan membawa 'pasukan-pasukan' kecil, yaitu sel-sel darah putih. Sel-sel darah putih ini mengelilingi pusat infeksi dengan sepenuhnya dan segera mengepung bakteri yang akan menimbulkan masalah. Jutaan 'tentara' musuh ini segera dibunuh dan dikumpulkan pada satu tempat yang biasa terdapat dalam bentuk yang sering kita kenal sebagai 'nanah.'

Jadi, sekarang peperangan telah berubah dan luka yang tadinya berwarna merah dan sakit serta membengkak kini mencapai puncaknva, la telah berhasil dikelilingi dan akhirnya gelembung itu pecah dan nanah segera dikeluarkan. Nanah mengandung serum dan bangkai 'tentara' kuman, jutaan sel darah putih menyerahkan hidupnya untuk berperang habis-habisan bagi tubuh, juga bersamaan dengan kuman yang jumlahnya tidak terhitung banyaknya yang telah dihancurkan oleh sel darah putih.

Ketika 'bangkai' dalam bentuk nanah itu sudah di¬keluarkan, sel darah putih lainnya akan segera masuk untuk membersihkan 'medan pertempuran' dan kemudian membentuk jaringan baru, sehingga luka itu menjadi sembuh dan yang tertinggal hanyalah bekas goresan. Pada saat-saat seperti ini, 'pasukan' sel darah putih akan berkembang dalam jumlah yang sangat besar, tetapi ketika perang telah berakhir mereka akan kembali ke jumlahnya yang normal. Itulah sebabnya mengapa dokter mengambil sedikit sampel darah dari jari tangan saudara untuk mengetahui jumlah darah pada saat sang dokter mengira bahwa telah terjadi infeksi pada tubuh saudara.

Pada kasus radang usus buntu yang diragukan, dokter mengambil sejumlah darah dan kemudian menyelidikinya. Jika sel darah putih berkembang jumlahnya dengan luar biasa dan 'tentara disiagakan' yang ditandai dengan peningkatan jumlah 'pasukan tentara putih,' maka dokter akan segera memastikan bahwa tubuh orang tersebut sedang mengalami infeksi. Dengan kenyataan seperti ini, kita dapat mengerti ucapan Daud ketika ia berkata, "Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib."

Klik disini untuk melanjutkan membaca Kimiawi Darah #9: Dikalahkan Oleh Darah

Sumber:
Buku saku “KIMIAWI DARAH” oleh M.R. DeHaan, M. D.
penuai.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan menuliskan komentar Anda. Kami akan segera menanggapinya. Terimakasih, Tuhan memberkati.