googleb2757ebb443295f5 Masa Depan Cerah: Pendeta Atheis di Gereja Belanda Makin Banyak

Rabu, 07 Maret 2012

Pendeta Atheis di Gereja Belanda Makin Banyak

Pdt. Klaas Hendrikse mengaku dirinya atheis
LAPORAN terbaru yang dikeluarkan oleh Christian Concern for our Nation menunjukkan bahwa satu dari enam pendeta di Gereja Protestan Belanda (PKN) dan enam denominasi lainnya adalah seorang atheis atau agnostik.

Klaas Hendrikse, yang memimpin sebuah gereja PNK di Gorinchem, menulis sebuah buku berjudul Believing in a Non-Existent God yang mendorong gerejanya untuk mempertimbangkan dikeluarkannya dia dari gerejanya tersebut.

Namun, setelah menemukan bahwa pandangan Hendrikse ini ternyata tersebar luas di antara para pendeta di gereja tersebut, gereja pun membatalkan niat mereka.

Dalam salah satu wawancara dengan BBC, Hendrikse mengatakan bahwa ia tidak percaya dengan kehidupan setelah kematian. Ia juga mengatakan bahwa TUHAN adalah "sebuah kata bagi pengalaman, atau pengalaman kemanusiaan." Bahkan, Hendrikse mengatakan bahwa Yesus tidak pernah ada.
Pendeta lain dari gereja yang sama, Kirsten Slattenaar, percaya bahwa Yesus adalah "manusia yang spesial" tetapi bukan Tuhan.

Di Amsterdam, Rikko Voorberg, salah satu pelayan di Gereja Stroom West, mengatakan bahwa gereja harus beradaptasi dengan masyarakat postmodern.

"Gereja harus waspada dengan apa yang sedang terjadi dalam masyarakat. Dibutuhkan perubahan untuk tetap eksis sebagai orang Kristen. Anda tidak bisa berkhotbah tentang surga dengan cara yang sama dengan yang dikhotbahkan 2.000 tahun lalu, dan kita harus memikirkan ulang hal itu. Kita bisa menggunakan kata-kata yang sama tetapi dengan pengucapan yang berbeda sama sekali," kata Voorberg.

Meskipun banyak pendeta semakin atheis dan agnostik, namun orang-orang Kristen di Belanda banyak yang tidak sepaham dengan para pendetanya.

Sytse de Jong, wakil walikota di Staphorst mengatakan, "Ketika kita memasukkan orang-orang ke dalam gereja dengan mengeluarkan Yesus Kristus, maka kita telah kehilangan inti Kekristenan. Maka, kita tidak mereformasi lembaga dan sikap kita, melainkan inti dari pesan kita."

Sumber : http://www.perisai.net

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan menuliskan komentar Anda. Kami akan segera menanggapinya. Terimakasih, Tuhan memberkati.