googleb2757ebb443295f5 Masa Depan Cerah: Apakah orang Kristen dapat kehilangan keselamatan?

Jumat, 13 April 2012

Apakah orang Kristen dapat kehilangan keselamatan?

Berikut ini admin menyajikan tanya jawab dalam forum sarapanpagi.org. Sengaja dihadirkan masih dalam bentuk laporan yang memuat pertanyaan-pertanyaan para penanya dengan maksud mengakomodasi luasnya latar belakang dan persepsi. Sdr. BP (Bagus Pramono) menjadi moderator yang menjawab berbagai pertanyaan.

Tanya:

Saya mengenal bahwa salah satu doktrin utama kerkristenan adalah "salvation by faith in Jesus" yang sifatnya adalah kasih karunia. Dengan demikian, pengkudusan dan ketaatan adalah buah dari keselamatan dan bukan syarat. Saya baru saja membaca beberapa kesaksian dari choo thomas, warga negara amerika serikat yang mengaku pernah mengunjungi neraka dan menyatakan banyak orang kristen tidak taat berakhir di sana. Begitu pula dalam kesaksian kesaksian di elia stories. Bagaimanakah pendapat anda tentang hal ini BP? Apakah kita bisa menyimbulkan bahwa kesaksian mereka berkontradiksi dengan firman Tuhan dan dengan demikian, tidak sah?


Jawab :

Saya akan menjawab seputar pertanyaan "apakah orang Kristen dapat kehilangan keselamatan?". Dan tidak menyinggung kebenaran/ ketidakbenaran "klaim wahyu" yang didapat oleh Mrs. Choo Thomas, dan kesaksian-kesaksian sejenis.

Doktrin keselamatan tidak dapat hilang dianut oleh saudara-saudara kita kalangan Reformed/ Calvinis, bahwa bagi orang-orang yang "dipredestinasi" mereka tidak akan kehilangan keselamatan. Saya menghargai kepercayaan mereka sebagai tanda keimanan yang teguh. Namun, kita perlu juga mencermati bahwa keselamatan itu harus dikerjakan. Nah, apa jadinya jika seseorang tidak mengerjakan keselamatannya?

Keselamatan dan iman itu harus dipertahankan dan tidak disia-siakan oleh manusia, agar jangan sampai hilang...


* Filipi 2:12
"Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah KERJAKAN KESELAMATANMU dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,


* Ibrani 2:3
bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu, yang mula-mula diberitakan oleh Tuhan dan oleh mereka yang telah mendengarnya, kepada kita dengan cara yang dapat dipercayai, sedangkan


* 1 Petrus 2:2
Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,


Bagi saya, ajaran tentang predistinasi ala Calvin itu sebenarnya cukup baik yaitu bahwa seseorang harus yakin bahwa ia benar-benar selamat, tidak meragukan keselamatan yang diperolehnya. Namun, keselamatan itu harus dipertahankan, dengan perkataan lain ia harus berusaha agar jangan "murtad" dan kehilangan keselamatan.

Jika seandainya seseorang sudah ditentukan sebelumnya "selamat" atau "tidak selamat" berarti Yesus Kristus hanya diutus bagi "sebagian" manusia saja. Percuma toh seseorang itu percaya kepada-Nya, jika seandainya ia sudah ditentukan sebelumnya untuk menjadi penghuni neraka.

Saya pernah berdiskusi dengen seorang Calvinis murni perihal doktrin predistinasi ala Calvin, atas pendapat yang mengatakan bahwa jika seseorang itu sudah ditulis namanya di dalam kitab kehidupan, niscaya ia pasti selamat.


coba kaji ayat ini:

* Wahyu 3:5
Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; AKU TIDAK AKAN MENGHAPUS NAMANYA DARI KITAB KEHIDUPAN, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya.


Dengan ayat tsb diatas, maka timbul pertanyaan :

- Apakah ada kemungkinan seseorang tidak menang?
- Apakah jadinya kalau tidak menang ?
- Nama seseorang itu bisa dihapus oleh Yesus Kristus?


Saya rasa Anda dapat menjawabnya sendiri....


Tanya:

Saya jelas tahu bahwa orang yang murtad tentunya akan binasa menurut alkitab. Hal tersebut tidaklah saya tanyakan karena sudah jelas. Yang saya tanyakan adalah apakah orang kristen yang tetap memegang imannya sampai mati dapat masuk neraka jika ia tidak cukup kudus? Karena menurut kesaksian Choo Thomas dan Elia Stories, jawabannya adalah YA.


Jawab:

Baiklah, kita mempunyai pemikiran yang sama tentang kemungkinan "apostasy" (kemurtadan-red) dalam diri orang yang pernah menerima Kristus.

Mengenai Wahyu tentang "akhirat", saya agak enggan berkomentar tentang "klaim wahyu" yang sebenarnya sarat dengan emosional pribadi seseorang. Mengapa saya katakan demikian? Karena saya melihat Mrs Choo, sebagaimana "penginjil wanita lainnya yang demen bicara tentang alam roh", sangat banyak sekali menempatkan "hal-hal duniawi/ragawi" masih ke dalam alam roh, bahkan mengklaim itu sebagai wahyu Allah. Ini sebenarnya berbeda sekali dengan penyampaian Rasul Yohanes ketika ia mendapatkan wahyu, dan menuliskannya ke dalam suatu kitab yang kita kenal dengan Kitab Wahyu.

Kitab Wahyu adalah kitab apokaliptik, yang didalamnya terdapat simbol-simbol. Apa yang ditulis Rasul Yohanes, adalah bukan apa yang dilihatnya, karena alah roh di Surga sana sangat berbeda dengan alam di bumi ini, saya berpendapat "belum tentu" 3 dimensi seperti di dunia ini, entah berapa dimensi.... Untuk itulah Rasul Yohanes hanya dapat menggunakan simbol-simbol, karena apa yang dilihatnya sebenarnya tak terkatakan dengan bahasa manusia. Demikian juga Rasul Paulus, ketika ia diangkat ke langit ke tiga (Firdaus) ia tidak dapat berkata apa-apa untuk melukiskan apa yang ia lihat disana, ia berkata mendengar kata-kata yang tak terkatakan. Ini karena alamnya sama-sekali beda!. Kita bisa melihat orientasi Mrs Choo therhadap kitab Wahyu terlalu harfiah. Ada perbedaan jelas, kalau Rasul Yohanes bicara tentang lambang-lambang, Mrs Choo bicara tentang hal-hal harfiah!

Kalau ada orang-orang semacam Mrs Choo dipercayai sebagai seorang yang menerima Wahyu secara sah dari Allah, silahkan saja orang-orang mempercayainya, namun pandangan saya kepada dia, pengelihatannya terlalu "domestik" khas omongan ibu rumah tangga yang orientasinya yaitu mengenai bangunan rumah, interiornya, permata, dan ungkapan-ungkapan yang sifatnya domestik lainnya..Dan kita sudah melihat banyak klaim wahyu semacam ini, sebagaimana yang "katanya" Mary Baxter, membuat orang-orang itu menjadi terkenal secara tiba-tiba dan tentu "make money"....


Tanya:

Yang saya tanyakan adalah apakah orang kristen yang tetap memegang imannya sampai mati dapat masuk neraka jika ia tidak cukup kudus? Karena menurut kesaksian Choo Thomas dan Elia Stories, jawabannya adalah YA. Namun saya juga menyadari bahwa tidak ada satu manusia pun yang dapat memuaskan standar kekudusan Tuhan (100%) walaupun setelah orang tersebut dibabtis dan dibimbing oleh Roh Kudus (kecuali Yesus tentunya). Mohon tidak dibingungkan dengan kemurtadan/apostasy Pertanyaan saya adalah: Apakah standar kekudusan/ketaatan berpengaruh dalam selamat tidaknya seseorang yang sudah memiliki iman fiducia terhadap Yesus yang diwahyukan dalam alkitab?


Jawab:

Tuhan Yesus tidak banyak menuntut sebuah standard kekudusan sebagai syarat keselamatan, sebaliknya permintaanNya sangat simple PERCAYA dan ENGKAU AKAN SELAMAT!

Mari kita lihat Alkitab kita lihat dalam Perjanjian Baru berulang-ulang menulis bahwa satu-satunya syarat keselamatan adalah iman (Yohanes 1:12; 3:16,18,36; Kisah 16:31; Roma 3:22,28; 4:1-25; 5:1; Galatia 2:16; 3:1-18; Efesus 2:8,9 dan 1 Yohanes 5:13).


* Yohanes 1:12
Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;


* Yohanes 3:16
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.


* Kisah 16:31
Jawab mereka: "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu."


* Roma 4:5
Tetapi kalau ada orang yang tidak bekerja, namun percaya kepada Dia yang membenarkan orang durhaka, imannya diperhitungkan menjadi kebenaran.


* Galatia 2:16
Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: "tidak ada seorangpun yang dibenarkan" oleh karena melakukan hukum Taurat.


* Efesus 2:8
Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah


Dasar dari keselamatan kita adalah karya penebusan Yesus Kristus. Sedangkan syaratnya adalah respon dengan iman.

Mrs Choo menambahkan syarat "amal-ibadah", misalnya perbuatan A yang baik di dunia, akan dapat membangun fondasi di rumah kita di surga misalnya. Ini tentu "tidak Alkitabiah", meski saya dapat menerima maksud baik dari apa yang dia katakan, untuk membuat pembacanya giat berbuat baik.... dan namu parahnya ia memberikan peringatan buat orang-orang kristen yang kurang melakukan perbuatan baik, mereka akan mendapat sanksi seolah karya Yesus di kayu salib tidak ada gunanya, dan harus denga konsep "amal-ibadah".

Walaupun ada hal positif yang dia tulis, namun buku yang ditulisnya di-klaim sebagai wahyu dari Allah, kita tentu tidak perlu menerima hal tersebut secara "naif" dan menerima apa saja hal-hal yang berorientasi "domestik" yang dikhayalkannya....


Note :
Mohon maaf bagi penggemar Mrs Choo, jikalau saya harus berkomentar demikian


Tanya:

saya mau ikut tanya dong, lalu bagaimana dgn ayat berikut ini? Ibrani 12:14 Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan.


Jawab:

Sebaiknya dibaca 2 ayat sekaligus:

* Ibrani 12:14-15
12:14 Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan.
12:15 Jagalah supaya jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.


Hubungan antar manusia menjadi semakin baik, apabila sifat dari Allah yang telah melahirbarukan kita itu benar-benar kita pahami dan kita sadar betul bahwa kehadiran kita di tengah-tengah dunia harus mencerminkan sifat-sifat Allah yang baik dalam kehidupan kita sebagai anak-anak Allah. Jangan sampai kelakuan orang-orang Kristen ini menimbulkan "akar pahit" yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.

Berbuat baik, dan memelihara kekudusan tidak menjadi jalan untuk mendapatkan keselamatan tapi merupakan output dari hati yang sudah diubahkan Allah. Kalau berbuat baik untuk mendapatkan pamrih dari Allah itu sama dengan menipu Allah.

Apakah seorang Ayah bisa ditipu anaknya yang berbuat baik (membantu ortu di rumah, mengerjakan PR, dll) hanya karena ingin mendapat hadiah dari Ayahnya? Dan begitu mendapatkan hadiah sang anak akan kembali ke nature aslinya, malas-malasan dan tidak peduli apa kata ortunya?.

Kekudusan adalah sebuah dampak, karena sungguhlah aneh jika kita anak-anak Allah tidak berusaha memelihara kekudusan sebagaimana Allah kita itu kudus. Kekudusan ini adalah hasil dari pembaharuan dari Allah yang akan terus kita pelihara sebagai kesaksian nyata dihadapan banyak orang. Bukan syarat keselamatan, syarat keselamatan hanyalah iman. Dan hidup kudus adalah dampak dari keselamatan itu.


Keselamatan adalah Anugerah :

* 2 Timotius 1:9
LAI TB, Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman
KJV, Who hath saved us, and called us with an holy calling, not according to our works, but according to his own purpose and grace, which was given us in Christ Jesus before the world began,
TR, του σωσαντος ημας και καλεσαντος κλησει αγια ου κατα τα εργα ημων αλλα κατ ιδιαν προθεσιν και χαριν την δοθεισαν ημιν εν χριστω ιησου προ χρονων αιωνιων
Translit Interlinear, tou {yang} sôsantos {menyelamatkan} hêmas {kita} kai {dan} kalesantos {memanggil} klêsei {panggilan} hagia {kudus} ou {tidak} kata {menurut} ta erga {perbuatan} hêmôn {kita} alla {melainkan} kat {menurut} idian {-Nya sendiri} prothesin {maksud} kai {dan} kharin {kasih karunia} tên {yang} dotheisan {diberikan} hêmin {kepada kita} en {di dalam} khristô {Kristus} iêsou {Yesus} pro {sebelum} khronôn {masa} aiôniôn {dunia}


Saya beri contoh saat Yesus Kristus memanggil murid-murid-Nya yang pertama yaitu Petrus, dan lain-lain. Apakah Yesus Kristus memilih para murid berdasarkan perbuatan mereka? Anda tentu dapat menjawabnya.


Ayat-ayat paralel dengan 2 Timotius 1:9 di atas, silakan dikaji perlahan-lahan:

* Roma 3:20
"Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa."

* Roma 9:11
"Sebab waktu anak-anak itu belum dilahirkan dan belum melakukan yang baik atau yang jahat, -supaya rencana Allah tentang pemilihan-Nya diteguhkan, bukan berdasarkan perbuatan, tetapi berdasarkan panggilan-Nya"

* Roma 11:5-6
"Demikian juga pada waktu ini ada tinggal suatu sisa, menurut pilihan kasih karunia. Tetapi jika hal itu terjadi karena kasih karunia, maka bukan lagi karena perbuatan, sebab jika tidak demikian, maka kasih karunia itu bukan lagi kasih karunia."

* Efesus 2:9
"itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri."

* Titus 3:5
"pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,"


Perbuatan-baik tidak bisa 'membeli keselamatan' :

keselamatan hanya oleh 'darah-Yesus'. Dan setiap orang yang percaya memperoleh 'anugerah-keselamatan' itu.

Apakah itu berarti perbuatan baik tidak ada gunanya? O tetap ada donk. Tetapi posisinya harus benar, yaitu perbuatan baik yg keluar ( buah) dari keselamatan tsb. Itulah yg ditegaskan oleh rasul Paulus. Ketika dia menegaskan kebinasaan semua manusia karena dosa (Efesus 2:1-3), selanjutnya dia mengumandangkan 'lagu kasih' di ayat 4-7.

Setelah itu, Paulus melanjutkannya dengan lagu "Bukan karena kebaikanku... semua hanya anugerahNya" (ayat 8-9).

Akhirnya Paulus menegaskan supaya orang yg telah mengalami kasih dan anugerah itu giat berbuat baik (ayat 10).


*Efesus 2:1-10
2:1 Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.
2:2 Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka.
2:3 Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain.
2:4 Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita,
2:5 telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita -- oleh kasih karunia kamu diselamatkan --
2:6 dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga,
2:7 supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus.
2:8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,
2:9 itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.
2:10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.


Perbuatan baik tetap ditutut kepada semua umat Allah, terlebih ketika kita telah menerima 'benih ilahi' dan dimateraikan sebagai anak-anak-Allah. Maka, 'nature' Allah yang baik itu ada dalam diri kita. Demikianlah juga kita dapat menerapkan juga Ibrani 12:14-15 bahwa "mengejar kekudusan" bukan sebagai syarat keselamatan, tetapi sebuah dampak dan wujud ucapan syukur kita kepada Allah atas keselamatan yang kita telah terima, sebagaimana penulis Ibrani melanjutkan nasehatnya dalam pasal yang sama sbb:


* Ibrani 12:28
Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut.


Jelaslah kita dapat mengerti bahwa perbuatan baik dan menjaga kekudusan adalah wujud ucapan syukur kita kepada Allah.


Tanya:

lalu bagaimana dgn ayat2 berikut ini?

Mat 18:15 "Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali.
Mat 18:16 Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan.
Mat 18:17 Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai.



Jawab:

Seseorang yang sudah menjadi Kristen (dibaptis dan menerima Yesus) masih dapat berbuat dosa, apabila dosa ini dibiarkan dia akan bertambah jauh dari Allah, bahkan dapat meninggalkan Allah (murtad/ menolak Kristus). Nah inilah yang dinasehatkan oleh Yesus Kristus bahwa anak-anak Allah harus saling menguatkan satu dengan yang lain, dan berani menegor agar saudaranya tidak semakin jauh dari Allah.

Yesus Kristus memberikan tahapan-tahapan, bahwa pertama tegoran harus dilakukan secara pribadi (empat mata) jika tidak berhasil harus dibawa permasalahan tsb kepada jenjang yang lebih luas, yaitu kepada jemaat, semua ini mempunyai tujuan bahwa agar seseorang tetap bersatu dalam jemaat yang percaya kepada Allah.

Manusia meski telah menjadi Kristen dan mengimani korban Yesus di kayu salib, karena masih hidup di dunia, ia masih dapat berbuat dosa. Walaupun kita masih orang berdosa sampai kita wafat nanti, Yesus sudah terlebih dahulu mati bagi kita. Bersihnya kita dari dosa bukan karena the absence of sin tapi karena Yesus yang sudah mati di kayu salib.


Tanya:

boleh nanya lagi kan bro.. bagaimana dgn ayat ini

Gal 5:16 Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.
Gal 5:17 Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging--karena keduanya bertentangan--sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.
Gal 5:18 Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat.
Gal 5:19 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,
Gal 5:20 penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,
Gal 5:21 kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu--seperti yang telah kubuat dahulu--bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.
Gal 5:22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
Gal 5:23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.
Gal 5:24 Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.
Gal 5:25 Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh,



Jawab:

Jawabannya seperti diatas, bahwa manusia meski telah menjadi Kristen dan mengimani korban Yesus di kayu salib, karena masih hidup di dunia, ia masih dapat berbuat dosa. Dan ini bukan berarti "the absence of sin".

Rasul Paulus perlu mengajar bahwa manusia yang sudah ditebus harus senantiasa perpandangan pada kehidupan yang seturut dengan Kristus, yaitu menjauhi dosa. Galatia 5:16-25 dituliskan sebagai peringatan bahwa meski manusia itu sudah ditebus, ia dapat melakukan dosa. Dan ini perlu dihindari, sebab dosa-dosa yang disebutkan dalam pasal tsb. Jika perbuatan dosa-dosa yang disebutkan itu tetap dipelihara ini sangat berbahaya sebab orang itu telah menyia-nyiakan keselamatan seperti yang disinggung dalam Ibrani 2:3. Apabila orang yang sudah ditebus itu terus ebrbuat dosa tidak ada ebdanya dengan "orang-orang dunia" maka perbuatannya itu akan dapat menyeret manusia lebih jauh, yaitu murtad kepada Allah.

Pada saat manusia itu menjadi "murtad", ia kehilangan keselamatan itu.

Hal ini selaras dengan nasehat rasul Paulus lainnya yaitu bahwa Keselamatan yang kita peroleh itu bukan dipelihara secara pasif, melainkan aktif, kita harus "mengerjakan" keselamatan dengan takut dan gentar :


* Filipi 2:12
"Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah KERJAKAN KESELAMATANMU dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,


Makna "Takut dan Gentar" dalam ayat diatas, dapat Anda rujuk dengan membaca Artikel : "TAKUT" AKAN TUHAN , di http://www.sarapanpagi.org/post2603.html#p2603


Keselamatan dan iman itu harus dipertahankan dan tidak disia-siakan oleh manusia, agar jangan sampai hilang!

Sumber: sarapanpagi.org

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan menuliskan komentar Anda. Kami akan segera menanggapinya. Terimakasih, Tuhan memberkati.