googleb2757ebb443295f5 Masa Depan Cerah: #6: WRONG ROCK ( Batu yang Keliru )

Senin, 02 April 2012

#6: WRONG ROCK ( Batu yang Keliru )

Lihatlah di antara bangsa-bangsa Dan perhatikanlah, jadilah heran dan Tercengang-cengang, sebab Aku melakukan Suatu pekerjaan dalam zamanmu yang tidak Akan kamu percayai, jika diceritakan
Habakuk 1 : 5


Dari tempat kita dalam hari hari-hari awal di abad ke-21, kita dapat melihat sedikit dari rencana Tuhan. Si “Kekejian yang membawa kebinasaan ( The Abomination that maketh Desolate )” bukan seorang antikris dalam masa depan kita; hal itu adalah sebuah bangunan Agama Islam yang telah berdiri di Gunung Moria selama lebih dari 1300 tahun. Tetapi seperti yang dikatakan Habakuk diatas, kita tidak dapat mempercayai-Nya jika Dia memberitahukan sesuatu kepada kita yang berhubungan dengan masa depan, dan sekarang apa yang kita dapat lihat atas hal itu, kita akan sangat sulit mempercayainya.


LOKASI BAIT SUCI SALOMO

Ke-1290 hari dari Daniel, ketika diinterpretasikan sebagai tahun, yang ternyata sangat sesuai dengan suatu peristiwa dalam sejarah adalah tidak cukup bukti untuk membuktikan bahwa semua nubuatan “hari” seharusnya dipahami sebagai tahun - bahkan ketika 1290 hari tepat pada suatu peristiwa yang luar biasa sebagai pembangunan dari the Dome of the Rock di gunung Moria, yang sesuai dengan tahunnya. Bagaimanapun, dalam 70 masa Daniel, kita melihat bahwa 69 dari masa tersebut adalah sungguh-sungguh penggenapan dalam hitungan tahun yang digenapi pada salib. Sejak ada suatu sistem waktu nubuatan dari Tuhan yang digunakan pada salah satu bagian Firman Tuhan, bukankah tidak diperlukan lagi firman-firman yang mengesahkan untuk merubah metode kita dalam menterjemahkan jika kita melihat nubuatan mengenai hari pada bagian lain ?

Bukankah hal ini akan menjadi tidak pantas untuk melepaskan sistem yang diperintahkan oleh firman yang suci yang telah terbukti bekerja dengan baik dan mencoba untuk menginterpretasikan “hari” dengan beberapa cara lain, khususnya sejak hal itu akan bertentangan dengan, saya memberikan kalian " satu hari untuk satu tahun " ? Tentu saja, agar tetap sama dengan Firman, kita pada akhirnya harus melihat kemungkinan lain dari sejarah hari-tahun yang memenuhi kriteria tersebut dalam nubuatan “hari“ yang lain dalam Alkitab.


Mari kita mulai dengan mencari tahu dimana tempat lokasi yang sebenarnya dari Bait Suci. Adalah sudah menjadi kepercayaan yang umum bahwa Bait Suci berdiri pada tempat yang sekarang menjadi lokasi dari Dome of the Rock Agama Islam, tetapi baik Firman dan arkeologi ternyata tidak mendukung pandangan tersebut. Mari kita melihat apa yang dikatakan Alkitab mengenai dimana Bait Suci dibangun...

2 Taw 3:1 “ Salomo mulai mendirikan Rumah Tuhan di Yerusalem di gunung Moria, dimana Tuhan menampakkan diri kepada Daud, ayahnya, ditempat yang ditetapkan Daud, yakni di tempat pengirikan Ornan, orang Yebus itu.”

Sekarang saya bukan seorang petani, jadi saya tidak menyatakan bahwa saya mengetahui banyak mengenai menebah biji-bijian, bagaimanapun, kalian dapat menemukan gambar-gambar apa yang digunakan ketika para petani menebah biji-bijian pada waktu jaman dahulu. Para petani juga memakai binatang-binatang yang dipasang alat-alat menebah atau mereka berdiri disekitar area yang datar yang biasa disebut lantai tebah dimana kemudian mereka secara manual memukul biji-bijan agar terlepas dari kulitnya. Mereka masih melakukan hal yang sama pada banyak tempat di negara-negara dunia ketiga. Tetapi tanpa peduli dengan cara yang mereka pakai, lantai tebah seharusnya adalah suatu tempat yang benar-benar datar dan lebih disukai di bukit yang berangin dimana angin akan meniup kulit sehingga terlepas.

Sekarang as-Sakhra, bebatuan yang ada di the Dome of The Rock dibangun adalah sesungguhnya berada di atas sebuah bukit, tetapi tidak ada petani dengan otak yang waras akan ingin mencoba menebah disana, sebab as-Sakhra adalah sangat kasar seperti sebuah batang jagung. Setiap petani akan memilih batu yang datar, pada ketinggian yang sama, pada bukit yang sama, yang hanya berjarak 300 kaki ke utara. Jadi tanpa bantuan arkeologis, dari Firman sendiri, 2 Taw 3:1, kita dapat mengetahui lokasi yang benar dari Bait Suci.

Sekarang biarkan periuk maju ke depan 1100 tahun dan membayangkan diri kita sendiri berada di pulau kecil Patmos pada akhir abad ke-1, mencari dunia melalui mata dari Rasul Yohanes seperti saat dia menulis kitab Wahyu. Hal ini kira-kira 70 tahun setelah Yesus disalibkan, Bangsa Yahudi telah sekali lagi memberontak melawan Roma seperti yang telah pernah mereka lakukan sekali pada tahun 65 M. Pasukan Roma silih berganti dikirim ke Tanah Suci untuk menumpas pemberontakan yang terus berlanjut. Karena kehilangan kesabaran, Roma akhirnya mengirimkan jenderal terbaiknya untuk menundukkan Yerusalem dan seluruh kota hampir dihancurkan. Diperkirakan 1.000.000 orang Yahudi dibunuh dengan pedang dan disiksa dan Bait Suci kedua yang indah dihancurkan sampai rata dengan tanah. Dibutuhkan waktu 45 tahun untuk membangunnya, tetapi batu demi batu dilemparkan ke lembah Tyropoen dan Kidron seperti yang telah dinubuatkan Yesus 37 tahun sebelumnya : ”tidak ada satu batupun yang akan tersisa.” Nubuatan-Nya mengenai penghancuran yang akan datang dicatat dalam tiga tempat, Mat. 24:2, Mark. 13:2 dan Luk. 21:6.


Orang-orang Kristen di kota Yerusalem mengingat nubuatan Tuhan Yesus tersebut, jadi sebelum kota benar-benar dihancurkan, mereka meninggalkan Yerusalem dengan tergesa-gesa. Catatan gereja mula-mula memastikan bahwa tidak ada orang Kristen yang tertinggal di kota dan bahwa tidak ada orang Kristen hidup yang hilang sebagai akibat dari pembantaian. Penghancuran Bait Suci begitu sempuna, sehingga kenangan dan ingatan mengenai lokasi yang tepat dari bait Suci kemudian hilang. Lalu, kecuali untuk waktu yang singkat berdiri Kuil Jupiter, Bait Suci rumah Tuhan tetap dalam kondisi puing-puing dan rata dengan tanah hampir selama 600 tahun (Menurut Tacitus, kota dipenuhi dengan 600.000 pendatang. Setelah lima bulan, tembok-tembok diruntuhkan, Bait Suci dibakar, dan seluruh kota jatuh di bawah pedang. Josephus menyatakan bahwa 1 juta orang Yahudi di bunuh dan 95 ribu menjadi tawanan. Henry Halley, Halley’s Bible Handbook [ Grand Rapids, MI, Zondervan, 1965 ], hal 655-656. Eusibius menulis, “ Pada bagian yang lain, jemaat gereja Yerusalem, yang dipimpin oleh oracle yang mengetahui wahyu tersebut kemudian meninggalkan kota dan mengungsi dan diam di kota-kota di Perea, yang mereka sebut Pella.” Ecclesiasical History, Book 3, v. 5. In, 3-4).

Dan kemudian pada tahun 685 M, gubernur pemerintah Islam di Yerusalem, salah satu kalifah Abd el Malik ibn Marwan, mulai membersihkan gunung Bait Suci. Dia memakai penduduk lokal untuk melaksanakannya, termasuk orang-orang Kristen dan Yahudi yang masih tinggal dalam kota. Ketika batu dalam tanah terbuka, mereka menemukan dua batu padat yang muncul menjorok yang berjarak 300 kaki satu sama lain. Satu di utara mereka namakan “as-Sakhra” ( Menurut tradisi Agama Islam, as-Sakhra adalah batu dimana nabi Muhammad tiba-tiba diangkat ke surga, Bagaimana hal ini mempengaruhi secara spiritual, bahwa mereka membangun diatas batu yang salah. Muhammad janganlah dianggap sebagai hanya nabi kecil; dia dan pengikutnya telah mengubah mengenai siapa yang harus disembah di Bukit Bait Suci untuk selama lebih 1300 tahun dan masih berlanjut sampai hari ini ) dan diatas as-Sakhra mereka membangun memorial untuk Muhammad, the Dome of the Rock, pembangunan yang sebenarnya dimulai pada tahun 688 M. Kalian masih ingat dengan angka-angka dari bab sebelumnya :

1290 Nubuatan Tahun Perjanjian Lama ( 1271.5 Tahun Matahari )

sesudah tahun 583 M adalah tahun 688 M
583 - 1271.34 = 688.66

Diatas bebatuan yang menjorok lainnya – sebuah batu yang datar yang tidak biasa ke arah utara dan tepat dari barat as-Sakhra – satu kubah kecil yang mengesankan di bangun mereka yang dinamakan mereka dengan tepat “The Dome of the Spirits,” atau “The Dome of The Tablets.” Yang pasti pada waktu itu tidak ada ilmuwan atau arkeolog, tebak apa yang terjadi ?

Orang-orang Muslim membangun the Dome of The Rock pada Batu yang Salah !

Sekarang saya tidak bisa membayangkan apa yang kalian rasakan ketika membaca kalimat diatas, tetapi saya ingat dengan jelas perasaan saya 30 tahun yang lalu ketika saya pertama kali memahami hal tersebut. Saya duduk di depan meja, terpesona dan terkejut untuk sementara waktu, menyondongkan badan ke belakang dan tertawa terbahak-bahak. Saya baca lagi firman dan data-data arkeologi, lagi dan lagi, memuji Tuhan. Batu yang dimana mereka dirikan bangunan, as-Sakhra, tidak memiliki sejarah atau kepentingan spiritual apapun juga. The Dome of the Rock tepat berada di tengah dari apa yang dikenal sebagai pelataran bangsa-bangsa lain. Bahkan secara seremonial, budak Kanaan diijinkan untuk berada di pelataran tersebut. Kalian tidak perlu untuk menjadi seorang imam, atau seorang Lewi atau bahkan seorang Yahudi untuk berada disitu.

The House of The Lord ( Rumah Tuhan ), yang untuk masuk kedalamnya hanya anak-anak dan keturunan dari Harun, berdiri diatas batu kecil yang datar kira-kira 300 kaki sebelah utara dari posisi the Dome. Kita tahu dengan tepat dimana Bait Suci berdiri disebabkan dari lubang-lubang yang digali di dataran sebagai tempat untuk benda suci ( Orang-orang Ibrani memiliki dua unit pengukuran : benda kuno yang biasa { the ordinary cubit } kira-kira 18 in., dan sebuah benda kuno yang suci { a sacred cubit }, “ a cubit and a span “ kira-kira 21 ½ in. Benda Suci hanya digunakan dalam Bait Suci ) . Benda suci hanya digunakan dalam Bait Suci itu sendiri, dan dari lubang-lubang tersebutlah yang menunjukkan dengan tepat sasaran dari lokasi The House of The Lord ( Rumah Tuhan ).

The Kodesh Ha-Kodashim atau Ruangan Maha Suci ( Holy of Holies ), berada langsung diatas batu kecil yang lain ( little flat rock ) [ diterangkan sebagai “Dome of the Tablets” dalam ilustrasi di hal…]. Diliputi dalam Shekinah Glory, batu datar tersebut adalah tempat diletakkannya Tabut Perjanjian : “ Tempat Tuhan berdiam dan tempat kaki-Nya berpijak selama-lamanya. “ Tempat tersebut tepat berada di sebuah jalur Timur – Barat dengan The Golden Gate. Gerbang yang mana Tuhan Yesus berjalan dengan cara-Nya untuk mengajar di Bait Suci. Sekarang, untuk pertama kalinya, kita dapat memahami dengan jelas maksud dari ayat yang membingungkan dalam Yehezkiel :

Yeh 42 : 20 “ Keempat sisinya diukur. Sekeliling lingkungan itu ada tembok: panjangnya limaratus hasta dan lebarnya limaratus hasta, utuk memisahkan yang kudus dari yang tidak kudus “

Dinding spiritual yang menjadi pemisah, kemungkinan dijaga oleh malaikat-malaikat suci, yang berdiri diatas gunung bait suci untuk selama lebih 1300 tahun, dan kita tidak dapat melihatnya. The Dome of The Rock terletak 300 kaki sebelah utara dari bait suci. Bangunan besar dari agama Islam sekarang tidak dan tidak akan pernah berdiri diatas lokasi Bait Suci. The Dome telah dan akan selalu ( selama bangunan itu berdiri ) berada tepat di tengah dari pelataran yang ditujukan bagi bangsa-bangsa lain.

42 BULAN

Bukankah hal itu menakjubkan untuk mengetahui bahwa walaupun Bait Suci telah total dihancurkan, ternyata Tuhan tetap menjaga dan melindungi Ruangan Maha Suci milik-Nya dari hal yang menajiskan dengan membuat sebuat tempat yang mengenang tuhan yang palsu dan seorang nabi palsu di atasnya ? Bahkan ada yang lebih penting lagi, jika Kalifa Abd el Malik ibn Marwan tidak membangun pada batu yang salah, adalah menjadi sesuatu yang tidak mungkin bagi kutipan berikutnya dari Kitab Wahyu untuk dipenuhi. Sekarang perhatikan dengan seksama pada bahasanya dan lihat bagaimana tepatnya hal tersebut memenuhi nubuatan tersebut dengan situasi yang ada di Bait Suci pada hari ini :

Wah 11:2 “ Tetapi kecualikan pelataran Bait Suci yang disebelah luar, janganlah engkau mengukurnya, karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan menginjak-injak kota suci empat puluh dua bulan lamanya “

“ Kecualikan pelataran… karena telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain ! “ The Dome of the Rock ada di dalam pelataran, dan hal ini menyangkut struktur bangsa-bangsa lain atau bangsa asing. Jadi sekarang kita telah mengetahui lokasinya. Kemudian kita sendiri membaca bahwa kota Yerusalem akan dkuasai oleh bangsa-bangsa asing selama 42 bulan. Tidak seperti yang biasa di dengar, haruskan 42 bulan diartikan dalam hari dan atau diartikan dalam tahun ? Nubuatan tersebut berhubungan dengan hari-tahun dalam Perjanjian Lama, dan untuk hal ini tidak ada firman lain dimanapun yang dapat mendukung interpretasi yang berbeda dengan ini. Jadi mari sekarang kita melihat data sejarah untuk mencocokkan pemakaian hari-tahun. Kapan nubuatan itu di mulai dan kapan nubuatan itu berakhir ? kita memerlukan latar belakang sejarah.

Pada tanggal 6 Juni 1967, di akhir perang enam hari, Jendral Moshe Dayan dan pasukannya berdiri di depan tembok yang merupakan batu-batu kuno. Bahu mereka berguncang, dan air mata mengalir dari wajah-wajah mereka. Mereka sedang berdiri di Tembok Ratapan di Yerusalem Timur, tempat Suci dimana mereka telah terusir untuk selama berabad-abad lamanya. Mereka menangis untuk berterimaksih kepada Tuhan yang telah merestorasi kota kuno mereka yang dikembalikan kepada mereka. Kemudian secara serentak mereka berjanji, “ Tidak akan pernah lagi kami diusir dari tempat ini. “ untuk pertama kali dalam 2573 tahun, Bangsa Yahudi kembali menguasai tanah suci mereka. Bukankah kejadian yang dicatat dalam sejarah itu merupakan catatan sejarah yang mengakhiri dari “ dan mereka [ bangsa-bangsa ] lain akan menguasai kota suci selama 42 bulan ?” 42 bulan x 30.44 menghasilkan 1278.5 hari (Sebagai Tahun Matahari yang terdiri dari 365.24 hari. Membagi 365.24 hari ke 12 bulan dalam setahun memberikan hasil sebulan sebanyak 30.44 hari) :

1967 M – 1278.5 = 688 M … The Dome of the Rock !


Buka Mata ! Dalam nubuatan 1290 hari dalam Daniel 12, Tuhan membawa kita dari tahun 583 SM, dan sebuah penghentian dari persembahan korban bakaran pada jamannya Daniel, sampai dengan tahun 688 SM berdirinya the Dome of the Rock yang merupakan suatu kekejian yang membinasakan. Kemudian dalam 42 bulan, Tuhan menunjukkan kepada kita keakuratan dari interpretasi hal tersebut. Dia membawa kita pada waktu restorasi dan kembalinya Yerusalem pada tahun 1967 M, kembali tepat ke 688 SM dan sekali lagi the Dome of the Rock.


Jadi kita mengetahui dari kedua nubuatan tersebut yang menujuk pada tahun 688 SM dan bangunan the Dome, sesuai dengan tahunnya. Sebagai akibatnya dari titik pandang Tuhan, pusat kejadian yang mengambil tempat di Yerusalem selama waktu bangsa-bangsa lain adalah dibangunnya sebuah kekejian yang membinasakan di tempat dimana kaki-Nya berpijak. Dan hal ini tidak hanya menggenapi dalam hal tahun. Lihat bagaimana hal ini memenuhi semua kata dalam Firman :

[1] “ Korban bakaran dihentikan ( Sacrifices abolished ) “
[2] “ Kekejian terjadi ( Abomination set up )”
[3] “ Kecualikan bagian pelataran ( leave the court ) “
[4] “ Kota suci akan diinjak-injak bangsa-bangsa lain selama 42 bulan ( holy city tread under
        foot for 42 months ) “

Faktor-faktor yang banyak ini yang datang bersamaan tidaklah dapat hanya sebuah kebetulan secara verbal bukan ? Hal tersebut ditulis sebagai sebuah kebetulan secara statistik bukanlah sesuatu yang beralasan, dan masih ada beberapa pemenuhan nubuatan yang memakai cara pengukuran yang masih sama.

WAKTU KESUSAHAN BAGI YAKUB
Ketika Tuhan tidak mengunci sebuah kitab dan membuka mata kita, Dia melakukan dengan cara ini dan hal ini tidak dapat menjadi sebuah alasan yang membuktikan bahwa sesuatu itu tidak benar. Memakai kembali prinsip hari- tahun, Tuhan kembali memberikan kita bukti diatas bukti :

Wah 12 : 1-5 “ Maka tampaklah suatu tanda besar dilangit: Seorang perempuan berselubung matahari, dengan bulan dibawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang diatas kepalanya. Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan. Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota. Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri dihadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya. Maka ia melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi; tiba-tiba Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya. “

Siapakah wanita ini, dan siapakah anak laki-laki tersebut ? ketika kita membaca keterangan mengenai-Nya, hanya ada satu Pribadi dalam kekekalan yang memenuhi gambaran itu. Siapakah yang akan memerintah segala bangsa dengan gada besi ? ( Wahyu 19:15 “ Dan dari mulut-Nya keluarlah sebilah pedang tajam yang akan memukul segala bangsa. Dan Ia akan menggembalakan mereka dengan gada besi..) . Siapa yang turun dari surga dan siapa yang kembali naik ke surga ? ( Efesus 4:10 “ Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik jauh lebih tinggi dari pada semua langit, untuk memenuhi segala sesuatu.”). Siapa sekarang yang duduk disebelah kanan Tahta Allah ? ( Kolose 3: 1 “ Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang diatas, dimana Kristus ada, duduk disebelah kanan Yahwe.” ) . Tidak ada orang lain, selain Yesus Kristus yang layak. Yang dimaksud perempuan itu adalah Israel, 12 bintang adalah 12 suku. Naga sudah pasti adalah Setan, yang berusaha mengalahkan Yesus di kayu salib, dan bintang-bintang yang jatuh adalah malaikat-malaikat yang jatuh.

Wah 12:6 “ Perempuan itu lari ke padang gurun, dimana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah, supaya ia dipelihara disitu seribu dua ratus enam puluh hari lamanya. “

Selama masa, era atau jaman Kristen, bangsa Yahudi terserak ke segala bangsa. Untuk berabad-abad lamanya bangsa Yahudi terluka dan menderita dari suatu Negara ke Negara lain, menjadi budak, dirampok, disiksa dan dibunuh secara besar-besaran, seperti yang dilakukan pihak NAZI Jerman..... tetapi hal ini tidak akan pernah lagi. Tuhan telah berjanji bahwa bangsa Yahudi tidak akan lagi mengalami penderitaan apapun seperti holocaust yang membunuh 6 juta orang Yahudi atau ada lagi keturunan Abraham yang dibunuh :

Yeremia 30 : 3-8 “ sebab, sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah Firman Tuhan, bahwa Aku akan memulihkan keadaan umat-Ku Israel dan Yehuda - Firman Tuhan – dan Aku akan mengembalikan mereka ke negeri yang telah kuberikan kepada nenek moyang mereka, dan mereka akan memilikinya.” Inilah perkataan – perkataan yang telah difirmankan Tuhan tentang Israel dan tentang Yehuda : “ Sungguh, beginilah firman Tuhan : Telah kami dengar jerit kegentaran, kedahsyatan dan tidak ada damai. Cobalah tanyakan dan selidiki, adakah laki-laki melahirkan ? mengapa setiap laki-laki Kulihat tangannya pada pinggangnya seperti seorang perempuan yang melahirkan ? mengapakah setiap muka berubah menjadi pucat ? Hai, alangkah hebatnya hari itu, tidak ada taranya; itulah waktu kesusahan bagi Yakub, tetapi ia akan diselamatkan dari padanya. Maka pada hari itu, demikianlah Firman Tuhan semesta Alam, Aku akan mematahkan kuk dari tengkuk mereka dan memutuskan tali-tali pengikat mereka, dan mereka tidak akan mengabdi lagi kepada orang-orang asing. “

Apa yang kita dengan mengenai kekejaman yang dilakukan oleh NAZI Jerman di kamp konsentrasi sangat sulit dibayangkan. Disana, ditengah salju yang berangin, berdiri baris demi baris, laki-laki Yahudi, telanjang, tangan mereka didepan melindungi tubuh mereka yang telanjang. Tubuh-tubuh yang menggigil, mati rasa karena dingin, disiksa dan kelaparan. Muka-muka pucat, mereka berjalan sambil menyeret kaki mereka dalam keadaan yang dilupakan. Seperti Anak-Mu yang telanjang di kayu salib dahulu kala, maka sekarang hal itu terjadi kepada bangsa pilihan-Mu, Oh Tuhan.

Tetapi bahwa semua itu telah berlalu sekarang. Masa-masa kesukaran dan penderitaan dari keturunan Yakub telah selesai. Tuhan telah mematahkan kuk yang dipasang setan di leher mereka, dan bangsa Yahudi tidak akan lagi dalam perbudakan.

Yeremia 30 : 7-8, “Hai, alangkah hebatnya hari itu, tidak ada taranya; itulah waktu kesusahan bagi Yakub, tetapi ia akan diselamatkan dari padanya. Maka pada hari itu, demikianlah Firman Tuhan semesta Alam, Aku akan mematahkan kuk dari tengkuk mereka dan memutuskan tali-tali pengikat mereka, dan mereka tidak akan mengabdi lagi kepada orang- orang asing. “

Sejak tahun 1948, bangsa Yahudi tidak lagi tesebar diantara bangsa- bangsa. Pada tanggal 15 Mei tahun itu, Perdana Menteri Israel, David Ben- Gurion, berdiri diatas lantai Knesset (Parlemen) dan mendeklarasikan berdirinya Negara Israel menjadi sebuat Negara yang berdaulat. Ini adalah fakta sejarah yang tidak ada seorangpun bisa hapuskan. Pada tahun 1948, perempuan, Israel, tidak lagi di padang gurun, dan sejak perempuan itu tidak di padang gurun, hal ini memenuhi nubuatan Wah 12: 6.

Sesuai dengan Wahyu 12:6, perempuan, Israel, akan berada di padang gurun selama 1260 hari. Dapatkah ini berarti tahun lagi ? dalam kalimat ini, Tuhan memberikan kepada kita sebuah nubuatan yang tepat tanpa kalkulasi matematika yang pelik ( adalah benar dan tepat untuk memakai 365.24 hari untuk tahun matahari dalam menterjemahkan nubuatan Perjanjian Baru. Dalam jaman Perjanjian Baru, Bangsa Yahudi berada dibawah kekuasaan Roma dan 365.24 hari bangsa Roma adalah yang umum digunakan ). Bahkan anak kelas 2 SD dapat menghitungnya :

1948 – 1260 = 688 … dan sekali lagi tahun berdirinya Dome of The Rock !


Kenapa kita tidak dapat melihat itu sebelumnya ? Tuhan merencanakan memang, seperti, dan bahkan telah memberitahukan kepada kita. Masih ingat dalam Dan 12:9, ketika Tuhan menetapkan bahwa Kitab Daniel akan dimaterai sampai dengan akhir jaman ? Sampai dengan negara baru Israel menjadi sebuah realitas sejarah ( yang dimulainya akhir jaman ) adalah tidak mungkin untuk membuktikan bahwa nubuatan 1290 hari Daniel akan dipenuhi oleh berdirinya bangunan the Dome of the Rock.

Menurut para peramal masa depan, nubuatan-nubuatan “hari” tersebut adalah mengenai juga yang pertama dan setengah yang terakhir dari masa penderitaan besar ( the great tribulation ), tetapi jelas sekali bahwa nubuatan tersebut tidak dimaksudkan untuk memenuhi hal tersebut. Nubuatan-nubuatan tersebut adalah mengenai Orang-Orang Muslim, Orang-Orang Yahudi, Yerusalem dan Kota Suci. Nubuatan-nubuatan tersebut adalah mengenai restorasi atau pemulihan dari orang-orang yang mana Tuhan telah memberikan tanah tersebut untuk pertama kalinya, yaitu keturunan jasmani dari Israel.

Bagaimana mungkin sekarang kita menolak bukti-bukti yang ada di depan mata kita ? pada Bendera Israel, yang berkibar diatas medan pertempuran di Yerusalem dalam tahun yang tepat sesuai dengan nubuatan Tuhan, dan berjuta-juta orang-orang Yahudi telah pulang ke tanah air mereka. Semuanya ini bukan sebuah teologia kebetulan, saudara-saudara, tetapi adalah kenyataan.


Daftar lengkap Ebook Islam di akhir zaman (Klik untuk membaca):

Catatan Penerjemah
Dedikasi
#1: CRIME SCENE (Adegan Kejahatan)
#2: THE DETECTIVE ( Sang Detektif )
#3: WHEN ARE WE ? ( Kita Sekarang berada di jaman apa ? )
#4: 69 WEEKS ( 69 Masa )
#5: 1290 DAYS ( 1290 Hari )
#6: WRONG ROCK ( Batu yang Keliru )
#7: TWO WITNESSES ( Dua Saksi )
#8: TIME, TIMES & A HALF (Satu Masa, Dua Masa dan Setengah Masa)
#9: MOUNTING EVIDENCE ( Bukti Yang Segunung )
#10: LEOPARD – BEAR – LION ( Macan Tutul – Beruang – Singa )
#11: TWO-HORNS ( Dua-Tanduk )
#12: MARK OF THE BEAST ( Tanda dari Binatang )
#13: SCARLET BEAST ( Binatang Merah ungu )
#14: HOUR, DAY, MONTH & YEAR ( Jam, Hari, Bulan & Tahun )
#15: A LITTLE ABOUT RIVETS ( Sedikit Cerita Tentang Paku-Paku )

Atau Klik disini untuk mengunduh versi Ebook/Pdf-nya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan menuliskan komentar Anda. Kami akan segera menanggapinya. Terimakasih, Tuhan memberkati.