googleb2757ebb443295f5 Masa Depan Cerah: Bolehkah seseorang menghakimi orang lain? (Bag. 2)

Jumat, 20 April 2012

Bolehkah seseorang menghakimi orang lain? (Bag. 2)

Pertanyaan “Bolehkah menghakimi?” adalah salah satu teka-teki bagi banyak orang percaya. Ada yang mengatakan dengan keras tidak boleh menghakimi tetapi tetap melakukannya dalam beberapa hal pengambilan keputusan dan penilaian. Namun, ada pula yang membolehkannya dan melakukannya secara membabi buta.

Sebuah pembelajaran dan perenungan yang hati-hati serta berpikiran yang terbuka terhadap Alkitab ternyata menjelaskan bahwa tentang hal-hal penting tertentu, menghakimi itu bukan hanya benar, melainkan juga merupakan tugas positif orang percaya.


ALKITAB MEMERINTAHKAN UNTUK MENGHAKIMI

Tuhan Yesus Kristus memerintahkan, "Hakimilah dengan adil/benar" (Yoh. 7:24). Dia berkata kepada Simon, "Engkau telah menghakimi dengan benar" (Luk. 7:43—KJV). Kepada orang lain, Tuhan kita bertanya, "Mengapakah engkau juga tidak memutuskan/menghakimi sendiri apa yang benar?" (Luk. 12:57).

Rasul Paulus menulis, "Aku berbicara kepadamu sebagai orang-orang yang bijaksana. Pertimbangkanlah (judge—KJV) sendiri apa yang aku katakan!" (1 Kor. 10:15). Sekali lagi, Paulus menyatakan, " Tetapi manusia rohani menilai (judge—KJV) segala sesuatu" (1Kor. 2:15). Jadi sebenarnya, menghakimi adalah tugas positif kita.


GURU PALSU DAN AJARAN PALSU

"Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu!" (Mat. 7:15) adalah peringatan dan perintah Tuhan kita. Tapi bagaimana mungkin kita "waspada" dan bagaimana kita bisa tahu bahwa mereka adalah "nabi-nabi palsu" jika kita tidak menghakimi/menilai mereka? Dan apakah standar yang diberikan dengan Tuhan untuk menilai? "Siapa yang tidak berbicara sesuai dengan PERKATAAN ITU, maka baginya TIDAK terbit fajar" (Yes. 8:20). " Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka," kata Kristus (Mat. 7:16). Dan dalam menilai "buah," kita harus menilai dengan Firman Tuhan, bukan oleh apa yang menarik bagi penalaran kita. Banyak hal tampaknya baik dalam penilaian manusia tetapi ternyata keliru dalam pandangan Firman Allah.

Rasul Paulus menasihati orang-orang percaya, "Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka! Sebab orang-orang demikian tidak melayani Kristus, Tuhan kita, tetapi melayani perut mereka sendiri. Dan dengan kata-kata mereka yang muluk-muluk dan bahasa mereka yang manis mereka menipu orang-orang yang tulus hatinya" (Rm. 16:17-18). Perintah apostolik ini tidak dapat ditaati kalau kita tidak boleh menghakimi. Tuhan ingin kita tahu Firman-Nya dan kemudian menguji semua guru dan pengajaran dengan firman itu. Perhatikan juga bahwa guru-guru palsu itulah yang membuat "perpecahan," dan bukan mereka yang protes terhadap ajaran palsu mereka. Dan penipu ini tidak melayani Kristus, seperti pengakuan mereka, "tetapi melayani perut mereka sendiri," dengan kata-kata dan bahasa yang muluk-muluk. Kita harus "menandai mereka" dan "menghindari mereka."

“Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan” (2Kor. 6:17; baca juga ayat 14-18).

"Jauhilah mereka itu" (2Tim. 3:5). "Supaya kamu menjauhkan diri dari setiap saudara yang tidak melakukan pekerjaannya dan yang tidak menurut ajaran yang telah kamu terima dari kami" (2Tes. 3:6).

"Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu" (Ef. 5:11)

"Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik" (Rm. 12:9).

" Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik" (1Tes. 5:21)

Tampaknya, tidak mungkin untuk mematuhi perintah Firman Tuhan ini kecuali itu diperbolehkan untuk menghakimi. Dan ingat, tidak ada yang "baik" di hadapan Allah yang ternyata tidak benar sesuai FirmanNya.

Rasul Yohanes menulis, “Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia” (1Yoh. 4:1). Sekali lagi ia menulis, "Sebab banyak penyesat telah muncul dan pergi ke seluruh dunia, yang tidak mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia. Itu adalah si penyesat dan antikristus ... Jikalau seorang datang kepadamu dan ia tidak membawa ajaran ini, janganlah kamu menerima dia di dalam rumahmu dan janganlah memberi salam kepadanya. Sebab barangsiapa memberi salam kepadanya, ia mendapat bagian dalam perbuatannya yang jahat" (2 Yoh. 7, 10-11). Kitab Suci memerintahkan kita untuk menghakimi antara mereka yang melakukan dan mereka yang tidak membawa ajaran Kristus yang sejati.

Setiap kali seorang anak Allah memberikan kontribusi keuangan kepada denominasi yang mendukung misionaris atau pengajar-pengajar Modernisme, ia berdosa di hadapan Allah, menurut Kitab Suci ini. Dan ia, dengan demikian, menjadi "pengikut" mereka dalam "perbuatan jahat" dalam menyebarkan racun yang menghancurkan jiwa. Sungguh mengerikan, tetapi itulah kebenaran! Bangkitlah, anak Allah. Jika Anda merasa berdosa demikian, mintalah Allah untuk mengampuni Anda dan membantu Anda untuk tidak pernah lagi menyesatkan jiwa-jiwa yang untuk mereka Kristus telah mati. Ketika kita rela menderita bagi Kristus, kita dapat dengan mudah melihat kebenaran Firman Tuhan mengenai hal ini. "Jika kita bertekun, kita pun akan ikut memerintah dengan Dia; jika kita menyangkal Dia, Dia pun akan menyangkal kita" (2Tim. 2:12).


KITAB SUCI yang disalahpahami dan disalahgunakan

Salah satu ayat yang paling terkenal dan paling penting dan disalahgunakan adalah Matius 7:1. Mari kita perhatikan seluruh bagian:

"Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu. Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu. Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu" (Mat. 7:1-5).

Bacalah lagi dengan hati-hati. Perhatikan bahwa ayat itu ditujukan kepada orang munafik—bukan orang tulus yang ingin mengetahui apakah seorang guru atau ajaran adalah benar atau salah sesuai Firman Tuhan. Dan bukannya larangan terhadap penilaian yang jujur, ayat itu merupakan peringatan serius atas penghakiman munafik. Bahkan, pernyataan terakhir dari bagian Alkitab ini memerintahkan penghakiman tulus, "Engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."

JIKA KITA MENGAMBIL SATU BAGIAN DARI AYAT ITU KELUAR DARI KONTEKSNYA, KITA BISA MEMBUAT FIRMAN ALLAH ITU TAMPAK MENGAJARKAN SESUATU YANG BERTOLAK BELAKANG DENGAN APA YANG SESUNGGUHNYA DIAJARKAN. Dan mereka yang melakukan hal ini tidak bisa lepas dari penghukuman Allah karena memutarbalikkan Firman-Nya (2Ptr. 3:16). Kiranya ini menjadi peringatan bagi kita tidak pernah lagi untuk mengambil teks Kitab Suci keluar dari konteksnya.

Banyak yang mengutip, " Jangan kamu menghakimi," keluar dari konteksnya, untuk membela apa yang salah menurut Firman Tuhan, tidak melihat inkonsistensinya dalam menghakimi/menilai mereka yang menaati Firman Tuhan tentang menghakimi apa yang tidak benar sesuai Alkitab. Tragisnya, begitu banyak ajaran yang anti-Alkitab telah menemukan tempat berlindung di balik penyalahgunaan Alkitab yang dikutip di atas.

Alasan Kekristenan hari ini menjadi sarang lebah dan lumpuh oleh setan Modernisme adalah karena orang Kristen tidak mematuhi perintah Firman Tuhan untuk menghakimi dan menyingkirkan dan memisahkan dari guru-guru palsu dan ajaran palsu ketika semuanya itu pertama kali muncul di tengah-tengah mereka. Kesehatan fisik ditentukan oleh pemisahan dari kuman penyakit. Kesehatan spiritual ditentukan oleh pemisahan dari kuman doktrin palsu. Bahaya terbesar masa kita hari ini bukanlah karena terlalu banyak menghakimi, melainkan karena terlalu sedikit menghakimi kepalsuan rohani. Tuhan ingin anak-anakNya menjadi seperti orang Berea yang lebih baik karena "setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian" (Kis. 17:11).

Roma 2:1-3 juga ditujukan kepada orang munafik agama yang mengutuk dirinya sendiri karena ia bersalah karena hal yang sama yang dituduhkan kepada orang lain. Yakobus 4:11-12 mengacu pada apa yang jahat dibalik fitnah dan mencari-cari kesalahan, bukan untuk menilai/menghakimi apakah guru atau ajaran itu selaras dengan Firman Tuhan atau tidak. Alkitab tidak pernah bertentangan dengan dirinya sendiri. Untuk memahami satu bagian Alkitab, kita harus melihatnya dalam terang seluruh Alkitab pula. "Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri" (2Ptr. 1:20). "Kami menafsirkan (membandingkan—KJV) hal-hal rohani (dengan yang rohani) kepada mereka yang mempunyai Roh" (1Kor. 2:13).


GANDUM DAN ILALANG

Perumpamaan "gandum dan ilalang" di Matius 13:24-30, 36-43, juga banyak disalahpahami. Pertama-tama, Tuhan kita berbicara tentang dunia, bukan jemaat-Nya .— “ladang ialah dunia". Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa “benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat" (Mat. 13:38). Mereka adalah dua kelompok yang ada di dunia: anak-anak Allah — mereka yang telah menerima Kristus (Yoh. 1:12), dan anak-anak Iblis — mereka yang menolak Kristus (Yoh. 8:44). Ketika salah satu dari "anak-anak si jahat" masuk ke dalam jemaat Kristus, karena mereka pasti melakukannya, sebuah prosedur pasti bagi anak-anak Allah ditetapkan dalam Alkitab. Pertama, adalah tugas mereka untuk memberitahu kepada mereka bahwa mereka telah "tidak boleh ambil bagian" dalam Kristus (lihat Kis. 8:21-23 dan konteksnya). Jika anak-anak Iblis ini tidak mau meninggalkan secara sukarela, seperti yang umumnya terjadi, anak-anak Allah diperintahkan untuk "membuang" orang-orang ini (1Kor. 5:7). Tetapi, umat Allah telah mendurhakai Firman-Nya tentang hal ini, dan orang tidak percaya itu telah menguasai, seperti yang sekarang terjadi di sebagian besar denominasi. Oleh karena itu, orang yang mau hidup benar bagi Kristus dan Firman-Nya diperintahkan untuk "Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan" (2Kor. 6:17), terlepas dari apa yang berharga di situ atau pertimbangan lain. Ketika kita menaati Firman Tuhan, kita dapat mempercayai-Nya untuk mengurus segala konsekuensi dari ketaatan kita itu.


HAL-HAL LAIN YANG PERLU DIHAKIMI

Perilaku amoral yang dilakukan orang mengaku percaya kepada Kristus haruslah dihakimi. 1 Korintus 5 menceritakan kisah sedih dan ditutup dengan perintah apostolik, "Usirlah orang yang melakukan kejahatan dari tengah-tengah kamu" (1 Kor. 5:13).

Perselisihan antara orang-orang Kristen tentang "perkara-perkara biasa dalam hidup kita sehari-hari" (1Kor. 6:3) harus dinilai oleh pengadilan sesama orang percaya bukannya pergi kepada pengadilan sipil atau orang-orang yang tidak percaya. Mengungkapkannya kepada mereka sama dengan membuka aib jemaat sendiri dan itu memalukan. Gosip dan fitnah haruslah dihindari karena itu merupakan penghakiman yang keji dan tidak akan membawa perubahan apapun selain memuaskan para pelakunya. Jemaat bukanlah tempat anggotanya menggosip dan memfitnah, tetapi tempat orang-orang di dalam anggota tubuh Kristus saling membangun, mengasah, mengasihi, dan mengasuh. Kejatuhan dan kegagalan satu anggota jemaat merupakan kejatuhan dan kegagalan seluruh tubuh. Tak ada gunanya dan untungnya serta kebanggaannya melihat anggota tubuh yang lain jatuh, sementara yang lain bersorak kegirangan. Itu jelas bukan jemaat yang sehat!

Pasal enam seluruh Surat 1 Korintus memuat rencana Allah yang jelas bagi jemaat-Nya dalam hal ini. Dan beberapa kebenaran yang mengejutkan terungkap di sini: Pertama, "orang-orang kudus akan menghakimi dunia." Kedua, "kita akan menghakimi malaikat-malaikat" (1Kor. 6:2-3). Saudaraku, maukah kita dipersiapkan Tuhan untuk pelayanan di tempat tinggi itu? Belajarlah sekarang dengan memakai standar yang dipakai Allah, Alkitab!

Kita juga harus menghakimi diri kita sendiri. "Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu!" (2Kor. 13:5). "Kalau kita menguji diri kita sendiri, hukuman tidak menimpa kita. Tetapi kalau kita menerima hukuman dari Tuhan, kita dididik, supaya kita tidak akan dihukum bersama-sama dengan dunia" (1Kor. 11:31-32). Betapa hebatnya perubahan dan berkat jika kita mau menilai kesalahan kita sendiri seperti yang kita lakukan terhadap kesalahan orang lain—dan jika kita mau menilai kelemahan orang lain seperti yang kita lakukan terhadap diri kita sendiri! Dan orang percaya akan bisa menyelamatkan diri sendiri dari banyak hajaran Tuhan jika mereka mau menghakimi dan mengakui dan berhenti dari ketidaktaatan mereka kepada Allah.


BATAS-BATAS PENGHAKIMAN MANUSIA

Kita tidak menghakimi keberatan sesama kita. Allah melarang kita menilai saudara-saudara kita sehubungan dengan makan jenis makanan tertentu, menjaga hari, dll. (Rm. 14; 1Kor. 10:23-33; dan Kol. 2:16-17). Jadi, jika ada orang yang pantang makanan tertentu, memandang satu hari berbeda dengan yang lain, kita tidak boleh menghakimi mereka. Menurut Alkitab, mereka bukanlah orang yang belum percaya, tetapi orang yang imannya masih lemah. Tuhan tetap menerima mereka apa adanya. Mereka juga harus kita terima sebagai orang yang lebih lemah imannya dan tidak membingungkan mereka.

Kita juga tidak menghakimi motif. Lihat 1 Korintus 4:1-5. Hanya Allah yang dapat melihat ke dalam hati dan mengetahui motif yang mendasari tindakan seseorang. Motif memang tersembunyi di dalam hati. Hanya dirinya sendirilah yang juga mengetahui ‘udang apa di balik batu’ itu.

Kita juga tidak menghakimi siapa yang diselamatkan. "Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya" (2Tim. 2:19). Jadi, Tuhan tidak akan bingung dalam mengetahui apakah seseorang itu sudah benar-benar lahir baru atau tidak. Tuhan Yesus jauh lebih tahu akan hal itu dan di hadapan-Nya, semua orang takkan dapat menyangkal-Nya. Kita tidak dapat melihat ke dalam hati seseorang dan mengatakan apakah mereka telah menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat pribadi atau belum atau tidak, jika mereka mengakui bahwa mereka sudah percaya. Kita hanya sebatas tahu berdasarkan pengakuannya bahwa seseorang itu telah bertobat dan menerima Kristus. Tetapi, kita lebih baik menguji diri kita sendiri sesuai dengan 2 Korintus 5:17, "Jadi siapa yang ada DI DALAM KRISTUS, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” Jika perubahan ini tidak terjadi, pengakuan kita pun menjadi sia-sia.


UNSUR DALAM PENGHAKIMAN

Kata Yunani Perjanjian Baru yang paling sering diterjemahkan "hakim" atau "penghakiman" adalah "krino". Di satu sisi, itu berarti “membedakan, memutuskan, menentukan, menyimpulkan, menguji, memikirkan, dan mempertanyakan”. Itulah yang Tuhan ingin anak-anakNya lakukan kepada setiap pengkhotbah, guru, dan ajaran mereka apakah benar atau salah sesuai dengan FirmanNya.

Rasul Paulus menulis, “Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian, sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus” (Flp. 1:9-10). Suatu ide yang salah tentang kasih dan kurangnya pengetahuan serta penghakiman menyebabkan umat Allah sering untuk menyetujui hal-hal lain yang baik tetapi bukan yang terbaik di hadapan Allah. Surat Ibrani memberi tahu kita bahwa orang percaya yang matang, yaitu, mereka yang “dewasa penuh,” menggunakan indera mereka untuk membedakan yang baik dan yang jahat “(Ibr. 5:14).

Di sisi lain, kata “krino” Yunani—berarti “hakim” atau “penghakiman”—berarti “menghukum”, “memutuskan”, dan “mengutuk”. Ini adalah hak aditive Allah, karena Dia telah berkata, “Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan” (Rm. 12:19).
Jadi, orang Kristen untuk berlatih untuk “membedakan”, dan bukan “balas dendam”.


MELINDUNGI SIKAP YANG SALAH

Orang percaya harus waspada terhadap kecenderungan daging untuk menganggap sikap kritis dan mencari-cari kesalahan dalam hubungannya dengan doktrin Alkitab dan perilaku moral. Daripada “mengecam” saudara-saudara itu di dalam Kristus, adalah kehormatan dan kewajiban bagi kita untuk melakukan segala yang kita bisa untuk mendorong pembangunan spiritual mereka. Saat kita menilai seseorang, kiranya kita tetap memiliki tujuan untuk bertumbuhnya mereka dalam kasih dan pengenalan akan Tuhan. Demikianlah pula adanya jika kita dinilai dengan firman Allah. “Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan” (Gal. 6:1). Kita harus saling mengasihi dan saling mendoakan serta menguji diri sendiri agar kita tidak jatuh.


KATA-KATA TERAKHIR

Jika Anda sudah selamat, janganlah kita lupa bahwa “kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus” (2Kor. 5:10). Ini akan menjadi saat yang baik bagi mereka yang mempelajari Firman Allah, berjalan dalam terang itu, hidup untuk Kristus dan keselamatan jiwa. Ini akan menyakitkan bagi mereka yang telah menerima Kristus tetapi yang hidup secara duniawi.

Jika Anda hanyalah orang yang mengaku percaya Tuhan Yesus Kristus, atau belum percaya, bolehlah saya mengingatkan Anda dengan penuh kasih bahwa “pada rumah Allah sendiri yang harus pertama-tama dihakimi. Dan jika penghakiman itu dimulai pada kita, bagaimanakah kesudahannya dengan mereka yang tidak percaya pada Injil Allah?” (1 Ptr. 4:17). Jangan menunda lain waktu untuk memohon kepada Allah agar Kristus mengampuni dosa-dosa Anda. Serahkanlah hati dan kehendak Anda kepada Juruselamat yang penuh kasih yang telah mati untuk Anda. Jadikanlah Yesus sebagai Tuhan atas hidup Anda. Anda akan berbahagia dan diberkati sekarang dan selamanya. Amin.

Diolah dan disadur dari tulisan David Cloud, Fundamental Baptist Information Service, P.O. Box 610368, Port Huron, MI 48061, 866-295-4143, fbns@wayoflife.org) berjudul “IS IT RIGHT TO JUDGE?”

Untuk membaca "Bolehkah seseorang menghakimi orang lain? (Bag. 1)" klik disini.

Sumber: kristenfundamental.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan menuliskan komentar Anda. Kami akan segera menanggapinya. Terimakasih, Tuhan memberkati.