googleb2757ebb443295f5 Masa Depan Cerah: Kedatangan Anak Manusia

Kamis, 19 April 2012

Kedatangan Anak Manusia

Surat Pastoral Minggu 22 April 2012

"Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia." Matius 24:37-39.

Salah satu topik yang cukup menggairahkan adalah mengenai kedatangan Yesus yang kedua kali. Didalam peristiwa spektakuler ini orang percaya mendapatkan penebusannya secara penuh, dengan mengenakan tubuh kebangkitan dan kemudian tinggal bersama Kristus di dalam kerajaan-Nya selama-lamanya (Inilah pengharapan kita !). Saat ini tidak sedikit nabi palsu atau mesias-mesias palsu yang mengaku sebagai Yesus yang dinantikan itu. Namun Alkitab menegaskan agar kita waspada dan tidak terpengaruh karenanya, melainkan tetap setia melakukan tugas dan panggilan orang percaya (Matius 24:24).

Matius 24:37-39 menjelaskan masa kedatangan Yesus di muka bumi secara kasat mata di depan seluruh penduduk bumi: "sebagaimana zaman Nuh". Apa yang terjadi pada zaman Nuh? Penghukuman Tuhan melalui air bah. Peristiwa apa yang mendahului air bah? Pola dan gaya hidup manusia yang selalu berorientasikan hawa nafsu manusia, yaitu makan-minum dan kawin-mengawinkan. Ini berbicara mengenai karakter manusia duniawi yang gemar mengumbar hawa nafsu kedagingan yang meliputi keserakahan, materialisme, seksual, kekuasaan, kepahitan, percideraan, perpecahan dan penyembahan berhala. Segala yang rohani, yang suci dan yang benar sudah tidak menarik lagi ! Saat itu Yesus sedang berbicara kepada murid-murid-Nya. Meskipun mengumbar hawa nafsu bukanlah nature orang percaya melainkan nature orang tidak percaya/dunia, namun Yesus bermaksud memberi rambu-rambu peringatan kepada murid-muridNya di segala zaman untuk benar-benar menjaga kualitas kehidupan rohani agar tidak tercemar dengan kegemaran duniawi tersebut !

Sebagai murid Kristus, kita bertanggung jawab untuk menampilkan citra dan martabat Kristus kepada lingkungan kita. Kita adalah garam dunia (Matius 5:13), namun jikalau garam menjadi tawar dengan apakah ia diasinkan? Tidak akan ada gunanya selain dibuang dan diinjak-injak orang. Jika kita masih menggemari segala kesenangan duniawi tersebut, tidaklah mungkin kita dapat menjadi saksi dengan baik. Kita berkewajiban untuk membenci segala perbuatan dosa dan kesenangan duniawi, dan membuat garis pemisah yang tegas terhadapnya. Kiranya Tuhan membentuk kita menjadi mempelai-Nya yang tak bercacat cela dan layak bagi Dia! (hc)

1 komentar:

  1. syalom saudaraku,hanya salin menjadi berkat.kedatangan yg disebut dlm matius 24:37-44 adalah kedatangan di atas awan-awan dan Tuhan tidak menginjak bumi.sangat erat hubungan dgn matius 24:29-36.peristiwa ini terjadi sebelum zaman kerajaan antikris 3,5 thn.jelas bahwa terjadi keangkatan mempelai ada 2 org yg satu dibawah dan yg lain tertinggal berarti ada gereja tertinggal.Sedangkan kedatangan di atas bukit zaitun sesudah zaman antikris wahyu 19:11-16.kis 1:11.Zakharia 14.maaf klu berbeda pandangan tapi coba teliti baik-baik firman.Tuhan berkati ya.

    BalasHapus

Silahkan menuliskan komentar Anda. Kami akan segera menanggapinya. Terimakasih, Tuhan memberkati.