googleb2757ebb443295f5 Masa Depan Cerah: Orang Mati akan Ingat atau Tidak Ingat?

Kamis, 05 April 2012

Orang Mati akan Ingat atau Tidak Ingat?

Menjawab kontroversi dari dua ayat berikut:

Mazmur 6:5 Sebab di dalam maut tidaklah orang ingat kepada-Mu; siapakah yang akan bersyukur kepada-Mu di dalam dunia orang mati?

Lukas 16:23 Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya.

Mari kita baca Mazmur pasal 6 secara keseluruhan, Saya lebih senang membaca satu perikop untuk memahami makna satu ayat, ketimbang hanya mencomot satu ayat lepas dari konteksnya. Jika kita membaca Mazmur pasal 6 secara keseluruhan, tampak bahwa Daud mengeluh dalam pergumulannya, memohon Allah untuk memberi kelepasan dan kelegaan dan pengampunan bagi kesalahan-kesalahan yang telah ia lakukan:

* Mazmur 6:1-11, Doa dalam pergumulan
6:1 Untuk pemimpin biduan. Dengan permainan kecapi. Menurut lagu: Yang kedelapan. Mazmur Daud.
6:2 Ya TUHAN, janganlah menghukum aku dalam murka-Mu, dan janganlah menghajar aku dalam kepanasan amarah-Mu.
6:3 Kasihanilah aku, TUHAN, sebab aku merana; sembuhkanlah aku, TUHAN, sebab tulang-tulangku gemetar,
6:4 dan jiwaku pun sangat terkejut; tetapi Engkau, TUHAN, berapa lama lagi?
6:5 Kembalilah pula, TUHAN, luputkanlah jiwaku, selamatkanlah aku oleh karena kasih setia-Mu.

6:6 LAI TB, Sebab di dalam maut (MAVET) tidaklah orang ingat kepada-Mu; siapakah yang akan bersyukur kepada-Mu di dalam dunia orang mati (SYE'OL)?
6:5 KJV, For in death (MAVET) there is no remembrance of thee: in the grave (SYE'OL) who shall give thee thanks?
Hebrew,
כִּי אֵין בַּמָּוֶת זִכְרֶךָ בִּשְׁאֹול מִי יֹודֶה־לָּךְ׃
Translit, KI {bahwa} 'EIN {tidak ada} BAMAVET {di dalam kematian} ZIKHREKHA {mengingat akan Engkau} BISYOL {di dunia orang mati} MI {siapakah} YODE {memberikan pengucapan syukur} -LAKH {kepada-Mu}

6:7 Lesu aku karena mengeluh; setiap malam aku menggenangi tempat tidurku, dengan air mataku aku membanjiri ranjangku.
6:8 Mataku mengidap karena sakit hati, rabun karena semua lawanku.
6:9 Menjauhlah dari padaku, kamu sekalian yang melakukan kejahatan, sebab TUHAN telah mendengar tangisku;
6:10 TUHAN telah mendengar permohonanku, TUHAN menerima doaku.
6:11 Semua musuhku mendapat malu dan sangat terkejut; mereka mundur dan mendapat malu dalam sekejap mata.

Pasal ini juga membicarakan tentang kengerian kematian (Ibrani מָוֶת - MAVET, death; death by violence (as a penalty) ; state of death, place of death) yang merujuk kepada "dunia orang mati" (Ibrani שְׁאוֹל - SYE'OL) apabila Daud tidak mendapatkan pengampunan.
MAVET atau SYE'OL suatu tempat kengerian yaitu tempat kematian orang-orang jahat.

Daud memohon-mohon agar SYE'OL itu jangan menjadi miliknya, dan olehnya Daud berkata "janganlah menghukum aku dalam murka-Mu, dan janganlah menghajar aku dalam kepanasan amarah-Mu," (ayat 2). Dan dari ayat 2 ini Daud memberikan kalimat persuatif kepada Allah pada ayat 6 bahwa kalau ia dihukum dan berada di dalam dunia orang mati (SYE'OL) ia tidak akan dapat lagi memberikan pengucapan syukur dan peringatan akan kebaikan Allah yang sebelum-sebelunya pernah ia terima.

Doa di atas menekankan pesan-pesan serupa dari 3 Mazmur-mazmur yang lain sebelumnya yang sejenis, yang merupakan reaksi wajar terhadap kesukaran yang dihadapi ketika seorang manusia berdoa kepada Allah. Yang merupakan ungkapan lahiriah dari ketidak-setujuan Allah terhadap dosa-dosa yang dilakukan manusia. Karena jiwanya sedang tertimpa bencana, maka si manusia ini menanyakan nuraninya apabila ia nanti benar-benar mendapat balasan atas dosa-dosa yang dilakukannya, dan dalam hal ini upah yang dihadapi manusia adalah maut, dan masuk ke dunia orang mati.

Raja Daud tidak menyangkal bahwa dirinya bersalah, dia tidak menyatakan dirinya sebagai tidak bersalah. Daud berdoa memohon agar hukuman terhadapnya atas kesalahan-kesalahannya diberhentikan agar tubuh dan jiwanya dapat diselamatkan. Maka maksud dari doa di Mazmur pasal 6 ini adalah memohon keampunan dan pemulihan dan penyerajan diri kepada kemurahan Allah.

Perhatikan ayat 3 s/d 6 suatu permohonan pemulihan: "sembuhkanlah aku… luputkanlah aku… selamatkanlah aku," yang jelas suatu ungkapan kesadaran bahwa kelepasan harus datang dari luar dirinya yaitu kepada Allah Sang Penciptanya. Dia mendasarkan pada keseriusan pertobatan dirinya, kemurahan Allah dan kenyataan bahwa Allah akan tidak lagi mendapat ucapan syukurnya apabila ia masuk ke dalam dunia orang mati."

Sebenarnya Mazmur 6:6 dan kisah yang ditulis dalam Lukas 16:19-31 tidak bertentangan… Perikop "Orang Kaya dan Lazarus yang Miskin" di dalam Lukas 16:19-31 justru menegaskan apa yang sedang ditakutkan Raja Daud di Mazmur 6:6, bahwa seorang yang ada di dunia orang mati (Ibrani, SYE'OL; Yunani αδης - HADÊS) yaitu si orang kaya itu, dia benar-benar tidak dapat mengucapkan syukur dan mengungkapkan puji-pujian kepada Allah terhadap apa yang ia alami sekarang. Si orang kaya itu tak dapat mengingat lagi kebaikan-kebaikan Allah yang dikaruniakan Allah selama ia hidup, ia tidak dapat lagi bersyukur kepada Allah di tempatnya yang sekarang.

Mazmur 6:6 justru menegaskan kisah yang ditulis dalam Lukas 16:19-31, bahwa orang mati/ orang yang berada di dalam dunia orang mati (αδης - HADÊS) tidak dapat mengucapkan syukur kepada Allah! Bandingkan dengan ayat-ayat di bawah ini:

* Mazmur 30:10
"Apakah untungnya kalau darahku tertumpah, kalau aku turun ke dalam lobang kubur? Dapatkah debu bersyukur kepada-Mu dan memberitakan kesetiaan-Mu?

* Mazmur 88:11-13
88:11 Apakah Kaulakukan keajaiban bagi orang-orang mati? Masakan arwah bangkit untuk bersyukur kepada-Mu? S e l a
88:12 Dapatkah kasih-Mu diberitakan di dalam kubur, dan kesetiaan-Mu di tempat kebinasaan?
88:13 Diketahui orangkah keajaiban-keajaiban-Mu dalam kegelapan, dan keadilan-Mu di negeri segala lupa?

* Mazmur 115:17-18
115:17 Bukan orang-orang mati akan memuji-muji TUHAN, dan bukan semua orang yang turun ke tempat sunyi,
115:18 tetapi kita, kita akan memuji TUHAN, sekarang ini dan sampai selama-lamanya. Haleluya!

* Yesaya 38:18-19
38:18 Sebab dunia orang mati tidak dapat mengucap syukur kepada-Mu, dan maut tidak dapat memuji-muji Engkau; orang-orang yang turun ke liang kubur tidak menanti-nanti akan kesetiaan-Mu.
38:19 Tetapi hanyalah orang yang hidup, dialah yang mengucap syukur kepada-Mu, seperti aku pada hari ini; seorang bapa memberitahukan kesetiaan-Mu kepada anak-anaknya.

Walaupun mungkin Lukas 16:19-31 adalah sebuah perumpamaan, namun tentu saja Tuhan Yesus tidak akan memberikan sesuatu pertentangan/ penjabaran yang salah tentang hakikat "dunia orang mati" (αδης - HADÊS) itu.

Allah adalah Allah orang yang hidup. Manusia yang diselamatkan di dalam Yesus Kristus walaupun secara ragawi akan mati namun ia akan dibangkitkan dan menjadi bagian dari kerajaan yang tak dapat binasa.

* Lukas 20:36-38
20:36 Sebab mereka tidak dapat mati lagi; mereka sama seperti malaikat-malaikat dan mereka adalah anak-anak Allah, karena mereka telah dibangkitkan.
20:37 Tentang bangkitnya orang-orang mati, Musa telah memberitahukannya dalam nas tentang semak duri, di mana Tuhan disebut Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub.
20:38 Ia bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab di hadapan Dia semua orang hidup."

Di dalam kehidupan senantiasa ada pengucapan syukur bagi Allah dan peringatan-peringatan akan kebaikanNya. Sebaliknya, tidak ada pengucapan syukur dan peringatan akan kebaikan-kebaikan Allah di dunia orang mati. Pengucapan syukur dan peringatan kebaikan Allah hanya ada pada orang-orang yang hidup, yang yang mendapatkan kehidupan yang kekal:

* Mazmur 115:17-18
115:17 Bukan orang-orang mati akan memuji-muji TUHAN, dan bukan semua orang yang turun ke tempat sunyi,
115:18 tetapi kita, kita akan memuji TUHAN, sekarang ini dan sampai selama-lamanya. Haleluya!

Bandingkan :

* Wahyu 7:10-12
7:10 Dan dengan suara nyaring mereka berseru: "Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!"
7:11 Dan semua malaikat berdiri mengelilingi takhta dan tua-tua dan keempat makhluk itu; mereka tersungkur di hadapan takhta itu dan menyembah Allah,
7:12 sambil berkata: "Amin! puji-pujian dan kemuliaan, dan hikmat dan syukur, dan hormat dan kekuasaan dan kekuatan bagi Allah kita sampai selama-lamanya! Amin!"

Suasana penyembahan pengucapan syukur, peringatan akan kebaikan Allah yang abadi atas karya keselamatanNya hanya ada di dalam Surga, tempat bagi orang-orang yang hidup, bukan di dunia orang mati!
Dan ingatlah tempat setelah kita mati bukan di SYE'OL atau HADÊS, tetapi kita orang-orang percaya yang telah menerima tebusan dari Yesus Kristus akan berada di Pangkuan Abraham (Firdaus) atau Surga yang didalamnya terdapat puji-pujian kepada Allah yang Abadi.

Semoga penjelasan ini cukup dapat menjabarkan bahwa Mazmur 6:6 tidak bertentangan dengan Lukas 16:23.

Dikutip dari sumbernya: sarapanpagi.org

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan menuliskan komentar Anda. Kami akan segera menanggapinya. Terimakasih, Tuhan memberkati.