googleb2757ebb443295f5 Masa Depan Cerah: Pendahuluan: Penglihatan Sadhu Sundar Singh

Rabu, 18 April 2012

Pendahuluan: Penglihatan Sadhu Sundar Singh

Oleh : Sundar Singh.
Dalam buku ini saya telah coba untuk menulis tentang beberapa penglihatan yang diberikan Tuhan kepada saya. Kalau saya timbang pikiran saya sendiri, saya tidak akan menerbitkan berita-berita penglihatan ini sewaktu saya masih hidup ; tetapi pertimbangan-pertimbangan teman-teman sangat saya hargakan dan mereka selalu mendesak bahwa sebagai suatu pertolongan rohani bagi orang lain, penerbitan pelajaran ini tidak boleh ditunda-tunda. Untuk memenuhi permintaan teman-teman ini, buku ini sekarang telah dipersembahkan
untuk umum.

Di Kotgarh, empat belas tahun yang lalu, sedang saya berdoa, mata saya telah dibuka akan penglihatan-penglihatan surgawi. Begitu jeras saya lihat semuanya itu, sehingga saya pikir saya sudah mati, dan jiwa saya sudah masuk ke dalam kemuliaan surga ; tetapi melalui tahun- tahun selanjutnya, penglihatan-penglihatan ini terus menerus memperkaya hidup saya. Saya tidak dapat mengundangnya menurut kehendak saya, tetapi biasanya pada waktu saya berdoa atau merenungkanNya, kadang-kadang sebanyak delapan atau sepuluh kali dalam sebulan, mata rohani saya terbuka, melihat kedalam surga dan selama satu atau dua jam saya berjalan dalam kemuliaan surga dengan Kristus Yesus dan bersekutu dengan para malaikat dan roh-roh. Jawaban-jawaban mereka bagi pertanyaan-pertanyaan saya menjadi bahan untuk buku-buku saya yang telah diterbitkan, dan keajaiban persekutuan roh yang tak dapat diterangkan itu, membuat saya rindu akan saat saya masuk ke dalama surga untuk selama- lamanya, rindu kepada kebahagiaan dan persekutuan orang-orang tebusan !

Beberapa orang mungkin berpikir bahwa penglihatan-penglihatan ini adalah semacam spiritisme (ilmu sihir), tetapi saya tekankan bahwa ada satu perbedaan yang sangat penting. Spiritisme memang digolongkan dalam berita-berita dan tanda-tanda roh yang datangnya dari tempat gelap, tetapi biasanya jelas, atau sebenarnya menipu, sehingga mereka menghantar pengikut-pengikutnya menjauhi kebenaran. Di lain pihak, dalam penglihatan-penglihatan ini saya melihat dengan jelas dan nyata, setiap bagian kemuliaan roh dan saya alami persekutuan yang sungguh menghidupkan dengan orang -orang suci, di tengah-tengah lingkungan daerah dunia roh yang indah dan terang, yang tidak dapat dilukiskan dan dilihat oleh mata jasmani. dari para malaikat dan orang-orang suci itulah saya menerima berita yang tidak kabur, tidak patah-patah atau sukar ditangkap, dan keterangan-keterangan yang jelas dan masuk akal, tetapi tak terlihat, untuk persoalan-persoalan yang menyusahkan saya.

"Persekutuan Orang-orang Suci" ini, merupakan suatu fakta yang begitu jelas nyata dalam pengalaman gereja mula-mula, sehingga kejadian itu dimasukkan ke dalam pokok-pokok penting dalam pengakuan iman mereka, seperti yang dicantumkan dalam "Pengakuan Iman Rasuli". Suatu kali dalam penglihatan, saya minta orang-orang suci untuk memberikan bukti Alkitab mengelai persekutuan orang-orang suci dan saya diberi tahu bahwa hal itu sudah diberikan dengan jelas dalam Zakharia 3 : 7 - 8, "Yang berdiri disebelah" bukanlah para melaikat atau manusia yang berdarah dan berdaging, tetap orang-orang suci dalam kemuliaan ; dan janji Tuhan, apabila Yosua melakukan perintahNya, ia akan diberi jalan masuk, untuk berjalan di tengah-tengah mereka (orang-orang suci), yang siap sedia dan mereka inilah teman-temannya yaitu roh-roh yang disempurnakan, dengan siapa ia dapat bersekutu.

Ada sebutan yang sering diulangi tentang roh, orang-orang suci dan para Malaikat dalam buku ini. Perbedaan yang akan saya terangkan antara mereka adalah bahwa ada roh yang baik dan yang jahat, yang setelah mati, hidup dalam keadaan antar surga dan neraka.

Orang-orang suci adalah mereka yang sudah melewati tempat ini dan masuk ke dalam daerah dunia roh yang lebih tinggi, serta mempunyai tugas khusus yang diberikan kepada mereka. Malaikat adalah khusus diberikan dan diantara mereka termasuk juga orang-orang suci dari dunia lain, seperti juga dari dunia kita, serta hidup bersama-sama sebagai satu keluarga. Mereka saling melayani dengan kasih dan dalam terang kemuliaan Allah, mereka senantiasa bersuka-cita. Dunia roh berarti tempat perantara sementara dalam mana roh-roh manusia masuk sesudah meninggalkan tubuh mereka. Yang dimaksud dengan dunia roh ialah segala mahluk roh yang maju melalui tingkat-tingkat kegelapan jurang maut, masuk kepada tahta Tuhan dalam terang.

Saya ingin mengutarakan rasa terima kasih saya kepada Pdt. T.E. Riddle orang Selandia Baru, dari Misi Presbyterian, Kharar, Punjab yang sudah pergi ke Subathu dan menterjemahkan buku ini dari bahasa Urdu ke dalam bahasa Inggris. Juga kepada Nona E.Sanders dan Coventry yang sudah mengoreksi cetakan percobaan buku ini.

SUBATHU, Juli 1926


Catatan Admin mengenai kesaksian penglihatan rohani Sadhu Sundar Singh:

Pada masa itu banyak orang menyebutnya sebagai Rasul-nya India, meskipun dia tidak pernah mengklaimnya demikian. Untuk menerbitkan buku pengalaman rohaninya ini, Sundar Sundar Singh harus cukup "dipaksa" oleh sahabat-sahabatnya. Ia khawatir ada orang-orang yang akan menyalahartikan kesaksiannya, sehingga saat harus menuliskan ke dalam buku kecilpun ia menuliskan hal-hal yang sederhana saja, yang mudah dimengerti. Dalam prakata pembukuannya-pun para sahabatnya memberikan sambutan dengan mendorong para pembaca untuk sungguh-sungguh menguji kesaksian Sundar berdasarkan terang kebenaran Firman Tuhan. Implikasinya jelas: tolak dan buang jika itu tidak sesuai dengan firman Tuhan, namun sebaliknya terimalah jika itu sesuai dengan firman Tuhan.

Mengamati kesaksian-kesaksian penglihatan alam roh yang ada di blantika kekristenan, dari sekian banyak kesaksian itu, sejauh ini Admin dengan sengaja hanya memuat kesaksian Sundar saja karena menurut Admin, kesaksian ini cukup pantas untuk dipertimbangkan dan dijadikan bahan referensi karena sangat bersesuaian dengan kebenaran Injil. Keberanian Sundar untuk menderita karena pemberitaan Injil pada saat ini tidak banyak yang mempunyainya - bandingkan dengan para pemberita Injil yang memanfaatkan Injil untuk kepentingan pribadi dan popularitas, hal itu sangatlah kontras. Kasih yang tulus, buah Roh dan buah jiwa-jiwa yang nyata ditunjukkannya di sepanjang pelayanannya. Pertobatannya yang sangat radikal, yang mirip-mirip kesaksian Rasul Paulus yang ditemui oleh Roh Yesus Kristus sendiri, membaharui hidupnya secara radikal dan memberinya keberanian untuk memberitakan Injil. Pada usia ke 40 tahun beliau masuk ke pedalaman Tibet dan sampai sekarang tidak kembali dan tidak ada kabar barang sedikitpun. Menurut Admin, ada kemungkinan Sundar meninggal secara martir (seperti Rasul Paulus). Hal ini berdasarkan kemauan/penyerahan dirinya kepada Allah yang nyata-nyata ditunjukkan melalui kesaksian-kesaksiannya di ambang kematian saat memberitakan Injil. Sempat ia di todong dan dirampok gerombolan orang yang membawa pedang dan hanya ia mencondongkan kepalanya, tanda ia siap untuk mati. Meskipun setelah itu ia tidak jadi dibunuh karena entah kenapa para perampok itu batal membunuhnya, malah salah satu diantaranya bertobat dan diinjili Sundar. Ini menceritakan bahwa Sundar sangat tidak menyayangkan nyawanya didalam pemberitaan Injil!

Untuk membaca selengkapnya penglihatan rohani Sadhu Sundar Singh di alam roh silahkan klik disini dan silakan diuji dengan firman Tuhan, berdasarkan: 1 Yohanes 4:1
Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia. Hanya ada dua alat uji yaitu: Firman Allah yang tertulis (Alkitab) dan kesaksian Roh Kudus di hati kita.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan menuliskan komentar Anda. Kami akan segera menanggapinya. Terimakasih, Tuhan memberkati.