googleb2757ebb443295f5 Masa Depan Cerah: Penglihatan Sadhu Sundar Singh #1: Hidup dan Mati

Rabu, 18 April 2012

Penglihatan Sadhu Sundar Singh #1: Hidup dan Mati

H i d u p

Hanya ada satu sumber hidup-suatu Hidup yang tak terbatas dan Maha Kuasa, yang kekuatan daya ciptaNya memberi hidup kepada semua makhluk hidup. Segala makhluk hidup, hidup di dalamNya dan didalamNya mereka akan tinggal selama-lamanya. Lagi pula hidup menciptaan hidup lain yang tak terhitung banyaknya, berbeda dalam jenis dan dalam taraf kemajuan mereka. Manusia adalah salah satu dari mereka, diciptakan dalam gambar Allah, supaya ia dapat berbahagia selamanya, dalam kehadiranNya yang suci.

K e m a t i a n

Hidup ini dapat berubah, tetapi tidak anak dibinasakan dan walaupun perubahan dari satu bentuk yang ada ke suatu yang lain, disebut kematian, itu berarti bahwa kematian mengakhiri hidup, atau juga menambah atau mengurangi suatupun. Ini hanya memindahkan hidup dari satu bentuk yang ada kepada yang lain. Sesuatu yang lenyap dari pandangan kita, tidak berarti itu sudah tidak lagi. Ia akan terlihat kembali, tetapi dalam bentuk dan keadaan yang lain. Manusia tidak pernah dapat dibinasakan.

Tidak ada satupun dalam semesta alam ini dapat dihancurkan, ataupun tidak akan pernah ada, karena sang Pencipta tidak menciptakan sesuatu untuk dihancurkan. Dan apabila ia ingin menghancurkan, ia tentu tidak akan menciptakannya. Dan jika tak ada suatupun dari ciptaanNya dapat dihancurkan, bagaimanakah manusia dapat dibinasakan, dia yang menjadi mahkota ciptaan dan gambar PenciptaNya ? Dapatkah Allah sendiri membinasakan gambarNya sendiri, atau dapatkah suatu makhluk lain melakukannya ? Tidak pernah !

Apabila manusia tidak dihancurkan waktu mati, lalu sekonyong-konyong timbul pertanyaan, dimanakah manusia akan berada sesudah mati dan dalam keadaan bagaimana ? Saya akan mencoba memberikan penjelasan singkat dari pengalaman- pengalaman penglihatan saya, walaupun mustahil bagi saya untuk melukiskan segala sesuatu yang telah saya lihat dalam penglihatan-penglihatan dunia roh itu, sebab bahasa dan gambaran dunia ini tidak mampu untuk mengutarakan kenyataan-kenyataan rohani ini ; dan usaha untuk mengurangi kemuliaan yang tampak, ke dalam bahasa manusia, dengan sendirinya akan menimbulkan salah paham. Karena itu, saya harus mengulangi semua pengalaman-pengalaman rohani yang halus yang hanya dapat diterangkan secukupnya oleh bahasa roh,
dan saya hanya mengambil beberapa kejadian sederhana yang mengandung ajaran-ajaran, berguna bagi semua orang. Dan suatu waktu, setiap orang harus masuk ke dalam dunia roh yang tidak terlihat itu dan pasti ini akan menjadi suatu keuntungan. Kalau kita mengenalnya sejauh mungkin.


Catatan Admin mengenai kesaksian penglihatan rohani Sadhu Sundar Singh:

Pada masa itu banyak orang menyebutnya sebagai Rasul-nya India, meskipun dia tidak pernah mengklaimnya demikian. Untuk menerbitkan buku pengalaman rohaninya ini, Sundar Sundar Singh harus cukup "dipaksa" oleh sahabat-sahabatnya. Ia khawatir ada orang-orang yang akan menyalahartikan kesaksiannya, sehingga saat harus menuliskan ke dalam buku kecilpun ia menuliskan hal-hal yang sederhana saja, yang mudah dimengerti. Dalam prakata pembukuannya-pun para sahabatnya memberikan sambutan dengan mendorong para pembaca untuk sungguh-sungguh menguji kesaksian Sundar berdasarkan terang kebenaran Firman Tuhan. Implikasinya jelas: tolak dan buang jika itu tidak sesuai dengan firman Tuhan, namun sebaliknya terimalah jika itu sesuai dengan firman Tuhan.

Mengamati kesaksian-kesaksian penglihatan alam roh yang ada di blantika kekristenan, dari sekian banyak kesaksian itu, sejauh ini Admin dengan sengaja hanya memuat kesaksian Sadhu Sundar Singh saja karena menurut Admin, kesaksian ini cukup pantas untuk dipertimbangkan dan dijadikan bahan referensi karena sangat bersesuaian dengan kebenaran Injil. Keberanian Sundar untuk menderita karena pemberitaan Injil pada saat ini tidak banyak yang mempunyainya - bandingkan dengan para pemberita Injil yang memanfaatkan Injil untuk kepentingan pribadi dan popularitas, hal itu sangatlah kontras. Kasih yang tulus, buah Roh dan buah jiwa-jiwa yang nyata ditunjukkannya di sepanjang pelayanannya. Kisah pertobatannya yang radikal, yang mirip-mirip kesaksian Rasul Paulus yang ditemui oleh Roh Yesus Kristus sendiri, membaharui hidupnya secara radikal dan memberinya keberanian untuk memberitakan Injil.

Pada usia ke 40 tahun beliau masuk ke pedalaman Tibet dan sampai sekarang tidak pernah kembali dan tidak ada kabar barang sedikitpun. Menurut Admin, ada kemungkinan Sundar meninggal secara martir (seperti Rasul Paulus). Hal ini berdasarkan kemauan/penyerahan dirinya kepada Allah yang nyata-nyata ditunjukkan melalui kesaksian-kesaksiannya di ambang kematian saat memberitakan Injil. Sempat ia di todong dan dirampok gerombolan orang yang membawa pedang dan ia hanya mencondongkan kepalanya, tanda ia siap untuk mati. Meskipun setelah itu ia tidak jadi dibunuh, entah kenapa para perampok itu batal membunuhnya, malahan salah satu diantaranya bertobat dan diinjili Sundar. Ini menceritakan bahwa Sundar sangat tidak menyayangkan nyawanya didalam pemberitaan Injil. Sehingga asumsi saya bahwa beliau meninggal secara martir tidaklah berlebihan, apalagi setelah melihat bahwa tidak ada keterangan apapun mengenai akhir hidup atau pelayanannya.

Untuk membaca selengkapnya penglihatan rohani Sadhu Sundar Singh di alam roh silahkan klik disini dan silakan diuji dengan firman Tuhan, berdasarkan: 1 Yohanes 4:1
Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia. Hanya ada dua alat uji yaitu: Firman Allah yang tertulis (Alkitab) dan kesaksian Roh Kudus di hati kita.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan menuliskan komentar Anda. Kami akan segera menanggapinya. Terimakasih, Tuhan memberkati.