googleb2757ebb443295f5 Masa Depan Cerah: Penglihatan Sadhu Sundar Singh #2: Apa yang terjadi waktu mati?

Rabu, 18 April 2012

Penglihatan Sadhu Sundar Singh #2: Apa yang terjadi waktu mati?

Pada suatu hari sewaktu saya berdoa seorang diri, tiba-tiba saya dapatkan diri saya dikelilingi oleh suatu perhimpunan besar makhluk-makhluk roh, atau saya boleh katakan, bahwa segera sesudah mata rohani saya terbuka, saya dapatkan diri saya bertelut dihadapan kumpulan besar orang-orang suci dan para malaikat. Pada mulanya saya merasa diri rendah, waktu saya melihat keadaan mereka yang mulia dan bercahaya dan dibandingkan dengan mereka, keadaan saya hina. Tetapi, segera saya merasa lega, karena rasa simpati dan keramah tamahan mereka yang didorong oleh kasih. Saya mulai mengalami damai sejahtera kehadiran Allah di dalam hidup saya, tetapi, persekutuan dengan orang-orang suci ini menambahkan suka cita baru dan ajaib kepada saya.

Sewaktu kami bercakap-cakap bersama, saya terima dari mereka jawaban pertanyaan-pertanyaan saya yang berhubungan dengan banyaknya kesulitan dan persoalan yang membingungkan saya. Pertanyaan saya yang pertama ialah tentang apa yang terjadi pada saat orang mau mati, dan mengenai keadaan jiwa sesudah mati. Saya berkata, "Kami tahu apa yang terjadi pada kami antara masa kanak-kanak dan masa tua, tetapi kami tidak tahu apa yang terjadi pada saat kematian, atau sesudah pintu kematian. Keterangan ini hanya dapat diketahui oleh mereka yang sudah mengalami kematian, sesudah mereka masuk ke dalam dunia roh. Dapatkah kamu memberi suatu keterangan tentang ini", tanya saya.

Untuk ini, salah seorang suci menjawab, "Kamatian itu seperti tidur. Tidak ada penderitaan sewaktu kematian, kecuali pada beberapa orang yang sakit badani dan sakit mental. Seperti orang lelah, diliputi oleh rasa tidur yang nyenyak, demikianlah (tidur) kematian itu datang kepada manusia. Kematian datangnya begitu tiba-tiba kepada banyak orang, sehingga hanya dengan susah payah, mereka sadar, bahwa mereka sudah meninggalkan dunia yang fana ini dan masuk ke dalam dunia roh. Terkejut akan banyak hal baru dan perkara indah yang mereka lihat disekitar mereka, mereka berpikir bahwa mereka sedang mengunjungi suatu negara atau kota dari dunia kasar ini, yang belum pernah dilihat sebelumnya. Hanya setelah mereka diajari lebih mendalam, dan sadar, bahwa tubuh rohani mereka berbeda dengan tubuh jasmani yang dahulu, meka mereka menerima, bahwa dirinya sudah dipindahkan dari dunia jasmani ke dalam dunia roh. Salah seorang suci yang lain hadir, memberikan keterangan lebih lanjut pada pertanyaan saya, "Biasanya," katanya, "pada saat kematian, tubuh perlahan-lahan kehilangan daya rasa.

Tidak ada rasa sakit, tetapi hanya diliputi oleh rasa ngantuk. Kadang-kadang dalam kelemahan yang sangat, atau sesudah kecelakaan, rohnya meninggalkan tubuh waktu masih dalam keadaan tak sadar. Lalu roh orang yang hidup sembarangan atau tanpa persiapan untuk masuk ke dalam dunia roh, karena sekonyong-konyong dipindahkan dalam dunia roh, menjadi sangat takut dan berada dalam suatu keadaan yang sangat tertekan untuk masa yang lama ; maka mereka harus tinggal dalam tempat perantara sementara yang gelap dan lebih rendah. Roh jahat yang dalam lingkungan rendah sering mengganggu orang di dunia. Tetapi orang-orang yang mereka dapat ganggu ialah orang yang mempunyai pikiran yang sama dengan mereka, yang dengan kemauan yang bebas membuka hatinya untuk menyenangkan roh itu. Roh jahat itu bersekutu dengan roh-roh jahat lain, yang membuat banyak kejahatan dalam dunia ; karena Allah telah menunjuk para malaikatNya dimana-mana, yang tak terhitung jumlahnya untuk melindungi umat dan ciptaanNya, maka umatNya selalu aman dalam pemeliharaanNya."

Roh jahat ini hanya dapat melukai mereka yang hidupnya di dunia sama sifatnya seperti roh jahat itu dan itupun hanya terbatas kemampuannya. Mereka dengan pasti dapat mengganggu orang-orang benar, tetapi tanpa ijin Allah, tak dapat. Allah kadang-kadang mengijinkan kepada iblis dan tentaranya untuk mencobai dan menganiaya umatNya, supaya mereka dapat keluar dari percobaan dengan lebih kuat dan lebih baik, sama seperti ia mengijinkan setan menganiaya hambaNya Ayub. Tetapi dari ujian yang sedemikian terdapat keuntungan dari pada kerugian bagi orang percaya !"

Seorang suci lain yang sedang berdiri disamping, menambah sebagai jawaban untuk pertanyaan saya, "Banyak orang yang belum menyerahkan hidup mereka kepada Allah, pada waktu mau mati, kelihatannya menjadi tidak sadar ; tetapi apa yang sesungguhnya terjadi, adalah sewaktu mereka melihat muka-muka yang menakutkan seperti setan-setan. Dari roh -roh jahat yang datang kepada mereka, mereka tak dapat berkata apa-apa dan menjadi lumpuh karena takut. Sebaliknya, kematian orang percaya sering berlawanan sama sekali, kerap kali senangnya luar biasa, karena ia melihat malaikat-malaikat dan roh-roh orang suci datang menyambutnya. Juga, para kekasihnya yang sudah mati sebelumnya, diijinkan Tuhan untuk menghadiri tempat tidur kematiannya, serta membimbing rohnya ke dunia roh. Sesudah memasuki dunia roh ia merasa senang, karena bukan saja teman-temannya mengelilinginya, tetapi selama di dunia ia sudah lama mempersiapkan diri untuk Rumah itu, dengan penyerahannya kepada Allah dan bersekutu dengan Dia."

Kemudian orang-orang suci keempat berkata, "Untuk menuntun jiwa-jiwa manusia dari dunia adalah tugas malaikat. Biasanya Kristus sendiri menyatakan DiriNya dalam dunia roh kepada setiap jiwa dalam tingkat kemuliaan yang berbeda-beda, sesuai dengan keadaan pertumbuhan rohani setiap jiwa. Tetapi dalam hal tertentu, ia sendiri datang di tempat tidur kematian untuk menyambut hambaNya dan dengan kasih mengeringkan air matanya dan memimpinnya ke dalam Firdaus. Sama seperti bayi yang lahir dalam dunia ini, mendapatkan semua yang diperlukan, demikian juga jiwa, pada waktu memasuki dunia roh, mendapatkan segala kebutuhannya dicukupi.


Catatan Admin mengenai kesaksian penglihatan rohani Sadhu Sundar Singh:

Pada masa itu banyak orang menyebutnya sebagai Rasul-nya India, meskipun dia tidak pernah mengklaimnya demikian. Untuk menerbitkan buku pengalaman rohaninya ini, Sundar Sundar Singh harus cukup "dipaksa" oleh sahabat-sahabatnya. Ia khawatir ada orang-orang yang akan menyalahartikan kesaksiannya, sehingga saat harus menuliskan ke dalam buku kecilpun ia menuliskan hal-hal yang sederhana saja, yang mudah dimengerti. Dalam prakata pembukuannya-pun para sahabatnya memberikan sambutan dengan mendorong para pembaca untuk sungguh-sungguh menguji kesaksian Sundar berdasarkan terang kebenaran Firman Tuhan. Implikasinya jelas: tolak dan buang jika itu tidak sesuai dengan firman Tuhan, namun sebaliknya terimalah jika itu sesuai dengan firman Tuhan.

Mengamati kesaksian-kesaksian penglihatan alam roh yang ada di blantika kekristenan, dari sekian banyak kesaksian itu, sejauh ini Admin dengan sengaja hanya memuat kesaksian Sadhu Sundar Singh saja karena menurut Admin, kesaksian ini cukup pantas untuk dipertimbangkan dan dijadikan bahan referensi karena sangat bersesuaian dengan kebenaran Injil. Keberanian Sundar untuk menderita karena pemberitaan Injil pada saat ini tidak banyak yang mempunyainya - bandingkan dengan para pemberita Injil yang memanfaatkan Injil untuk kepentingan pribadi dan popularitas, hal itu sangatlah kontras. Kasih yang tulus, buah Roh dan buah jiwa-jiwa yang nyata ditunjukkannya di sepanjang pelayanannya. Kisah pertobatannya yang radikal, yang mirip-mirip kesaksian Rasul Paulus yang ditemui oleh Roh Yesus Kristus sendiri, membaharui hidupnya secara radikal dan memberinya keberanian untuk memberitakan Injil.

Pada usia ke 40 tahun beliau masuk ke pedalaman Tibet dan sampai sekarang tidak pernah kembali dan tidak ada kabar barang sedikitpun. Menurut Admin, ada kemungkinan Sundar meninggal secara martir (seperti Rasul Paulus). Hal ini berdasarkan kemauan/penyerahan dirinya kepada Allah yang nyata-nyata ditunjukkan melalui kesaksian-kesaksiannya di ambang kematian saat memberitakan Injil. Sempat ia di todong dan dirampok gerombolan orang yang membawa pedang dan ia hanya mencondongkan kepalanya, tanda ia siap untuk mati. Meskipun setelah itu ia tidak jadi dibunuh, entah kenapa para perampok itu batal membunuhnya, malahan salah satu diantaranya bertobat dan diinjili Sundar. Ini menceritakan bahwa Sundar sangat tidak menyayangkan nyawanya didalam pemberitaan Injil. Sehingga asumsi saya bahwa beliau meninggal secara martir tidaklah berlebihan, apalagi setelah melihat bahwa tidak ada keterangan apapun mengenai akhir hidup atau pelayanannya.

Untuk membaca selengkapnya penglihatan rohani Sadhu Sundar Singh di alam roh silahkan klik disini dan silakan diuji dengan firman Tuhan, berdasarkan: 1 Yohanes 4:1
Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia. Hanya ada dua alat uji yaitu: Firman Allah yang tertulis (Alkitab) dan kesaksian Roh Kudus di hati kita.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan menuliskan komentar Anda. Kami akan segera menanggapinya. Terimakasih, Tuhan memberkati.