googleb2757ebb443295f5 Masa Depan Cerah: Penglihatan Sadhu Sundar Singh #3: Dunia roh

Rabu, 18 April 2012

Penglihatan Sadhu Sundar Singh #3: Dunia roh

Sekali dalam suatu percakapan, orang-orang suci memberikan keterangan berikut : "Sesudah mati, jiwa manusia akan masuk dalam dunia roh dan setiap orang, sesuai dengan tingkat pertumbuhan rohaninya akan tinggal dengan roh-roh yang sama pikiran dan sifatnya dengan ia dalam terang kemuliaan. Kami yakin bahwa tidak ada seorangpun yang telah masuk dalam dunia roh dengan tubuh mereka, kecuali Kristus dan beberapa orang suci lain, yang tubuhnya diubah menjadi tubuh mulia. Namun untuk beberapa orang telah diperkenankan, bahwa selagi mereka masih tinggal dalam dunia, mereka dapat melihat dunia roh dan sorga juga, seperti tercantum dalam II Korintus 12 : 2. Walaupun mereka sendiri tidak dapat mengatakan apakah mereka masuk dalam tubuh atau roh.

Sesudah percakapan ini, orang-orang suci tersebut menuntun saya keliling dan menunjukkan saya banyak perkara dan tempat yang indah. Saya lihat dari segala penjuru, beribu- beribu jiwa yang terus menerus tiba dalam dunia dan bahwa mereka semua disertai oleh para malaikat. Jiwa-jiwa orang baik hanya ditemani oleh para malaikat dan roh yang baik, yang membimbing mereka dari tempat tidur kematian mereka. Roh-roh jahat tidak diijinkan datang mendekati mereka, tetapi berdiri dari jauh dan melihatnya. Saya juga lihat bahwa tidak ada roh-roh baik yang berada bersama-sama dengan jiwa-jiwa yang jahat ; yang mengelilingi jiwa-jiwa yang jahat adalah roh-roh jahat yang datang menemani mereka dari tempat tidur kematian. Sementara itu malaikat-malaikat
juga berdiri dan mencegah roh-roh jahat menjadi bebas dalam sifatnya yang jahat untuk dapat mengganggu mereka. Roh-roh jahat segera memimpin jiwa-jiwa ini jauh ke dalam kegelapan karena ketika dalam daging, mereka terus menerus mengijinkan roh-roh jahat itu mempengaruhi mereka akan hal-hal yang jahat dan dengan sukarela mengijinkan untuk dibujuk dalam segala macam dosa dan kejahatan. Malaikat-malaikat tidak ikut campur dengan kemauan bebas dari jiwa siapapun. Saya lihat juga di sana banyak jiwa baru masuk ke dalam dunia roh, yang disertai dengan roh-roh baik maupun jahat, juga oleh para malaikat. Tetapi, tidak lama kemudian perbedaan yang nyata mulai mendesak, lalu mereka memisahkan diri masing-masing, yang baik kepada sifatnya yang baik dan yang jahat kepada yang jahat.


ANAK - ANAK TERANG

Sewaktu jiwa-jiwa manusia sampai ke dalam dunia roh, yang baik segera memisahkan diri dari yang jahat. Di dunia semua campur-baur bersama-sama, tetapi tidaklah demikian dalam dunia roh. Saya banyak kali melihat, waktu roh-roh yang baik Anak-anak Terang masuk kedalam dunia roh, mereka mula-mula mandi dalam air jernih samudera kaca (kristal), seperti dalam udara dan tak dapat dirasakan. Dan dengan demikian mereka menemukan kesegaran yang sangat menyukakan hati. Di dalam air yang ajaib ini, mereka bergerak ke sana sini sama seperti dalam udara terbuka. Mereka tidak tenggelam dalam air itu dan mereka juga tidak menjadi basah, tetapi mereka disucikan dan disegarkan dengan ajaib serta dimurnikan ; mereka masuk ke dalam dunia yang mulia dan terang, di mana mereka akan tinggal selama-lamanya di hadirat Tuhan kekasih, dalam persekutuan orangorang
suci dan malaikat-malaikat yang tak terhitung jumlahnya.


ANAK - ANAK KEGELAPAN

Betapa beda keadaan jiwa yang hidupnya jahat. Mereka tidak senang berkumpul dengan anak-anak Terang dan merasa tersiksa oleh terang kemuliaan yang membuka tabir hidup manusia ; mereka bergumul untuk menyembunyikan diri di tempat-tempat, dimana sifat-sifat yang tidak suci dan dinajiskan oleh dosa, tidak akan dapat terlihat. Dari bagian dunia roh yang paling rendah dan paling gelap, naiklah asap yang hitam yang berbau busuk; dalam usaha mereka untuk menyembunyikan diri dari terang, anak-anak kegelapan ini cepat-cepat melemparkan diri mereka ke dalam kegelapan, dari tempat mana terdengar terus menerus ratapan yang pahit, penyesalan dan kesedihan. Tetapi, surga, diatur sedemikian rupa sehingga asap tidak terlihat, juga ratapan kesedihan roh tidak terdengar di surga, kecuali seorang karena alasan khusus, ingin melihat kemalangan jiwa-jiwa yang jahat dalam kegelapan.


KEMATIAN SEORANG ANAK KECIL

Seorang anak kecil mati karena radang paru-paru dan sekumpulan malaikat datang untuk membawa jiwanya ke dalam dunia roh. Saya ingin, agar ibunya dapat melihat pemandangan yang indah itu, maka dari pada menangis, ia akan menyanyi dengan sukacita, karena malaikat-malaikat memelihara anak kecil itu dengan perhatian dan kasih, yang tak dapat ditunjukkan oleh seorang ibupun. Saya dengar salah seorang malaikat berkata kepada yang lain : "Lihatlah, bagaimana ibu anak ini menangisi perpisahan yang hanya sebentar dan sementara ini ! Beberapa tahun lagi ia akan bersuka cita dengan anaknya." Kemudian para malaikat membawa jiwa anak itu ke bagian yang indah, ke surga yang penuh terang, yang disediakan untuk anak-anak, di mana mereka memelihara anak-anak itu dan mengajar mereka dalam segala hikmat surgawi, sampai secara perlahan-lahan anak-anak itu menjadi seperti malaikat-malaikat.

Beberapa waktu kemudian, ibu anak itu meninggal juga dan anaknya, yang sekarang menjadi seperti malaikat, datang dengan malaikat-malaikat lain untuk menyambut jiwa ibunya. Sewaktu ia berkata kepada ibunya, "Ibu, tidakkah kau kenal aku ? Aku anakmu Theodore", hati ibu itu dipenuhi dengan sukacita dan sewaktu mereka memeluk satu dengan yang lain, air mata suka cita jatuh bagaikan bunga. Itu adalah suatu pemandangan yang sangat mengharukan. ! Kemudian, selagi mereka berjalan bersama-sama, anak itu terus menerus menunjuk dan menjelaskan pada ibunya tentang apa yang ada di sekeliling mereka dan selama waktu yang ditentukan bagi ibunya untuk tinggal dalam dunia
sementara, ia tinggal dengan ibunya, dan apabila waktu belajar yang diperlukan dalam dunia itu sudah selesai, ia akan membawa ibunya ke tempat yang lebih tinggi, dimana ia sendiri tinggal.

Disana, di mana-mana, keadaan kelilingnya indah, penuh sukacita, dan ada banyak jiwa yang tak terhitung jumlahnya. Manusia yang didunia telah menanggung segala macam penderitaan karena Kristus, pada akhirnya mereka dibangkitkan, masuk ke dalam tempat kemuliaan dan kehormatan. Di mana-mana ada gunung yang indah, yang tak ada bandingnya dan dalam taman-taman terdapat segala macam buah-buahan manis serta bunga-bunga indah berlimpah-limpah. Segala sesuatu yang diinginkan hati ada disana. Kemudian ia berkata kepada ibunya, "Dalam dunia, yang merupakan pantulan samar-samar dari surga dunia yang nyata ini, kekasih-kekasih kita berduka cita atas kami. Tetapi,
katakanlah kepadaku ibu, apakah ini kematian atau hidup benar yang dirindukan setiap hari?". Ibunya menjawab, "Nak, inilah hidup yang benar. Apabila di dunia saya tahu segala kebenaran surga ini, saya tidak akan pernah bersusah atas kematianmu. Sayang, orang di dunia begitu buta ! Walaupun Kristus telah menjelaskan dengan nyata akan keadaan yang mulia ini dan Injil berulang-ulang telah menjelaskan tentang kerajaan Bapa yang kekal ini, bahkan bukan saja orang-orang bodoh, tetapi orang percaya yang diberi terang, masih juga tidak sadar akan kemuliaanNya. Kiranya Tuhan memberi anugerah, supaya semua orang boleh masuk ke dalam suka cita yang kekal di tempat ini.


KEMATIAN SEORANG FILSAFAT

Jiwa seorang filsafat Jerman masuk ke dalam dunia roh dan melihat dari jauh kemuliaan dunia roh yang tak ada bandingnya dan kebahagiaan umatNya yang tak terhingga. Ia amat gembira akan apa yang dilihatnya, akan tetapi kecerdasan keras kepalanya itu, menghalanginya untuk masuk dan menikmati kebahagiaannya. Dari pada mengakui, bahwa itu adalah hal yang nyata, ia mulai berbantah-bantah dengan dirinya sendiri. "Tidak dapat diragukan, saya telah melihat semuanya ini, tetapi apakah buktinya bahwa itu memang sungguh-sungguh ada, dan bukannya suatu angan-angan yang lahir dari pikiran saya ? Dari ujung ke ujung pemandangan ini, saya akan menggunakan ujian logika, filsafat dan ilmu pengetahuan dan baru sesudah itu, saya akan yakinkan bahwa semua itu memang suatu kenyataan dan bukan khayalan belaka."

Kemudian malaikat-malaikat menjawab, "Sudah jelas dari perkataanmu, bahwa intelekmu sudah merusak seluruh sifatmu, karena mata rohani dan bukan mata jasmani yang diperlukan untuk melihat dunia roh, karena itu, pengertian rohanilah yang diperlukan untuk mengerti dan mengenal kebenaran, dan bukan usaha pikiran prinsip dasar filsafat logika. Ilmu pengetahuanmu yang mengajar fakta-fakta materi, sudah ditinggalkan dengan kepala dan otakmu di dunia. Di sini, hanya hikmat rohani yang berguna, yang timbul karena rasa takut dan kasih atas Tuhan." Kemudian seorang malaikat berkata kepada yang lain, "Sayang sekali, bahwa manusia lupa akan sabda Tuhan yang berharga, "Kecuali kamu bertobat dan menjadi sama seperti anak-anak kecil, kamu tidak akan masuk surga."( Matius 18 : 3 ). Saya bertanya kepada salah seorang malaikat, apakah akhir hidup orang itu. Ia menjawab, "Apabila seluruh hidup orang ini sangat jahat, maka ia langsung akan bergabung dengan roh-roh kegelapan. Tetapi ia bukannya tanpa perasaan moral, karena itu untuk waktu yang sangat lama ia akan berkelana dalam kebutaannya di tempat perantara sementara bagian bawah yang pudar cahayanya terus menerus dan terbentur kepala filsafatnya, sehingga ia menjadi lelah karena kebodohannya dan bertobat. Kemudian ia akan siap untuk menerima petunjuk-petunjuk para malaikat khusus yang ditentukan dan ia akan menjadi layak untuk masuk ke dalam terang Allah yang lebih penuh, dalam tempat yang lebih tinggi.

Dalam suatu pengertian, seluruh angkasa yang tak terbatas, adalah dunia roh, penuh dengan
hadirat Allah, karena ia adalah Roh. Dalam pengertian lain, dunia ini juga dunia roh, karena
penduduknya adalah roh-roh yang berpakaian tubuh manusia. Tetapi, masih ada dunia roh lainnya yang menjadi tempat kediaman sementara roh, sesudah mereka meninggalkan tubuh mereka waktu mati. Itu adalahj tempat perantara sementara _ suatu tempat di antara kemuliaan terang surga yang tertinggi dan tempat suram gelapnya neraka yang paling rendah. Di dalamnya terdapat tempat kediaman yang tak terhitung jumlahnya dan jiwa-jiwa yang datang dibawa ke tempat yang cocok menurut kemajuan hidupnya sewaktu di dunia.

Di sana malaikat-malaikat yang khusus ditunjuk untuk tugas itu, memberikan petunjuk
untuk waktu tertentu, mungkin lama ata singkat, sebelum jiwa itu pergi bergabung dengan
masyarakat roh ; yang baik dalam terang yang lebih besar, dan yang jahat dalam kegelapan
yang lebih besar, sesuai dengan sifat dan pikiran mereka.


Catatan Admin mengenai kesaksian penglihatan rohani Sadhu Sundar Singh:

Pada masa itu banyak orang menyebutnya sebagai Rasul-nya India, meskipun dia tidak pernah mengklaimnya demikian. Untuk menerbitkan buku pengalaman rohaninya ini, Sundar Sundar Singh harus cukup "dipaksa" oleh sahabat-sahabatnya. Ia khawatir ada orang-orang yang akan menyalahartikan kesaksiannya, sehingga saat harus menuliskan ke dalam buku kecilpun ia menuliskan hal-hal yang sederhana saja, yang mudah dimengerti. Dalam prakata pembukuannya-pun para sahabatnya memberikan sambutan dengan mendorong para pembaca untuk sungguh-sungguh menguji kesaksian Sundar berdasarkan terang kebenaran Firman Tuhan. Implikasinya jelas: tolak dan buang jika itu tidak sesuai dengan firman Tuhan, namun sebaliknya terimalah jika itu sesuai dengan firman Tuhan.

Mengamati kesaksian-kesaksian penglihatan alam roh yang ada di blantika kekristenan, dari sekian banyak kesaksian itu, sejauh ini Admin dengan sengaja hanya memuat kesaksian Sadhu Sundar Singh saja karena menurut Admin, kesaksian ini cukup pantas untuk dipertimbangkan dan dijadikan bahan referensi karena sangat bersesuaian dengan kebenaran Injil. Keberanian Sundar untuk menderita karena pemberitaan Injil pada saat ini tidak banyak yang mempunyainya - bandingkan dengan para pemberita Injil yang memanfaatkan Injil untuk kepentingan pribadi dan popularitas, hal itu sangatlah kontras. Kasih yang tulus, buah Roh dan buah jiwa-jiwa yang nyata ditunjukkannya di sepanjang pelayanannya. Kisah pertobatannya yang radikal, yang mirip-mirip kesaksian Rasul Paulus yang ditemui oleh Roh Yesus Kristus sendiri, membaharui hidupnya secara radikal dan memberinya keberanian untuk memberitakan Injil.

Pada usia ke 40 tahun beliau masuk ke pedalaman Tibet dan sampai sekarang tidak pernah kembali dan tidak ada kabar barang sedikitpun. Menurut Admin, ada kemungkinan Sundar meninggal secara martir (seperti Rasul Paulus). Hal ini berdasarkan kemauan/penyerahan dirinya kepada Allah yang nyata-nyata ditunjukkan melalui kesaksian-kesaksiannya di ambang kematian saat memberitakan Injil. Sempat ia di todong dan dirampok gerombolan orang yang membawa pedang dan ia hanya mencondongkan kepalanya, tanda ia siap untuk mati. Meskipun setelah itu ia tidak jadi dibunuh, entah kenapa para perampok itu batal membunuhnya, malahan salah satu diantaranya bertobat dan diinjili Sundar. Ini menceritakan bahwa Sundar sangat tidak menyayangkan nyawanya didalam pemberitaan Injil. Sehingga asumsi saya bahwa beliau meninggal secara martir tidaklah berlebihan, apalagi setelah melihat bahwa tidak ada keterangan apapun mengenai akhir hidup atau pelayanannya.

Untuk membaca selengkapnya penglihatan rohani Sadhu Sundar Singh di alam roh silahkan klik disini dan silakan diuji dengan firman Tuhan, berdasarkan: 1 Yohanes 4:1
Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia. Hanya ada dua alat uji yaitu: Firman Allah yang tertulis (Alkitab) dan kesaksian Roh Kudus di hati kita.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan menuliskan komentar Anda. Kami akan segera menanggapinya. Terimakasih, Tuhan memberkati.