googleb2757ebb443295f5 Masa Depan Cerah: Penglihatan Sadhu Sundar Singh #4: Pertolongan dan pengajaran manusia sekarang dan kemudian

Rabu, 18 April 2012

Penglihatan Sadhu Sundar Singh #4: Pertolongan dan pengajaran manusia sekarang dan kemudian

PERTOLONGAN YANG TAK KELIHATAN.

Keluarga dan kekasih-kekasih kita dan kadang-kadang orang-orang suci juga, sering dari dunia yang tak kelihatan untuk menolong dan melindungi kita, tetapi malaikat-malaikat selalu datang. Mereka tidak diijinkan untuk menampakkan diri kepada kita, kecuali dalam keadaan yang sangat perlu. Dengan jalan yang tidak kita kenal, mereka mempengaruhi kita ke arah pikiran yang suci, dan menarik kita kepada Allah dan kepada tingkah laku yang baik; dan Roh Allah yang mendiami hati kita, melengkapi pekerjaannya untuk menyempurnakan hidup rohani kita, yang tidak mampu mereka kerjakan.


SIAPA YANG TERBESAR ?

Kebesaran seseorang tidak tergantung kepada kedudukan dan pengetahuannya, juga tidak melalui ini saja manusia dapat menjadi besar. Seseorang dianggap besar apabila ia dapat berguna bagi orang lain. Dan kegunaan hidupnya bergantung kepada pelayanannya kepada orang lain. Karena itu, sejauh manusia dapat melayani orang lain dengan kasih, sejauh itulah kebesarannya. Sama seperti kata Tuhan, "Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu." (Matius 20 : 26 ). Kesukaan orang yang tinggal di sorga ditemukan dalam pelayanan kasih satu pada yang lain, dengan memenuhi tujuan hidup mereka, mereka tinggal untuk selama-lamanya di hadirat Allah.


MEMPERBAIKI KESALAHAN

Bilamana orang sungguh-sungguh rindu untuk hidup berkenan kepada Allah, penyesuaian pandangan dan pembaharuan hidup mereka dimulai dalam dunia ini. Tidak saja Roh Kudus mengajar mereka secara langsung, tetapi dalam ruang hatinya yang tersembunyi, mereka ditolong oleh persekutuan orang-orang suci, yang walaupun tak terlihat, selalu ada dekat untuk menolong mereka ke arah yang baik. Tetapi seperti banyak orang Kristen dan juga pencari-pencari kebenaran yang bukan Kristen, mati sementara masih berpegang kepada pandangan palsu dan kurang benar ; pandangan mereka itu diperbaiki dalam dunia roh, asal mereka tidak bersikeras kepada pendapat mereka dan bersedia untuk belajar. Karena, dalam dunia ini ataupun dalam dunia yang akan datang, Allah atau hamba-hambaNya tidak pernah memaksa siapapun untuk mempercayai apapun melawan kehendaknya.


PERNYATAAN KRISTUS

Saya melihat dalam penglihatan, roh seorang penyembah berhala ; ketika sampai di dunia roh, segera ia mulai mencari illahnya. Kemudian orang-orang suci berkata kepadanya, "Disini tidak ada illah selain Allah yang benar, dan Kristus, Yang menjadi PernyataanNya." Waktu mendengar ini ia sangat terkejut, tetapi karena ia seorang pencari kebenaran yang tulus, ia mengaku dengan jujur bahwa ia salah. Ia rindu mencari, untuk mengenal pandangan yang benar dan bertanya, apakah ia boleh melihat Kristus. Tak lama kemudian Kristus menyatakan diriNya dalam terang yang samar-samar kepadanya, dan kepada yang lain yang baru sampai dalam dunia roh ; karena pada saat itu mereka tidak tahan menghadapi pertunjukkan kemuliaanNya, karena kemuliaanNya begitu besar, sehingga malaikat-malaikatpun memandang kepadaNya dengan kesulitan dan menutupi muka mereka dengan sayap mereka. ( Yesaya 6 : 2).

Sewaktu ia memperlihatkan diriNya kepada siapapun, ia memperhitungkan kemajuan yang telah dicapai oleh jiwa itu, karena itu ia menampakkan diriNya dalam terang samar-samar atau terang kemuliaan yang penuh, sehingga mereka dapat tahan menatap pandanganNya. Demikianlah, waktu roh-roh itu melihat Kristus dalam terang samar-samar, tetapi sangat menarik, mereka dipenuhi dengan sukacita dan damai yang tidak dapat dilukiskan. Di mandikan dalam sinar terangNya yang menghidupkan, gelombang kasihNya selalu mengalir keluar ke atas mereka, semua kesalahan mereka dihapuskan. Kemudian dengan segenap hati, mereka mengaku Dia sebagai Kebenaran dan mendapat kesembuhan, sambil membungkukkan dirinya dengan rendah hati dalam penyembahan dihadapanNYa, mereka mengucap syukur dan memujiNya. Dan orang-orang suci yang ditunjuk untuk mengajar mereka juga bersuka cita atas mereka.


SEORANG PEKERJA DAN SEORANG RAGU-RAGU

Pada suatu hari saya melihat pekerja tiba dalam dunia roh. Ia sangat menderita, karena sepanjang hidupnya ia tidak memikirkan apapun, kecuali nafkah sehari-hari. Ia terlalu sibuk untuk dapat memikirkan Allah atau hal-hal rohani. Pada saat yang sama, ketika ia mati, mati jugalah seorang lain yang selalu ragu-ragu dan keras kepala dalam pendapat-pendapatnya. Kedua-duanya diperintahkan untuk waktu yang lama tinggal dalam dunia roh, dalam tempat kegelapan. Dalam keadaan menderita demikian mereka mulai berteriak minta tolong. Orang-orang suci dan para malaikat dengan kasih dan belas kasihan, mulali memberi pelajaran kepada mereka agar mereka mengerti bagaimana menjadi anggota Kerajaan Terang dan Kemuliaan. Tetapi walaupun dalam keadaan cemas, sama seperti banyak roh lain, mereka lebih suka tinggal dalam tempat gelap, karena dosa telah membengkokkan sifat-sifat dan keadaan mereka, sehingga mereka meragukan segala sesuatu. Bahkan mereka melihat dengan curiga kepada malaikat-malaikat yang datang untuk menolong mereka.

Pada waktu saya melihatnya saya bertanya kepada diri sendiri, apa yang akan terjadi pada akhirnya ; dan pada saat saya bertanya, satu-satunya jawaban yang saya terima dari salah seorang suci yang mengatakan, "Kiranya Allah mengasihi mereka."


PERTOLONGAN DAN PENGAJARAN MANUSIA SEKARANG DAN KEMUDIAN

Kita dapat mempunyai suatu pandangan mengenai kerusakan sifat manusia yang murtad, dari hal ini; apabila terjadi suatu laporan jahat walaupun tidak benar, orang yang sifatnya sudah dibengkokkan oleh dosa akan menerima dengan segera bahwa itu benar. Tetapi, sebaliknya apabila diterima suatu laporan baik dan sungguh, umpama bahwa si anu adalah seorang yang saleh dan berbuat ini atau pekerjaan untuk kemuliaan Allah dan kebaikan sesama manusia, maka orang yang sudah dibengkokkan hatinya waktu mendengar, tanpa ragu-ragu akan bertanya, "Itu semua bohong. Si anu itu pasti mempunyai maksud tersendiri di belakang semua itu!" Apabila kamu bertanya kepada orang itu, bagaimana ia tahu bahwa kejadian pertama itu benar dan yang kedua itu salah dan bukti apa yang dapat dikemukakan !

Apa yang kami pelajari dari sikap pikiran orang itu adalah, bahwa karena pikirannya telah dinajiskan oleh kejahatan, ia percaya akan laporan-laporan jahat, karena itu cocok dengan sifatnya yang jahat dan ia pikir bahwa laporan-laporan baik adalah bohong, karena itu tidak cocok dengan hatinya yang jahat. Menurut sifatnya, sikap orang baik akan berlawanan dengan ini. Ia biasanya dipaksa untuk meragukan laporan yang jahat, dan ia percaya akan yang benar, karena pendirian ini tepat sekali dengan sifatnya yang baik. Siapa yang hidup di dunia ini dengan melawan kehendak Tuhan, ia tidak akan memiliki ketenangan hati ; baik di dunia ini , maupun di dunia yang akan datang, dan sewaktu masuk dalam dunia roh, mereka akan merasa takut dan cemas. Tetapi mereka yang mentaati kehendak Tuhan akan memiliki damai sejahtera pada waktu tiba di dunia roh dan akan dipenuhi dengan suka cita yang tak terkatakan karena, disitulah rumah mereka yang kekal dan kerajaan Bapa mereka.


Catatan Admin mengenai kesaksian penglihatan rohani Sadhu Sundar Singh:

Pada masa itu banyak orang menyebutnya sebagai Rasul-nya India, meskipun dia tidak pernah mengklaimnya demikian. Untuk menerbitkan buku pengalaman rohaninya ini, Sundar Sundar Singh harus cukup "dipaksa" oleh sahabat-sahabatnya. Ia khawatir ada orang-orang yang akan menyalahartikan kesaksiannya, sehingga saat harus menuliskan ke dalam buku kecilpun ia menuliskan hal-hal yang sederhana saja, yang mudah dimengerti. Dalam prakata pembukuannya-pun para sahabatnya memberikan sambutan dengan mendorong para pembaca untuk sungguh-sungguh menguji kesaksian Sundar berdasarkan terang kebenaran Firman Tuhan. Implikasinya jelas: tolak dan buang jika itu tidak sesuai dengan firman Tuhan, namun sebaliknya terimalah jika itu sesuai dengan firman Tuhan.

Mengamati kesaksian-kesaksian penglihatan alam roh yang ada di blantika kekristenan, dari sekian banyak kesaksian itu, sejauh ini Admin dengan sengaja hanya memuat kesaksian Sadhu Sundar Singh saja karena menurut Admin, kesaksian ini cukup pantas untuk dipertimbangkan dan dijadikan bahan referensi karena sangat bersesuaian dengan kebenaran Injil. Keberanian Sundar untuk menderita karena pemberitaan Injil pada saat ini tidak banyak yang mempunyainya - bandingkan dengan para pemberita Injil yang memanfaatkan Injil untuk kepentingan pribadi dan popularitas, hal itu sangatlah kontras. Kasih yang tulus, buah Roh dan buah jiwa-jiwa yang nyata ditunjukkannya di sepanjang pelayanannya. Kisah pertobatannya yang radikal, yang mirip-mirip kesaksian Rasul Paulus yang ditemui oleh Roh Yesus Kristus sendiri, membaharui hidupnya secara radikal dan memberinya keberanian untuk memberitakan Injil.

Pada usia ke 40 tahun beliau masuk ke pedalaman Tibet dan sampai sekarang tidak pernah kembali dan tidak ada kabar barang sedikitpun. Menurut Admin, ada kemungkinan Sundar meninggal secara martir (seperti Rasul Paulus). Hal ini berdasarkan kemauan/penyerahan dirinya kepada Allah yang nyata-nyata ditunjukkan melalui kesaksian-kesaksiannya di ambang kematian saat memberitakan Injil. Sempat ia di todong dan dirampok gerombolan orang yang membawa pedang dan ia hanya mencondongkan kepalanya, tanda ia siap untuk mati. Meskipun setelah itu ia tidak jadi dibunuh, entah kenapa para perampok itu batal membunuhnya, malahan salah satu diantaranya bertobat dan diinjili Sundar. Ini menceritakan bahwa Sundar sangat tidak menyayangkan nyawanya didalam pemberitaan Injil. Sehingga asumsi saya bahwa beliau meninggal secara martir tidaklah berlebihan, apalagi setelah melihat bahwa tidak ada keterangan apapun mengenai akhir hidup atau pelayanannya.

Untuk membaca selengkapnya penglihatan rohani Sadhu Sundar Singh di alam roh silahkan klik disini dan silakan diuji dengan firman Tuhan, berdasarkan: 1 Yohanes 4:1
Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia. Hanya ada dua alat uji yaitu: Firman Allah yang tertulis (Alkitab) dan kesaksian Roh Kudus di hati kita.

1 komentar:

  1. Sdh 4-5 kali saya baca ulang terus kesaksian Sundar Singh semata2 untuk mengulangi dan memahaminya. Cukup sulit tp anehnya kesaksian ini yg paling menyentuh dan paling pantas menjadi pemahaman saya selaku Kristiani yg humanis. Sungguh aneh karna menurut saya artikel kesaksian Sundar Singh sangat susah di pahami tp sekaligua paling menarik/ menyentuh hati dan paling masuk akal

    BalasHapus

Silahkan menuliskan komentar Anda. Kami akan segera menanggapinya. Terimakasih, Tuhan memberkati.