googleb2757ebb443295f5 Masa Depan Cerah: Penglihatan Sadhu Sundar Singh #5: Hukuman orang berdosa

Kamis, 19 April 2012

Penglihatan Sadhu Sundar Singh #5: Hukuman orang berdosa

Banyak orang mempunyai pandangan bahwa jikalau mereka berdosa secara tersembunyi, tidak ada yang akan mengetahuinya, tetapi hal itu sama sekali tidak mungkin bahwa dosa itu tetap tersembunyi untuk selama-lamanya. Pada suatu saat pasti akan diketahui dan orang berdosa itu akan menerima hukuman yang setimpal. Juga, kebaikan dan kebenaran tidak dapat disembunyikan. Pada akhirnya ia akan menang, walaupun untuk sementara waktu tidak diakui. Kejadian-kejadian berikut ini akan memberi terang akan keadaan orang berdosa.
SEORANG YANG BAIK DAN SEORANG PENCURI

Pada suatu hari dalam penglihatan, salah seorang suci menceriterakan kejadian berikut ini, "Pada suatu malam seorang saleh harus pergi jauh untuk suatu pekerjaan yang penting. Dalam perjalanannya ia menemukan seorang pencuri yang sedang merampok sebuah toko. Ia mengatakan kepada pencuri itu, "Kamu tidak berhak untuk mengambil barang-barang orang lain dan merugikan mereka. Itu adalah suatu dosa yang besar. "Pencuri itu menjawab, "Apabila kamu ingin pergi dengan selamat dari tempat ini, baiklah kamu pergi dengan diam-diam dan cepat. Apabila tidak, nanti kamu akan mendapat kesukaran." Orang baik itu tekun dalam usahanya dan sewaktu pencuri itu tidak mau mendengarnya, ia mulai berteriak-teriak dan memanggil tetangga-tetangganya. Mereka cepat-cepat datang untuk menangkap pencuri itu. Tetapi sewaktu orang baik itu menuduh pencuri itu, pencuri itu berbalik menuduh orang baik itu. "Oya, ya", katanya "kamu kira orang ini sangat
beribadah, tetapi saya menangkapnya basah waktu ia sedang mencuri." Karena di sana tidak ada saksi-saksi lain, kedua-duanya ditangkap daan dikunci dalam suatu ruangan, sementara seorang opsir polisi dan anak-anak buahnya bersembunyi untuk mendengar percakapan mereka. Kemudian pencuri itu mulai menertawakan kawan tahanannya. "Lihat," ia berkata, "Bukankah saya telah menangkap kamu dengan baik ? Dari permulaan sudah saya katakan kepadamu untuk pergi atau nanti kamu akan celaka. Sekarang kita lihat bagaimana agamamu akan menolong kamu." Sesudah opsir itu mendengar percakapan itu, ia membuka pintu dan membebaskan orang yang baik itu dan memberikan upah dan kehormatan, sedang pukulan-pukulan yang keras ia berikan kepada pencuri itu dan
menguncinya dalam penjara. Demikianlah, dalam dunia inipun ada derajat penghakiman antara orang baik dan orang jahat, tetapi hukuman dan upah penuh akan diberikan hanya dalam dunia yang akan datang.


DOSA TERSEMBUNYI

Berikut ini diberitakan kepada saya dalam penglihatan. Seorang dalam ruangan tersembunyi mengerjakan suatu perbuatan dosa, yang menurut pikirannya dosa itu tersembunyi. Salah seorang suci berkata. "Betapa besar kerinduan saya supaya mata rohani orang itu dibukakan pada saat itu !". Karena dalam ruangan itu banyak orang suci dan malaikat, juga beberapa roh sanak saudaranya yang kekasih datang untuk menolongnya. Semua sangat sedih melihat tingkah lakunya yang memalukan dan salah seorang berkata, "Kami datang menolongnya, tetapi sekarang kami harus menjadi saksi terhadap dia pada saat pehukuman. Ia tidak dapat melihat kami tetapi kami semua dapat melihatnya terlibat dalam dosa itu. Kiranya orang ini bertobat dan diselamatkan dari hukuman yang akan
datang."


KESEMPATAN YANG DISIA-SIAKAN

Pada suatu hari saya melihat dalam dunia roh, suatu roh dengan jeritan penyesalan, lari ke
sana-sini seperti orang gia. Seorang malaikat berkata, "Di dunia, oran ini diberi banyak kesempatan untuk bertobat dan berpaling kepada Allah, tetapi setiap kali hati nuraninya mulai menuduhnya ; ia biasa memadamkan gejolak perasaannya dengan minuman keras. Ia menyia-nyiakan semua harta bendanya, menghancurkan rumah tangganya dan pada akhirnya membunuh diri. Dan sekarang dalam dunia roh, ia berlari ke sana ke mari dengan bingung, seperti seekor anjing gila dan menggeliat dengan penuh penyesalan pada waktu memikirkan kesempatan-kesempatan yang telah lewat. Kami siap untuk menolongnya, tetapi sifatnya yang sudah murtad menghalanginya untuk bertobat, karena dosa sudah mengeraskan hatinya, walaupun ingatan akan dosa itu selalu masih segar baginya. Dalam dunia, ia minum untuk melupakan suara hati nuraninya, tetapi disini tidak ada kemungkinan untuk menutupi apapun. Sekarang jiwanya begitu telanjang, sampai ia sendiri dan semua penduduk dunia roh dapat melihat hidupnya yang berdosa. Untuk dia, dalam keadaan yang
dikeraskan oleh dosa, tidak ada jalan lain, kecuali ia haru menyembunyikan diri dalam kegelapan bersama roh jahat lainnya, dan dengan demikian meluputkan diri dari siksa terang itu."


SEORANG JAHAT DIIJINKAN MASUK SURGA

Suatu saat waktu saya hadir seorang yang hidupnya jahat, sesudah mati, masuk ke dalam dunia roh. Sewaktu malaikat-malaikat dan orang-oran suci mau menolongnya, ia segera mulai mengutuk dan menghina mereka dan berkata, "Allah itu sama sekali tidak adil, Ia menyediakan surga untuk budak -budak yang pandai mengambil muka seperti kamu, dan membuang sisa manusia lainnya ke dalam neraka. Namun, kamu menyebut Dia kasih !" Malaikat-malaikat menjawab, "Allah memang kasih. Ia menciptakan manusia, supaya mereka boleh hidup dengan bahagia dalam persekutuan dengan Dia, tetapi manusia karena kekerasan hati dan penyalah-gunaan kemauan bebasnya, memalingkan muka mereka dari padaNya dan membuat neraka bagi diri sendiri. Allah tidak pernah melempar siapapun ke dalam neraka dan tidak akan berbuat demikian, tetapi manusia sendiri, karena terjerat dalam dosa, menciptakan neraka bagi diri sendiri. Allah tidak pernah menciptakan neraka macam apapun.

Pada saat itu juga terdengar suara yang sangat manis dari seorang malaikat yang di tinggi,
mengatakan, "Allah mengijinkan supaya orang ini dibawa ke dalam surga." Dengan senang orang itu maju kedepan, didampingi oleh dua malaikat, tetapi, ketika mereka mendekati pintu surga dan melihat tempat yang suci, dipenuhi oleh terang dan penduduk mulia yang diberkati, ia mulai merasa tidak senang. Malaikat-malaikat itu berkata kepadanya, "Lihat, betapa indah dunia ini ! Majulah sedikit lagi, lihatlah akan Tuhan yang kekasih diatas TakhtaNya." Dari pintu ia melihat, dan waktu terang Matahari Kebenaran memperlihatkan kenajisan hidupnya yang penuh dosa, ia mulai mundur dengan kesengsaraan dan kebencian diri sendiri dan lari cepat-cepat sehingga ia tidak berhenti di tempat sementara dunia roh, tetapi seperti batu ia melaluinya dan melemparkan dirinya ke dalam jurang maut. Kemudian terdengarlah suara Tuhan yang manis dan menawan hati, mengatakan, "Lihatlah anak-anakKu, tidak ada seorangpun yang dilarang datang ke sini dan tidak ada seorangpun yang melarang orang ini, atau memaksanya untuk lari dari tempat suci ini, karena, "Kecuali seorang dilahirkan kembali ia tidak dapat melihat kerajaan Allah". ( Yohanes 3 : 3).


ROH SEORANG PEMBUNUH

Seorang yang beberapa tahun sebelumnya membunuh seorang pengkhotbah Kristen, telah mati digigit ular di hutan. Waktu ia masuk ke dalam dunia roh, ia melihat roh-roh yang baik dan jahat di sekelilingnya dan seluruh keadaan jiwanya menunjukkan bahwa ia adalah anak kegelapan. Roh jahat dengan segera memilikinya serta mendorongnya bersama-sama ke bawah dalam kegelapan. Salah seorang suci mengatakan, "Ia telah membunuh seorang hamba Tuhan dengan racun kebenciannya dan sekarang ia ditewaskan ole racun ular. Ular tua yaitu iblis, melalui orang ini sudah membunuh seorang yang tak bersalah. Sekarang dengan jalan seekor ular lain, yang seperti dia, ia telah menewaskannya, karena, "Sejak semula ia adalah pembunuh". (Yohanes 8 : 44).


DAN ROH ORANG YANG DIBUNUH

Waktu ia dibawa pergi, salah satu roh baik yang datang untuk menolongnya mengatakan, "Saya sudah mengampuni kau dengan segenap hati. Sekarang, apakah saya dapat berbuat sesuatu untuk menolong engkau ?" Si pembunuh pada saat itu juga ingat akan orang yang dibunuhnya umumnya beberapa tahun yang lalu. Malu dan terpukul oleh ketakutan, ia jatuh dihadapan orang itu, dan segera roh-roh jahat berteriak-teriak dengan suara keras, tetapi malaikat-malaikat yang berdiri agak jauh menegur dan menyuruh mereka diam. Kemudian si pembunuh berkata kepada yang dibunuh, "Betapa besar kerinduan saya, sewaktu didunia, untuk dapat melihat hidupmu yang tak mementingkan diri dan penuh kasih sayang, seperti yang saya lihat sekarang ini ! Saya sangat menyesal, bahwa oleh kebutaan saya dan karena hidup rohanimu yang sesungguhnya dibungkus oleh tubuhmu, saya tidak dapat melihat keindahan hidup pribadimu pada saat itu. Juga dengan membunuhmu, saya sudah
merampas banyak berkat dan keuntungan yang saudara dapat berikan kepada manusia.

Sekarang saya adalah seorang berdosa untuk selama-lamanya dihadapan Allah dan patut menerima hukuman. Saya tidak tahu apa yang dapat saya lakukan, kecuali menyembunyikan diri dalam suatu gua yang gelap, karena saya tidak dapat tahan terhadap terang ini. Di dalam terang ini, bukan saja hati membuat saya gelisah, tetapi semua dapat melihat setiap bagian kecil hidup saya yang penuh dosa. Untuk itu, orang yang dibunuh itu menjawab, "Kau harus bertobat dengan sungguh-sungguh dan berbalik kepada Allah, karena jikalau kau berbuat demikian, mungkin masih ada harapan, bahwa Domba Allah akan menyucikan kau dalam darahNya sendiri dan memberikan hidup baru, sehingga kau boleh hidup dengan kami di surga dan diselamatkan dari siksaan neraka.

Pembunuh itu menjawab, "Di sini saya tidak perlu mengaku dosa, karena semuanya terbuka bagi semua orang. Dalam dunia saya dapat menyembunyikannya, tetapi disini tidak. Saya ingin hidup bersama orango-orang suci seperti saudara di surga, akan tetapi apabila saya tidak dapat tahan terhadap terang sayup-sayup yang menyatakan diri saya dalam dunia roh ini, maka bagaimanakah keadaan saya nanti dalam tempat terang kemuliaan dan cahaya yang dapat menyelidiki semua perkara ? Halangan terbesar bagi saya adalah, melalui dosa-dosa saya hati nurani saya menjadi begitu mati dan dikeraskan, sehingga sifat saya tidak cenderung kepada Allah dan tobat. Saya merasa seolah-oleh tidak ada kekuatan untuk bertobat. Sekarang saya tidak dapat berbuat sesuatu, kecuali saya diusir dari sini untuk selama-lamanya. Aduh, bagi keadaan saya yang malang ! "Sesudah menyatakan demikian, ketakutan memenuhinya, ia jatuh dan teman-teman roh jahat menyeretnya jauh ke dalam kegelapan. Kemudian, salah seorang malaikat berkata, "Lihat, di sini tidak perlu seorangpun menjatuhkan hukuman. Dengan sendirinya, hidup seorang berdosa membuktikan, bahwa ia bersalah. Tidak perlu untuk memberitahukan kepadanya atau menghadapkan saksi-saksi terhadap dia. Sejauh itu, hukuman dimulai dari dalam hati setiap orang berdosa, sewaktu ia masih di dunia ; tetapi disini mereka merasakan akibat sepenuhnya. Dan Allah mengatur sedemikian rupa, sehingga kambing dan domba, yaitu orang berdosa dan orang benar memisahkan diri dengan sendirinya. Allah menciptakan manusia untuk hidup dalam terang, dimana kesehatan rohani dan suka citanya disempurnakan untuk selama-lamnya. Karena itu, tidak ada seorangpun yang dapat merasa senang dalam kegelapan neraka, juga karena hidup yang sudah dirusakkan oleh dosa, ia
tidak dapat senang dalam terang. Karena itu kemanapun seorang berdosa mau pergi, ia akan
mendapatkan dirinya berada dalam neraka. Betapa berlawanan keadaan orang benar, yang telah dimerdekakan dari dosa, ia berada dalam surga dimanapun juga ia berada.


ROH SEORANG PENDUSTA

Dalam dunia, pernah ada seorang yang begitu terikat oleh dusta, sehingga ini merupakan sifat keda dalam dirinya. Sewaktu ia mati dan masuk dunia roh, ia mulai mencoba untuk berdusta seperti biasanya, tetapi ia merasa sangat malu, karena sebelum ia mulai berbicara, pikirannya sudah dapat diketahui oleh semua orang. Tidak ada seorangpun dapat menjadi munafik di sana, karena pikiran hati siapapun tidak dapat disembunyikan. Jiwa sewaktu meninggalkan tubuh, memiliki tanda cap dari dosa-dosanya, dan waktu ia berdiri telanjang (rohani) dalam terang surga, semua orang dapat melihat dosa-dosanya dan setiap anggauta tubuhnya menjadi saksi terhadapnya. Tidak ada satupun yang dapat menghapus noda dan dosa, kecuali darah Kristus Yesus.

Pada waktu orang itu berada di dunia, ia secara teratur coba memutar balikkan apa yang benar menjadi salah dan yang salah menjadi benar. Tetapi setelah jasmaninya mati, ia menyadari bahwa tidak pernah ada dan tidak akan ada yang dapat memutar-balikkan kebenaran menjadi dusta. Siapa yang dapat berdusta ia hanya melukai dan menipu dirinya sendiri. Demikianlah orang itu, dengan berdusta telah membunuh pengamatan akan kebenaran yang pernah dimilikinya. Saya perhatikan dia, ia begitu dijerat, sampai tak dapat melepaskan dirinya sendiri dari tipu-dayanya ; ia memalingkan mukanya dari terang yang datang dari atas dan cepat lari ke dalam kegelapan, di mana tak seorangpun dapat melihat kesukaan berdustanya yang najis, kecuali roh-roh yang sama sifatnya dengan dia. Karena Kebenaran adalah Kebenaran selalu, Kebenaran inilah yang memberi hukuman kepada orang itu atas kepalsuan serta menghukumnya sebagai seorang pendusta.


ROH YANG BERBUAT ZINAH

Saya lihat seorang pezinah yang baru saja sampai ke dalam dunia roh. Lidahnya tergantung keluar seperti orang yang terbakar karena kehausan, lobang hidungnya bengkak dan ia memukul-mukulkan tangannya, seolah-olah api membakar dirinya. Wajahnya begitu jahat dan menjijikkan, sehingga saya berontak waktu melihatnya. Segala kemewahan dan kenikmatan yang menyertainya telah ditinggalkan di dunia dan sekarang, bagaikan seekor anjing gila, ia bingung lari kian kemari dan berteriak, "Terkutuklah hidup ini ! Di sini tidak ada kematian untuk menghentikan segala penderitaan. Di sini roh tidak dapat mati, kalau tidak, saya akan bunuh diri, seperti telah saya lakukan di dunia dengan pistol, supaya luput dari segala kesusahan. Tetapi penderitaan di sini jauh lebih besar dari pada di dunia. Apa yang harus saya lakukan ?" Sambil mengatakan demikian ia berlari ke dalam kegelapan, di mana ada banyak roh lain yang sepikiran dengannya dan menghilang di sana.

Salah seorang suci berkata, "Bukan saja suatu perbuatan jahat itu dosa, tetapi pikiran jahat
dan pandangan jahat juga dosa. Dosa ini bukan saja terbatas pada pergaulan dengan perempuan asing tetapi hal-hal yang berlebihan dan kelakuan seperti binatang terhadap isterinya sendiri, juga termasuk dosa. Seorang suami dan isterinya memang benar disatukan bukan untuk hawa nafsu, tetapi untuk saling menolong dan membantu, sehingga dengan anak-anaknya, mereka boleh menggunakan hidupnya dalam pelayanan sesama manusia dan untuk kemuliaan Allah. Tetapi, siapa yang menjauhkan dosa seorang yang berzinah."


JIWA SEORANG PERAMPOK

Seorang perampok mati dan masuk ke dalam dunia roh. Mula-mula ia tidak peduli akan keadaan dirinya atau akan roh-roh yang mengelilinginya, tetapi karena kebiasannya, ia mulai mengambil barang-barang berharga dari tempat itu. Ia heran, karena dalam dunia roh, barang-barang yang diambilnya itu seakan-akan mulai berbicara dan menuduhnya akan perbuatannya yang tidak pantas. Sifatnya begitu rusak, sehingga ia tidak tahu kapan penggunaan yang sebenarnya dan juga ia tidak layak untuk menggunakan barang-barang tersebut dengan baik. Dalam dunia, nafsunya tidak dapat dikekang, sehingga untuk sebab yang tak berartipun, ia dalam kemarahannya telah membunuh atau melukai siapapun yang bersalah kepadanya. Sekarang, dalam dunia roh, ia mulai berlaku seperti itu ! Ia berbalik kepada roh-roh yang datang untuk memberi pelajaran kepadanya, seolah-olah ia mau merobek-robek mereka, seperti seekor anjing buas akan berbuat walaupun di hadapan tuannya.

Salah seorang malaikat berkata, "Apabila roh-roh semacam ini tidak dimasukkan ke dalam jurang maut yang gelap, maka mereka akan menyebabkan banyak kejahatan kemanapun mereka pergi. Hati nurani orang itu begitu mati, sehingga, meskipun sudah sampai dalam dunia roh, ia tidak sadar, bahwa dengan membunuh dan merampok di dunia, ia sudah merugikan kekayaan rohaninya dan menghancurkan kemampuan Roh untuk membedakan ; serta hidupnya. Ia membunuh dan membinasakan orang lain, tetapi sesungguhnya ia telah membunuh dirinya sendiri. Hanya Allah saja yang tahu, apakah orang ini dan orang-orang yang sama seperti dia, akan tinggal dalam siksaan untuk berabad-abad atau untuk selama-lamanya.

Kemudian malaikat-malaikat yang diberi tugas, membawanya dan menutupnya dalam kegelapan, ditempat mana ia tidak diijinkan untuk keluar. Keadaan orang-orang yang berbuat jahat dalam tempat itu begitu mengerikan, tak dapat dikatakan betapa ngerinya siksaan mereka, sampai yang melihat gemetar ketakutan. Karena bahasa dunia kita terbatas, kami hanya dapat berkata sedemikian, yaitu dimanapun jiwa seorang berdosa berada, di sana hanyalah kesakitan yang tidak ada henti-hentinya sedetikpun. Semacam api yang tidak bersinar, bernyala-nyala untuk selama-lamanya, menyiksa jiwa-jiwa tersebut, tetapi mereka tidak habis terbakar dan apipun tidak dapat padam.

Roh seorang yang sedang melihat apa yang terjadi, berkata, "Siapa tahu, bahwa pada akhirnya, bukanlah ini, api yang membersihkan." Dalam bagian dunia roh yang gelap, yang disebut neraka, ada bermacam-macam tingkat daerahnya dan tingkat yang didiami oleh roh yang menderita, bergantung pada banyaknya dan macam dosanya. Memang benar, bahwa Allah menciptakan semuanya dalam gambar dan rupaNya, yaitu dalam gambar dan rupa AnakNya, yang menjadi gambar Allah yang tak terlihat. (Kejadian 1 : 26,27; Kolose 1 : 15). Namun, karena hubungan mereka dengan dosa, mereka telah merusak gambar dan rupa ini dan menjadikan jelek dan jahat. Memang benar, mereka memiliki semacam tubuh roh, tetapi itu sangat menjijikkan dan menakutkan dan apabila mereka tidak diperbaharui oleh pertobatan yang benar dan oleh anugerah Allah, maka dalam bentuk yang menakutkan ini mereka harus tetap dalam siksaan kekal.


Catatan Admin mengenai kesaksian penglihatan rohani Sadhu Sundar Singh:

Pada masa itu banyak orang menyebutnya sebagai Rasul-nya India, meskipun dia tidak pernah mengklaimnya demikian. Untuk menerbitkan buku pengalaman rohaninya ini, Sundar Sundar Singh harus cukup "dipaksa" oleh sahabat-sahabatnya. Ia khawatir ada orang-orang yang akan menyalahartikan kesaksiannya, sehingga saat harus menuliskan ke dalam buku kecilpun ia menuliskan hal-hal yang sederhana saja, yang mudah dimengerti. Dalam prakata pembukuannya-pun para sahabatnya memberikan sambutan dengan mendorong para pembaca untuk sungguh-sungguh menguji kesaksian Sundar berdasarkan terang kebenaran Firman Tuhan. Implikasinya jelas: tolak dan buang jika itu tidak sesuai dengan firman Tuhan, namun sebaliknya terimalah jika itu sesuai dengan firman Tuhan.

Mengamati kesaksian-kesaksian penglihatan alam roh yang ada di blantika kekristenan, dari sekian banyak kesaksian itu, sejauh ini Admin dengan sengaja hanya memuat kesaksian Sadhu Sundar Singh saja karena menurut Admin, kesaksian ini cukup pantas untuk dipertimbangkan dan dijadikan bahan referensi karena sangat bersesuaian dengan kebenaran Injil. Keberanian Sundar untuk menderita karena pemberitaan Injil pada saat ini tidak banyak yang mempunyainya - bandingkan dengan para pemberita Injil yang memanfaatkan Injil untuk kepentingan pribadi dan popularitas, hal itu sangatlah kontras. Kasih yang tulus, buah Roh dan buah jiwa-jiwa yang nyata ditunjukkannya di sepanjang pelayanannya. Kisah pertobatannya yang radikal, yang mirip-mirip kesaksian Rasul Paulus yang ditemui oleh Roh Yesus Kristus sendiri, membaharui hidupnya secara radikal dan memberinya keberanian untuk memberitakan Injil.

Pada usia ke 40 tahun beliau masuk ke pedalaman Tibet dan sampai sekarang tidak pernah kembali dan tidak ada kabar barang sedikitpun. Menurut Admin, ada kemungkinan Sundar meninggal secara martir (seperti Rasul Paulus). Hal ini berdasarkan kemauan/penyerahan dirinya kepada Allah yang nyata-nyata ditunjukkan melalui kesaksian-kesaksiannya di ambang kematian saat memberitakan Injil. Sempat ia di todong dan dirampok gerombolan orang yang membawa pedang dan ia hanya mencondongkan kepalanya, tanda ia siap untuk mati. Meskipun setelah itu ia tidak jadi dibunuh, entah kenapa para perampok itu batal membunuhnya, malahan salah satu diantaranya bertobat dan diinjili Sundar. Ini menceritakan bahwa Sundar sangat tidak menyayangkan nyawanya didalam pemberitaan Injil. Sehingga asumsi saya bahwa beliau meninggal secara martir tidaklah berlebihan, apalagi setelah melihat bahwa tidak ada keterangan apapun mengenai akhir hidup atau pelayanannya.

Untuk membaca selengkapnya penglihatan rohani Sadhu Sundar Singh di alam roh silahkan klik disini dan silakan diuji dengan firman Tuhan, berdasarkan: 1 Yohanes 4:1
Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia. Hanya ada dua alat uji yaitu: Firman Allah yang tertulis (Alkitab) dan kesaksian Roh Kudus di hati kita.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan menuliskan komentar Anda. Kami akan segera menanggapinya. Terimakasih, Tuhan memberkati.