googleb2757ebb443295f5 Masa Depan Cerah: Alami Berbagai Mujizat, Enam Ribu Muslim di Pakistan Memutuskan Mengikut Terang Kristus

Jumat, 11 Mei 2012

Alami Berbagai Mujizat, Enam Ribu Muslim di Pakistan Memutuskan Mengikut Terang Kristus

KARACHI (PAKISTAN) - Adalah sebuah fakta yang tidak dapat ditutupi oleh satupun manusia di muka bumi ini, bahwa Yesus Kristus adalah benar-benar Tuhan yang hidup yang berkuasa atas segala yang ada di semesta.

Seorang penginjil terkemuka dari Kenya, Taras Mekeda menjadi saksi mata atas mujizat dan kuasa Tuhan yang terjadi pada ribuan muslim di Pakistan.

Dipublikasikan Christian Telegraph, pada Sabtu (05/05/2012), Makeda menceritakan pelayanan kebaktian kebangunan rohani yang dilakukannya bersama temannya Dmitry Makarenko selama 3 minggu di Pakistan yang diawali di kota Lahore pada dua minggu awal dan pada minggu ke tiga dilaksanakan kota Karachi. Ia menyatakan puluhan ribu warga baik umat Kristen maupun Muslim mengalami mujizat dan dijamah oleh Kristus.

Dalam tiga minggu itu, berbagai mujizat dan keajaiban terjadi kepada ribuan orang yang hadir di KKR tersebut. Yang luar biasa dari puluhan ribu jemaat Kristen yang hadir ada sekitar 6,000 muslim yang sengaja datang dengan sembunyi-sembunyi. Mereka mengalami mujizat penyembuhan sehingga mereka dengan yakin memilih mengikuti Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat mereka.

Makeda menceritakan, teman pelayanannya Sarftaz William dan yang menetap di Pakistan selama beberapa tahun menyatakan umat Kristen di negara itu sangat membutuhkan lawatan dan kebangunan rohani, sehingga untuk melaksanakan Festival ini mereka telah mempersiapkan dalam jangka waktu yang lama.

Kebaktian kebangunan rohani pada untuk jemaat di sekitar kota itupun dilaksanakan atas dukungan dari berbagai denominasi gereja di negara itu. Dan ia mengharapkan ratusan jemaat yang imannya mulai pudar dapat diperbaharui melalui Festival Persahabatan Mujizat ini.

"Di Karachi, atas pertolongan Tuhan, kami mengabarkan Injil Kristus kepada 36,000 orang selama empat hari Festival Persahabatan," tulis Makeda.

Makeda mengakui, walau khawatir akan keselamatan dirinya karena berada di negara yang tingkat kejahatannya tinggi, ia tetap teguh dan yakin bahwa kasih Kristus dapat membuat segala yang mustahil menjadi bisa.

Pada hari pertama pada 19 April 2012, ungkapnya, sekitar 3,000 orang datang mengikuti kebaktian yang bertempat di lapangan sepak bola, banyak jemaat yang batal datang sebab hari itu, hujan deras disertai kilat melanda Karachi. "Jadi giliran saya untuk mengharapkan Yesus turut terlibat."

Usai berkhotbah tentang kuasa Yesus Kristus yang menyembuhkan orang buta, banyak orang mulai berdatangan ke atas panggung dan memberikan kesaksian mereka atas mujizat yang mereka alami. Kemudian ratusan orang secara berkelompok berderet untuk memberikan kesaksian yang mereka alami saat itu.

"Tak terhitung mujizat yang terjadi, banyak orang buta dan tuli yang sembuh, ada puluhan orang yang tumornya hilang seketika. Ada juga seorang anak yang tangannya tidak dapat digerakan karena sakit yang tidak diketahui, mengalami kesembuhan. Satu hal yang sangat diingat adalah sembuhnya seorang pria dari mati kaku tubuhnya setelah terserang stroke. Ada pula wanita yang dapat membuka mulutnya dan berbicara setelah beberapa mendapatkan penyakit yang membuat mulutnya tertutup. Juga seorang wanita muslim yang bersama ayahnya bersaksi bahwa dirinya terlepas dari kuasa iblis setelah menyebut nama Yesus Kristus, ada 30 orang yang juga mengalami hal yang sama." tutur Makeda.

Pada hari kedua usai ibadah dan doa. Dari 150,000 hadirin, ratusan orang pincang yang ingin bersaksi pada hari pertama, maju keatas panggung, mereka berdiri sambil menceritakan mujizat yang mereka alami. Selain juga ribuan warga baik Kristen dan muslim yang berbaris menuju panggung hanya untuk menceritakan mujizat yang mereka alami saat mengikuti kebaktian tersebut.


Lapar Rohani, Haus Mujizat
Para muslim ini, ungkapnya, datang dengan sukarela selain juga untuk membuktikan apakah mereka dapat sembuh dan mengalami mujizat yang telah dialami ribuan umat Kristen. "Mereka lapar secara rohani dan datang untuk mendengarkan kasih dan kuasa dari Yesus."

Namun, kisah tentang mujizat yang dialami ribuan muslim itu pun menjadi kontroversi di negara itu, terutama ketika KKR di Karachi.

"Beberapa hari kemudian, surat kabar Muslim sekuler mengkritisi kami dengan menulis berita tentang 3,000 Muslim yang berpindah menjadi Kristen," kata Makeda. "Saya tidak setuju dengan pernyataan tersebut, sebab saya tidak mengajak orang untuk berpindah agama, sebab di dunia ini terlalu banyak agama yang tersedia, dan saya hanya membagikan kasih Tuhan tanpa ada diskriminasi".

Dan adalah sebuah sukacita yang besar bagi Makeda dan umat Kristen di Karachi, sebab 3000 muslim tersebut telah melihat kasih sejati Kristus yang tidak dapat terelakkan. (ChristianToday/TimPPGI)


Sumber: kabargereja.tk

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan menuliskan komentar Anda. Kami akan segera menanggapinya. Terimakasih, Tuhan memberkati.