googleb2757ebb443295f5 Masa Depan Cerah: Melihat lebih

Kamis, 10 Mei 2012

Melihat lebih

Surat Pastoral Minggu 13 Mei 2012
Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai…yang seorang menabur dan yang lain menuai. Yohanes 4:35,37

Dengan menyuruh para murid-Nya untuk menatap ke ladang yang menguning, Yesus bicara tentang prioritas rohani. Ia telah berkata, “Aku memiliki makanan yang tidak kamu kenal,” dan ”Makanan-Ku ialah melakukan pekerjaan Ia yang mengutus-Ku, dan menggenapkan pekerjaan-Nya” (32-34). Kini sebagai akibat, Ia berkata kepada mereka: Kalian harus berkonsentrasi bukan pada piknik kita, tetapi pada orang-orang yang berdatangan ke sini dari Sikhar yang diajak oleh perempuan yang dengannya tadi Aku berbicara.

Kesempatan apa pun yang ada, penginjilan harus merupakan prioritas pertama kita. Ia juga harus menjadi hak istimewa yang menyukakan kita: ”Ia yang menabur menerima upahnya, dan mengumpulkan hasil untuk hidup kekal, sehingga baik penabur maupun penuai boleh bersukacita bersama (36). Sungguh sangat mulia boleh bekerja dibawah pimpinan Allah untuk menjadi agen manusia yang menyelamatkan sesama untuk kekekalan.

Penginjilan juga suatu kerekanan. Yesus berkata kepada para murid-Nya ,”Aku mengutusmu untuk menuai apa yang tidak kamu tabur: (37). Apa maksudnya ? Ia telah bersaksi kepada perempuan Samaria, dan perempuan itu bersaksi kepada para sahabatnya dan tetangganya dan kini mereka berdatangan ke sumur. Hal itu merupakan hak istimewa yang para murud terima yaitu ”menuai” mereka : mengajarkan mereka lebih banyak tentang Yesus dan menempatkan mereka dalam kerajaan dan keluarga Allah.

Kita perlu sangat rendah hati untuk berkata tanpa iri atau kecewa, ”aku menabur, kini kamu menuai.” Tetapi itulah polanya. Dalam hal memenangakan dan menumbuhkan jiwa-jiwa, terkadang kita akan menjadi penuai dan terkadang kita menjadi penabur yang menyiapkan jalan bagi orang lain menuai. Namun masing-masing tugas penting adanya; jadi kita harus bersedia memenuhi tugas mana pun.

Marilah kita melihat lebih dari sekedar kejadian biasa, selalu ada rencana Tuhan dalam setiap situasi dan kondisi hidup kita. Milikilah kepekaan terhadap tuntunan Roh Kudus berdasarkan Firman Tuhan, untuk merespon semua peristiwa kehidupan.


Oleh Pdt. Adhi Sutikno, SH

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan menuliskan komentar Anda. Kami akan segera menanggapinya. Terimakasih, Tuhan memberkati.