googleb2757ebb443295f5 Masa Depan Cerah: Menjadi satu dengan kebangkitan-Nya

Senin, 07 Mei 2012

Menjadi satu dengan kebangkitan-Nya

Surat Pastoral Minggu 29 April 2012.

Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya. ( Rm 6:5 )

Bukti bahwa saya telah mengalami penyaliban bersama Yesus adalah bahwa saya mempunyai keserupaan dengan Dia. Roh Yesus masuk dan membentuk kembali hidup pribadi saya di hadapan Allah. Kebangkitan Yesus telah memberi Dia wewenang untuk memberi kehidupan Allah kepada saya, dan pengalaman hidup saya sekarang harus dibangun di atas dasar kehidupanNya. Saya dapat memiki hidup kebangkitan Yesus sekarang ini, dan hal itu akan terlihat dengan sendirinya melalui kesucian.

Gagasan yang terbentang di seluruh tulisan Paulus adalah sesudah kita dipersatukan dengan Yesus dalam kematianNya, hidup kebangkitan Yesus menembus ke dalam setiap bagian dari sifat manusia kita. Dibutuhkan kemahakuasaan Allah untuk menjalan kehidupan Yesus dalam tubuh manusia.

Roh Kudus tdak dapat diterima sebagai seorang tamu yang tinggal dalam sebuah kamar saja. Dia harus mengisi dan menguasai seluruh rumah; dan sekali saya memutuskan bahwa “manusia lama” saya ( yaitu dosa-dosa saya ) harus disatukan dengan kematian Yesus, maka Roh Kudus mengisi dan menguasai saya. Dia mengambil alih pimpinan di dalam segala sesuatu. Bagian saya adalah berjalan dalam terang dan mematuhi semua yang dinyatakanNya kepada saya.

Sekali saya mengambil keputusan penting tentang dosa itu, bahwa dosa harus dimatikan dan disalibkan di dalam tubuh saya, maka saya harus memandang dan mempunyai pola pikir bahwa saya sesungguhnya telah “ mati bagi dosa” dan hidup bagi Allah, dengan demikian saya menemukan kehidupan Yesus di dalam diri saya setiap hari sepanjang hidupku. ( Roma 6:11)

Dengan demikian kekudusan Kristus diberikan kepada saya, dan Roh Kudus menaruh Kekudusan dan Karakter Kristus di dalam diri saya, dan saya masuk dalam sebuah kehidupan rohani yang dinamis.

Oleh Pdt. Adhi Sutikno, SH

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan menuliskan komentar Anda. Kami akan segera menanggapinya. Terimakasih, Tuhan memberkati.