googleb2757ebb443295f5 Masa Depan Cerah: Praktek Pemimpin Gay Gereja Masih Terjadi

Selasa, 01 Mei 2012

Praktek Pemimpin Gay Gereja Masih Terjadi

Seorang pria gay yang sudah menikah diperkirakan akan menjadi suksesor (pengganti) Uskup V. Gene Robinson - uskup gay pertama di gereja Episkopal- yang akan segera pensiun tahun depan.

Sebagaimana diumumkan pihak Keuskupan New Hampshire baru-baru ini, Rev. William W. Rich, seorang homoseksual yang menikah, merupakan wakil senior rektor di Trinity Church di Boston, dan juga salah satu dari tiga kandidat untuk posisi uskup di tempat tersebut.

Adapun dua kandidat lainnya antara lain yakni Rev Penelope Maud Bridges, rektor St Fransiskus Gereja Episkopal di Great Falls, Negara Bagian Vancover, Amerika Serikat dan Rev A. Robert Hirschfeld, rektor dari Gereja Episkopal Kasih Karunia di Amherst, AS.

Untuk diketahui, isu pernikahan gay dan pendeta gay adalah salah satu topik kontroversial dalam komunitas Episkopal.

Keputusan sembilan tahun lalu untuk menahbiskan Robinson sebagai uskup menyebabkan keretakan dalam tubuh gereja, dengan banyak pemimpin Anglikan konservatif menyatakan keberatan mereka terhadap keputusan tersebut dan mencatat bahwa gereja-gereja di Episkopal di AS sudah bertentangan dengan ajaran Anglikan tradisional, serta Alkitab.

Robinson sudah hidup dengan pasangannya, Mark Andrew, selama lebih dari 20 tahun dimana pada 2010 lalu, ia sempat mengeluarkan pernyataan bahwa dirinya sudah lelah dengan segala kritik dan kecaman yang diarahkan kepadanya akibat orientasinya yang menyukai sesama jenis.

Sementara itu, 200 anggota panel yang terdiri dari para pendeta dan delegasi jemaat direncanakan memberikan suaranya pada 19 Mei mendatang dan memutuskan untuk memilih uskup baru.

Terlepas dari perdebatan peran kaum homoseksual di dalam gereja, para petinggi gereja Keuskupan New Hampshire meyakini jika pun Rich menduduki posisi kepemimpinan, efek yang ditimbulkan dengan terpilihnya dirinya tersebut akan sangat kecil dibandingkan saat Robinson terpilih sebagai Uskup pada 2003 lalu.

Alkitab dengan sangat jelas menunjukkan bahwa pria hanya bisa bersanding dalam pernikahan dengan seorang wanita. Ketika gereja yang justru seharusnya mempraktikkan kebenaran ini justru bertentangan dengan apa yang dituliskan maka itu sama saja menentang apa yang tercatat di dalam Alkitab. Oleh sebab itu, mari dalam jam doa-doa Anda, doakan lah hal ini. Berdoa lah agar gereja-Nya di seluruh dunia dapat menjadi pelaku firman yang setia, yang karenanya nama Tuhan dipermuliakan dan bukan dipermalukan di hadapan orang-orang yang tidak percaya.


Sumber: Jawaban.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan menuliskan komentar Anda. Kami akan segera menanggapinya. Terimakasih, Tuhan memberkati.