googleb2757ebb443295f5 Masa Depan Cerah: Saya memaafkan mereka !

Kamis, 10 Mei 2012

Saya memaafkan mereka !

Ilustrasi
Selama lebih dari 35 tahun, Laga Uly telah menginjil dan membagikan Firman Tuhan ke desa-desa didaerah Jawa Barat dan Jawa Timur yang mayoritas non-Kristen. Meskipun banyak mendapatkan ancaman berulang kali, gereja yang dihancurkan dan hampir kehilangan nyawa karena diserang dengan benda tajam, ia mengatakan dengan tegas, “Saya tidak bisa menjelaskan kasih saya pada Saudara-Saudari M.” dalam sebuah wawancara dengan Open Doors, ia menjelaskan mengapa ia tidak menyalahkan mereka untuk penderitaan yang harus dihadapinya.

“Meskipun saya lahir ditengah keluarga Kristen yang tinggal di Nusa Tenggara Timur, sebuah daerah dengan mayoritas umat Kristen, dulu saya adalah seorang ateis. Saya percaya pada leluhur dan tidak pernah membaca Alkitab. Saya tidak pernah kenal Tuhan Yesus.”

“Saya pergi ke Jawa Timur untuk kuliah. Saat itu saya bekerja sebagai pegawai negeri dan cukup sukses dalam karir. Saya ditempatkan seruangan dengan beberapa teman yang beragama Kristen. Suatu hari, saat tidak banyak pekerjaan, saya mulai membaca Alkitab. Saya tidak bisa berhenti membaca selama berhari-hari. Seperti kata-kata dalam Alkitab itu bicara langsung pada saya.”

“Selama enam tahun, saya tidak bisa berhenti membaca Alkitab. Karena saya tidak bisa melupakan Firman Tuhan, akhirnya saya memutuskan untuk berhenti bekerja dan masuk sekolah Alkitab di Jawa Timur.”

“Setahun kemudian saya mulai mensharingkan Injil ke tengah umat M di Jawa Timur. Selama empat tahun, saya menginjil meskipun beberapa kali mendapat ancaman.”

“Saya tidak bisa menjelaskan kasih saya pada umat M, yang bisa saya katakan hanya Tuhan telah memanggil saya untuk menginjil ke tengah mereka. Kerinduan terbesar saya adalah agar mereka mengenal Yesus. Mereka adalah saudara dan saudari kita yang juga memerlukan kasih Yesus. Yesus sangat mengasihi saya dan memberikan hidupNYA bagi saya. Sekarang, saya ingin membagikan kasih yang sama pada mereka yang memerlukanNYA.”

“Tahun 1980 saya pindah ke Jawa Timur dan menikah dengan seorang perempuan Jawa yang cantik yang juga memiliki kerinduan yang sama dengan saya. Sejak saat itu, kami mulai menginjil di desa kami. Seminggu sekali, kami berpuasa. Satu hari, Tuhan membukakan pintu untuk menginjili seorang perampok yang sangat terkenal jahat di desa kami. Ia membuka hati dan itu menyebabkan beberapa orang marah pada kami. Mereka ingin agar Bapak ini kembali ke agamanya, tapi ia menolak.”

“Setelah itu, kami mendapat banyak ancaman, dan beberapa Saudara yang sudah menjadi Kristen kembali ke agamanya. Beberapa kali saya nyaris dibunuh, tapi Tuhan secara ajaib meluputkan saya dari bahaya.”

“Kemudian ditahun 1992, gereja kami dihancurkan, kami diserang tiba-tiba, dan terjadi sangat cepat saya tidak tahu darimana datangnya orang-orang itu. Saya dan keluarga luput. Walau demikian, saya tidak berhenti menginjil.”

“Sepuluh tahun kemudian, terjadi lagi pencobaan pembunuhan terhadap saya. Saat saya sendirian dirumah, setelah istri dan ketiga anak kami pergi ke gereja. Saya tengah menyiapkan pelayanan siang ketika tiba-tiba orang banyak datang ke rumah dengan pisau ditangan mereka. Mereka membacok kepala saya, tangan dan kaki saya.”

“Karena berpikir saya sudah mati, mereka meninggalkan saya bersimbah darah dilantai. Meskipun ditengah situasi gawat seperti itu, saya masih bisa pergi ke rumah tetangga seorang dokter tentara. Ketika ia melihat saya, ia langsung pingsan, karena ia pikir saya hantu. Tapi Puji Tuhan, seorang tetangga lain datang dan membawa saya ke rumah sakit.”

“Saya dirawat selama delapan hari dengan ratusan jahitan disekujur tubuh saya. Tidak ada seorangpun percaya saya bisa selamat dari serangan brutal itu, tapi Tuhan membuktikan mereka salah. IA masih ingin saya melayani, meskipun saya sudah siap pulang ke rumah Bapa.”

“Selama hari – hari itu, banyak Saudara seiman berdoa bagi saya. Mereka datang ke rumah sakit dan ke rumah. Ketika istri saya melihat luka di tangan saya, ia bertanya apakah saya menyerang balik. Ketika saya katakan padanya saya tidak melakukan apa-apa, ia menangis, ‘Tuhan maafkan saya.’ “

“Orang banyak kagum melihat saya bisa berjalan setelah mereka melihat luka di kepala saya, khususnya di bibir saya. Sejujurnya, saya tidak merasakan kesakitan dan hanya beberapa jam setelah operasi, saya makan tanpa merasa sakit.”

“Anak-anak dan istri saya memutuskan untuk tidak membawa kasus saya ke pengadilan, meskipun banyak pengacara dan polisi yang menganjurkan sebaliknya.”

“Meskipun saya tidak ingin, tapi kedua anak saya memutuskan untuk mengikuti jejak saya. Mereka memutuskan untuk menjadi misionaris. Mereka telah melihat resiko dan harga yang harus dibayar dalam pelayanan, mereka melihat saya bersimbah darah, tapi itu tidak menghentikan mereka. ‘Semua orang akan mengalami penganiayaan.’ Kata mereka pada saya, mereka tahu apa yang saya alami adalah bagian dari keputusan saya mengikut Kristus. Saya katakan pada mereka kalau mereka akan mengalami penganiayaan juga, dan mereka menjawab, ‘Kami sudah siap’.

“Saya merasa sedih dan bahagia di waktu yang bersamaan ketika mendengar itu. Dalam hati, saya tidak ingin mereka mengalami apa yang saya alami, tapi saya percaya Tuhan selalu ada bersama mereka.”

“Bulan lalu, saya pergi menghadiri seminar Berdiri Teguh di Tengah Badai yang diadakan Open Doors. Saya berharap Open Doors terus mengingatkan pemimpin gereja melalui kebenaran ini, karena penganiayaan sungguh terjadi dan kita harus mempersiapkan diri menghadapinya.”

“Saya tidak pernah menyalahkan saudara-saudari M, Yesus telah mengorbankan dirinya untuk semua manusia, termasuk saudara-saudari saya ini. Tuhan mengasihi mereka. Saya juga mengasihi mereka.” ujar Laga, dan airmata menetes di wajahnya.

“Sembilan tahun terakhir ini, saya tidak pernah berhenti menginjil, meskipun bekas luka masih membuat saya sukar berjalan. Harapan saya agar banyak orang datang pada Kristus. Saya tidak ingin tinggal di satu tempat, karena banyak jiwa membutuhkan Yesus dan pelayanan saya belum selesai.”


Sumber: opendoorsindonesia.org

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan menuliskan komentar Anda. Kami akan segera menanggapinya. Terimakasih, Tuhan memberkati.