googleb2757ebb443295f5 Masa Depan Cerah: Sikap Kita Pada Pembantu Pengaruhi Karakter Kita

Senin, 28 Mei 2012

Sikap Kita Pada Pembantu Pengaruhi Karakter Kita

Apa yang kita lakukan di dalam rumah akan mempengaruhi sikap kita di luar rumah, salah satunya adalah bagaimana cara kita memperlakukan pembantu. Berikut adalah beberapa kisah yang mungkin dapat mengubah sikap dan paradigma anda dalam memperlakukan pembantu anda di rumah :


Siapa yang Bayar Siapa yang Perintah

Bi Tini adalah pembantu di rumah Nanda, namun sejak kecil orangtua Nanda mendidiknya untuk tidak seenaknya memerintah Bi Tini. Ibunya selalu berpesan: “Nanda, yang bayar gaji Bi Tini adalah mama. Jadi cuma mama yang boleh perintah Bi Tini, kalau Nanda butuh bantuan Nanda boleh minta tolong. Itu pun juga kalau Bi Tini bisa jadi Nanda tidak boleh memaksa yaaa…,” ajar ibu Nanda.

Kebiasaan mandiri yang dimulai dari dalam rumah inilah yang dibawa Nanda masuk ke masyarakat, hasilnya pun luar biasa. Nanda menjadi sosok yang kreatif dan tidak bergantung pada orang lain, baginya kehidupannya merupakan tanggung jawab dirinya sendiri.


Dimulai dengan “Tolong” akhiri dengan “Terima Kasih”

Ada banyak nama Rina di kampus, tapi hanya satu Rina yang dikenal sebagai, “Rina si Ramah”. Hal ini tidak terjadi begitu saja, sifat Rina yang ramah pada setiap orang membuatnya menjadi sosok yang sangat dicintai dan dikagumi orang-orang di sekitarnya.

Saat diselidiki, ternyata hal ini adalah kebiasaan Rina yang dibawa dari rumah. “Saya selalu melihat mama papa mengucapkan ‘tolong dan terima kasih’ bahkan kepada pembantu. Hal itu mengajarkan saya untuk rendah hati dan mengapresiasi pekerjaan orang lain dengan baik, ungkap Rina sembari tersenyum.


Kasihilah Sesamamu, Termasuk Pembantumu

Sejak kecil Joni melihat kedua orangtuanya memperlakukan pembantunya dengan penuh kasih, mereka kerap membantu Bi Minah setiap kali Bi Minah kesulitan, bahkan orangtua Joni memperlakukan anak Bi Minah, Rio sama seperti mereka memperlakukan Joni. Sampai akhirnya ketika ayah Rio jatuh bangkrut, keluarga memutuskan untuk tidak lagi mempekerjakan Bi Minah karena tidak mampu membayar. Namun saat hal itu disampaikan, Bi Minah justru bekerja tanpa dibayar asal dia dan anaknya bisa tetap berada dalam lingkungan keluarga Rio.

“Saya banyak belajar tentang kasih di keluarga ini Pak, saya tidak mau meninggalkan rumah ini. Biar saya tetap bekerja di sini dan membantu keluarga ini, karena saya percaya keluarga ini adalah keluarga yang diberkati Tuhan,” ucap Bi Minah dengan terisak.

Teladan kasih yang didapatkan Joni dari kedua orangtuanya membuat Joni menjadi pribadi yang penuh kasih. Tak heran, Joni menjadi sosok yang sangat dikagumi teman-temannya bahkan selalu menjadi pembawa damai di lingkungan tempatnya berada.

Karakter yang baik bukanlah sesuatu yang dibawa sejak lahir seperti halnya bakat atau talenta. Karakter adalah hasil dari pilihan dan keputusan yang kita buat, jadi tidak ada kata terlambat untuk melatih diri memiliki karakter yang baik.


Sumber : jawaban.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan menuliskan komentar Anda. Kami akan segera menanggapinya. Terimakasih, Tuhan memberkati.