googleb2757ebb443295f5 Masa Depan Cerah: Keberhasilan

Jumat, 15 Juni 2012

Keberhasilan

Surat Pastoral Minggu 17 Juni 2012

Setiap orang selalu menginginkan kehidupan yang berhasil, dan merupakan suatu keinginan yang wajar dan tidak salah, hanya yang menjadi persoalan ialah dengan apa kita mengukur keberhasilan seseorang. Ada yang mengukur keberhasilan dari seberapa banyak uang yang dimiliki, seberapa tinggi kedudukan yang dicapai, seberapa tenar namanya di mata orang lain, sehingga keberhasilan pada umumnya diukur dengan besarnya angka-angka dan semua hal itu bersifat lahiriah dan jasmaniah.

Banyak buku-buku yang ditulis mengajarkan tentang bagaimana cara untuk hidup berhasil, misalnya, bagaimana cara dapat memperoleh kedudukan yang tinggi dengan cepat, bagaimana cara mengendalikan orang lain, bagaimana dapat tampak cerdas dibanding orang lain, bagaimana saya dapat berkesan yang baik di mata orang lain, dan tak satupun buku berbicara tentang keberhasilan yang lebih utuh yaitu keberhasilan rohaniah yang berdampak pada jasmaniah.

Alkitab memang tidak melarang orang mencapai keberhasilan walau bersifat lahirian dan jasmaniah, namun memperingatkan bahwa semua itu sifatnya terbatas dan tidak abadi seperti perumpamaan Tuhan Yesus kepada murid-Nya, tentang seorang kaya yang berlimpah hartanya, tetapi tidak memperhatikan kehidupan rohaninya, tetapi Firman Allah kepadanya, "Hai orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil daripadamu dan apa yang telah engkau sediakan, untuk siapakah itu nanti? Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah" Lukas 12:20-21.

Raja Salomo, seorang raja yang sangat kaya, pandai, berhikmat dan namanya dikenal sampai ke mancanegara, setelah merenungkan segala pencapaiannya ia menulis: "Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan (Amsal 4:23). Keberhasilan bukan cuma ditentukan oleh kecerdasan intelegensia saja, tetapi banyak ditentukan oleh kecerdasan emosi dan spiritual seseorang untuk berpikir positif, percaya diri, mau bekerja keras, tidak gampang menyerah, tidak mudah mengeluh, tapi mampu juga menjaga hatinya. Orang disebut berhasil kalau ia mampu mengembangkan sumber daya hidupnya hingga bermanfaat, tidak saja bagi dirinya sendiri, tetapi bagi Tuhan, bagi keluarganya, dan bagi orang lain yang ada di sekitarnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan menuliskan komentar Anda. Kami akan segera menanggapinya. Terimakasih, Tuhan memberkati.