googleb2757ebb443295f5 Masa Depan Cerah: Lebih Dikasihi Dari Malaikat

Selasa, 12 Juni 2012

Lebih Dikasihi Dari Malaikat

Ibrani 2:16
Sebab sesungguhnya, bukan malaikat-malaikat yang Ia kasihani, tetapi keturunan Abraham yang Ia kasihani.


Bacaan Alkitab Setahun : Amsal 13; Galatia 2; 1 Raja-Raja 5-6

Jika hal buruk terjadi, dan Tuhan memberitahu kita alasan mengapa hal itu terjadi, apakah hal tersebut dapat menghapus rasa sakit dan menyembuhkan hati kita yang hancur? Mari bayangkan sejenak Tuhan berkata, “Oke, oke, Aku lelah dengan rengekanmu. Sekarang Aku akan beritahu. Kamu siap? Tulislah. Aku lakukan itu dengan alasan…” Dan Tuhan membeberkan kepada kita semua alasan-Nya.

Apa yang akan terjadi selanjutnya? Apakah kita akan berkata, “Oh… oke.. Luar biasa, puji Tuhan.”? Mungkin tidak.

Kita mungkin berkata, “Saya tidak setuju dengan-Mu Tuhan. Hal itu tidak masuk akal menurut saya. Maksud saya.. maaf ya.. tapi..”

Itu sebabnya mungkin Tuhan membuat kita tidak perlu mengerti semua alasan sesuatu terjadi. Yang kita butuhkan bukanlah penjelasan, tetapi janji bahwa semuanya akan mendatangkan kebaikan bagi kita yang mengasihi Dia. Harusnya kita tidak menghabiskan waktu untuk bertanya “Mengapa ini terjadi?” Sebaliknya, kita harusnya bertanya “Apa?” Seperti “Apa yang harus saya lakukan?” maka hal tersebut akan membawa kita berbalik kepada Tuhan.

Selain itu, ada satu hal yang perlu kita selalu ingat, bahwa setiap rasa sakit yang kita rasakan, Yesus pun merasakannya. Kita tidak sendiri. Yesus, sekalipun Dia Tuhan, Dia juga saudara sulung kita, dan “dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya” (Ibrani 2:17). Dia secara sukarela mati di kayu salib untuk kita semua, hal itu karena Ia mengasihi kita lebih daripada yang lainnya, bahkan lebih dari para malaikat-malaikat yang setiap saat memuji dan menyembah-Nya. Ia merasakan kesedihan dan luka yang kita alami. Datanglah kepada-Nya, dan percayalah bahwa dalam semua yang terjadi dalam kehidupan ini, tidak ada sedikitpun maksud jahat dalam hati Tuhan. Semuanya untuk mendatangkan kebaikan bagi kita.

Tidak pernah sedikitpun Tuhan bermaksud jahat kepada kita, semuanya untuk mendatangkan kebaikan.

Sumber : Greg Laurie | CrossWalk.com | Puji Astuti
Jawaban.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan menuliskan komentar Anda. Kami akan segera menanggapinya. Terimakasih, Tuhan memberkati.