googleb2757ebb443295f5 Masa Depan Cerah: Paus Komentari Skandal Vatileaks

Senin, 04 Juni 2012

Paus Komentari Skandal Vatileaks

Paus Benediktus XVI baru-baru ini menyampaikan pesan terbuka sebagai tanggapan atas skandal yang melibatkan kepala pelayan Vatikan yang ditangkap karena mencuri dokumen rahasia dari Gereja Katolik Roma beberapa waktu lalu.

Dalam sambutannya di depan masyarakat Vatikan, Rabu (30/5), Paus mengatakan bahwa skandal "Vatileaks" yang melibatkan seorang Curia di gereja yang dipimpinnya telah membuatnya bersedih.

"Namun, saya tidak pernah kehilangan keyakinan kepada Gereja saya bahwa, meskipun banyak kelemahan manusia, meskipun banyak kesulitan dan cobaan, Gereja ini tetap akan dituntun oleh Roh Kudus dan Tuhan telah memastikan bahwa Gereja tidak akan pernah kekurangan bantuan yang ia butuhkan untuk mendukungnya di dalam perjalanannya," ungkapnya.

Lebih lanjut, Benediktus XVI menyatakan bahwa kabar-kabar yang beredar selama ini merupakan kabar-kabar serampangan karena semua itu tidak menunjukkan sama sekali fakta yang sebenarnya.

Untuk diketahui, beberapa bulan terakhir Paolo Gabriele, seorang kepala pelayan yang bekerja di rumah tangga Paus, telah menyebarkan dokumen-dokumen rahasia kepausan ke ruang publik. Adapun hal yang ditunjukkan dari dokumen-dokumen rahasia tersebut adalah mengenai banyak pihak internal di Vatikan yang berlomba-lomba untuk menduduki kursi tertinggi dan dugaan kasus korupsi yang dilakukan oleh pelayan-pelayan yang bekerja disana.

Gabriele pun pekan lalu sudah ditangkap oleh polisi Vatikan dengan tuduhan bahwa dia sudah membocorkan satu dokumen disana ke media.

Insiden ini akhirnya dijuluki sebagian orang sebagai "VatiLeaks," menyinggung "Wikileaks," yang adalah sebuah situs yang memuat ribuan halaman dokumen rahasia pemerintah.

Sementara itu, dalam wawancara dengan media internal Vatikan, Uskup Agung Angelo Becciu, Sekretariat Negara Kota Vatikan, menjelaskan bahwa tindakan Gabriele adalah "tidak bermoral."

"Ini bukan hanya merupakan pelanggaran serius terhadap privasi yang dimana setiap orang berhak memilikinya, tetapi juga penghinaan terhadap hubungan kepercayaan yang terjalin antara Benediktus XVI dengan orang-orang yang datang kepadanya," kata Becciu dalam sebuah wawancara dengan L’Osservatore Romano.

“Jadi yang menjadi persoalan disini bukanlah sekedar pencurian surat Paus; lebih daripada itu, ini mengenai hati nurani orang-orang yang telah menganggap Paus sebagai wakil Kristus yang telah dilanggar, dan pelayanan Penerus Rasul Petrus yang sudah diserang."


Sumber: Jawaban.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan menuliskan komentar Anda. Kami akan segera menanggapinya. Terimakasih, Tuhan memberkati.